
Pak Budi , guru bahasa daerah SMP ku yang suka maen singkatan - singkatan.
ketika Pak Budi mengabsen anak - anak iseng - iseng doi manggil seseorang bernama Ceko. "Ceko ,Ceko!" panggilnya.
Tenang aja enggak ada yang ngacungin tangan, apalagi ngacungin kaki!
__ADS_1
anak - anak saling pandang seperti pandangan pertama wkwkw...
karena enggak ada anak di kelasku yang namanya Ceko.
"CEKO!!!" panggil Pak Budi lagi , lalu melanjutkan...."Cepi Komara!!!"
__ADS_1
Ternyata Ceko itu nama aku yang telah disingkatnya dari nama lengkapku Ya ampun..
Dan sejak itulah nama aku yang keliatan ngampung dan Sunda banget, Cepi komara ;berubah jadi
Ceko...sampai sekarang
__ADS_1
Dan terlihat diriku menjadi keren dimata para- para cewe ,mereka yang suka nyebutin Nama ku...." Ceko...Ceko....",gimana coba aku enggak bangga dengan diriku, yang selalu dipanggil sama mereka untuk tagih uang kas sama aku....
Pak Budi telah mengajarkanku secara enggak langsung , bahwa nickname atau nama panggilan itu bisa lebih keren dari nama asli yang diberikan oleh Ortu (orang tua), Bonyok (bokap - nyokap) , Iba (Ibu - ayah), atau Ubi (Umi - Abi).