MY HOT EMPLOYER

MY HOT EMPLOYER
DUA PRIA MESUM


__ADS_3


Halo, sembari menunggu update-tan cerita ini, ada kalanya kalian membaca cerita ini yang gak kalah seru😁


Ada sepenggal blurb dan chapter yang akan saya tunjukkan.


Azerlia di kelilingi dua pria mesum, mereka adalah Zidan dan Devan.


Awal kejadian, di mana Azerlia melihat Devan yang bercumbu dengan seorang siswi di belakang gudang. Detik itu pula ia tak sengaja menyenggor meja dan membuatnya hampir ketahuan, saat ingin kabur, dia terjatuh dan tak sengaja paku mengiris lengannya.


Di sisi lain, ada Zidan yang merupakan cowok tengil, jahil, dan tidak kalah mesum dengan Devan.


"Sini gue ajarin ciuman, biar jago pas jadi istri nanti."


"Jangan, sama gue aja. Bibirnya item kek arang, gak kayak gue yang semerah delima."


Azerlia merasa tak enak berada di antara keduanya yang sama-sama gila. Dirinya berkeringat dingin, dan kepalanya pun semakin pusing dan akhirnya tak sadarkan diri.


"Duh, pingsan dianya. Lo tau kan apa yang ada di pikiran gue?"


"Yoi, jelas! Mumpung sepi, ha ha ha."


"Yosh, mari mantap-mantap!"


CHAPTER 1


Sound system bergema di sekolah Tirtania yang menandakan waktu istirahat tiba. Guru pun keluar dengan ucapan salam. Kini, semua murid berhamburan menuju kantin.


Tetapi, tidak untuk Azerlia, gadis pemalu sedari SD, SMP, hingga SMA, dia tetap seperti itu. Pernah kejadian, dia pingsan karena kelaparan, teman-temannya membawanya ke-UKS.

__ADS_1


Saat guru bertanya: apa dia sarapan pagi sebelum ke sekolah? Azerlia menggeleng. Guru kembali bertanya: kenapa tidak ke kantin? Bibir kecilnya pun menjawab: malu.


Aneh, Azerlia lebih memilih kelaparan dan membuatnya pingsan daripada harus ke kantin yang dipenuhi hiruk pikuk siswa.


Kembali ke jadian utama. Sekarang, Azerlia berharap ke Joni, teman kelasnya untuk menitip makanan. Joni mengangguk kemudian menerima uang dari gadis tersebut lalu ke kantin, beberapa lama kemudian dia kembali dengan nasi bungkus dan juga air gelas.


"Terima kasih."


"Sama-sama."


Hari ini, Azerlia lega karena perutnya dapat terisi.


Saat jam pelajaran olahraga telah tiba, ini lah yang paling tidak disukai oleh Azerlia karena mapel tersebut harus praktik di lapangan, padahal dia ingin berada di tempat tertutup, tidak terlalu juga, setidaknya ada orang yang dia kenal (dalam kelas).


"Azerlia, silakan keluar dan ganti baju."


"Ba-baik, Pak."


"Huft." Azerlia tersenyum, akhirnya dia berhasil melewati ketakutannya, tetapi, itu tidak bertahan lama karena ... banyak kelas lain yang free class dan keluar melihat kelasnya untuk melakukan praktik senam.


"Oh, tidak. Aku malu!" pekik Azerlia dalam hati.


Saat gilirannya, para pria bersiul menggoda dan itu semakin membuatnya keringat dingin, Pak Guru olahraga mulai memutar musik dan dia pun mengikut gerakan teman di depannya saja, tidak peduli jika gerakannya tidak sesuai tempo.


"Pergerakannya cantik!"


"Lihai sekali!"


"Aku ingin memacarinya."

__ADS_1


"Siapa dia?"


Azerlia menutup telinganya kemudian berteriak sekencang mungkin dan menuju kelas, sebelum dia pingsan di sana dengan mempermalukan diri sendiri. Padahal, gadis tersebut tidak tahu, bahwa orang di sampingnya lah yang dipuji.


"Kenapa orang-orang selalu berlebihan dalam menanggapi sesuatu?" tanya Azerlia, mengusap keringatnya yang banjir.


Dia sedikit tenang sekarang, tidak memedulikan jika nilainya menurun nanti, karena ini pelajaran yang paling tidak ia sukai.


Selesai jam pelajaran selesai, para temannya kembali ke kelas dan bertanya kepadanya, "Kenapa kau kabur? Guru tidak akan segan menurunkan nilaimu, Lia."


"Biarkan saja, aku hampir pingsan tadi," jawabnya.


"Baiklah."


Azerlia tak membuka suara lagi, dia tidak tahu harus berbicara apa lagi, soalnya dia lebih ke introvet yang irit bicara dan cuek pada sesuatu hal, apalagi tidak penting.


Tiba-tiba, seseorang menggebrak meja. Azerlia menatap sang pelaku, pelaku tersebut merupakan anak kelas sebelah yang notabennya murid nakal seantero sekolah. Dirinya selalu bertanya, kenapa ada orang yang iseng seperti dia? Kerjaannya hanya mengacau dalam kelas, dan memancing keributan! Azerlia benci keributan.


Pertengkaran pun terjadi di kelasnya, banyak yang berteriak heboh kecuali Azerlia. Melihat kondisi yang tidak kondusif lagi, dia pergi dari kelasnya dan segera ke ruang konseling untuk melaporkan kejadia tersebut.


"Bu, di kelas ada yang berbuat onar, dan mereka bertengkar juga."


"Baik, atas nama siapa, Nak?"


"Siapa, Bu?"


"Namamu, yang melapor harus dicatat namanya, Nak."


"Oh, Azerlia, Bu."

__ADS_1


"Baik, Azerlia, yah. Terima kasih, Nak. Sekarang kita ke sana."


αƒš(Μβ—‰β—žΰ±ͺβ—Ÿβ—‰β€΅αƒš)


__ADS_2