My Love From The Dark

My Love From The Dark
54. Curiga


__ADS_3

Makan malam tiba dan semua berkumpul untuk makan. Mereka makan dengan kehangatan seperti biasanya membuat betah untuk mengobrol bersama sama.


" Ceres bagaimana keadaan di kantor selama tidak ada aku?" tanya Archilles


" Tadi ada masalah sedikit di kantor dan sudah terselesaikan " Jawab Ceres


" Masalah apa?" tanya Archilles lagi


" Ini gara gara saya yang diperebutkan karyawan wanita... dan mereka sampai menyakiti Aleta " ucap Ceres merasa bersalah


" A-apakah Aleta terluka tuan?" tanya Elea


" Pipinya bengkak karena ditampar dan juga mungkin hatinya terluka " jelas Ceres


" Hatinya...? " Tanya polos Elea


" Dia juga tadi dibilang karyawan rendahan dan wanita murahan gara gara selalu bersamaku " ucap Ceres sedikit merasa bersalah


Dari belakang bibi Eli menatap Ceres dengan tajam dan Ceres bisa merasakannya.


' Mati aku...bibi Eli pasti mencurigaiku' batin Ceres sambil menelan salivanya.


" Tapi aku sudah memberikan pelajaran bagi mereka dan memecat mereka...kita tidak butuh karyawan macam mereka yang mudah merendahkan orang lain " ucap Ceres

__ADS_1


" Aku mengandalkanmu Ceres " ucap Archilles


" terima kasih tuan " ucap Ceres


Setelah semua selesai makan malam Ceres lalu ke dapur untuk membuat segelas kopi untuk menemani dia lembur.


" Tuan Ceresss...." tiba tiba bibi Eli datang dan menyapanya dan gelas yang di bawa jatuh


" B-bibi Eli...mengagetkan saja " ucap Ceres agak merinding dengan sikap bibi Eli


" Tuan ini kenapa ...seperti melihat hal yang mengerikan saja?! " ucap bibi Eli agak ketus


" kecuali tuan menyembunyikan sesuatu dan merasa bersalah pada saya?! " lanjut ucap bibi Eli


" Ohh... ya sudah biar saya membersihkan tumpahan kopi tuan " ucap bibi Eli


" tidak apa apa bi...biar aku saja ini salahku " ucap Ceres sambil mengambil lap untuk membersihkan tumpah kopi


" Baiklah tuan, kalau begitu saya buatkan kopi untuk tuan" ucap bibi Eli


" Baiklah ...terima kasih " ucap Ceres canggung


Setelah selesai membersihkan Ceres menemani bibi Eli dan menikmati kopi di dapur.

__ADS_1


" Terima kasih tuan sudah membela Aleta " Ucap bibi Eli sambil membungkukkan badannya


" Tadi dia datang kesini dan tiba tiba memeluk saya sambil menangis...dia tidak pernah seperti itu lagi semenjak ayahnya tiada" ucap Bibi Eli dengan wajah sedihnya.


" Jangan berterima kasih padaku bibi...ini sudah kewajibanku menjaganya... aku yang harusnya minta maaf pada bibi tidak bisa menjaga Aleta dengan baik" ucap Ceres sambil meminum kopinya


" Apa bekas merah yang ada dileher dan di dada Aleta itu perbuatan tuan?" tanya bibi Eli


membuat Ceres tersedak dan kopinya tumpah lagi.


" ah maaf tuan...kalau pertanyaan saya bibi salah " ucap bibi Eli merasa bersalah


" Tidak apa apa bi... Bibi benar aku tidak akan berbohong pada bibi... melihatnya menangis membuatku tidak bisa menahannya...tapi bibi jangan khawatir aku tidak melakukan hal yang lebih jauh " jelas Ceres dengan wajah menyesal dan merona


" Bibi percaya pada tuan Ceres... selama ini saya kira tuan tidak tertarik dengan wanita " ucap Bibi Eli


" apa maksud bibi ?!" tanya Ceres curiga


" Saya kira tuan hanya mencintai tuan Archilles" ucapan bibi Eli membuat Ceres membatu dan ngeri


" aku normal bibi...aku mencintai tuan Archilles sebagai kakak atau saudara bukan pasangan " jawab kesal Ceres


" Yang akan jadi wanita satu satunya hanya Aleta " ucap Ceres tanpa rasa sungkan pada bibi Eli yang adalah ibu Aleta. Perkataan Ceres membuat bibi Eli begitu senang.

__ADS_1


__ADS_2