
Alun-alun kota kerajaan barat.
Suasana sangat hiruk pikuk dengan banyaknya orang yang berkumpul
Dengan desain dan warna pakaian berbeda dari tiap bangsawan dan ada juga dari Pihak kerajaan masing masing
Suwa membawa Yier dan Long mo menuju loket pendaftaran
Kedatangan keluarga itu mencuri semua mata orang orang karna keindahan mereka
Apalagi Gadis kecil yang menatap semua orang dengan rasa ingin tau dan murni
Namun mereka bisa merasakan bahwa dalam mata indah gadis kecil itu ada semacam rasa licik yang tersembunyi.
"Mama...Yier ingin ikut mama Main sama orang orang itu!!"mendengar hal itu ,Suwa ingin sekali menghajar Long mo karna ajaran salahnya yang memberi tau putrinya bahwa ia akan main main nantinya.
"LONG.MO.KEMARI.KAU .SIALAN!!"
Long mo meneguk ludahnya susah payah,ia seakan akan bertemu dewi kematian bukan Istrinya
Long mo ingin menangis dan memutar balik waktu,Ia ingin istrinya yang baik dan lembut,bukan yang kejam ini
Dengannsusah payah menelan ludahnya Long Mo berbicara
"Istri..Yier masih kecil ia punya imajinasinya sendiri hahah"
Suwa mengalir kan mata nya
"Imajinasi?kau mencemari otak putriku.Ayah tak berguna"
Long Mo memelas
"Istri,jangan marah ok.nanti aku belikan manisan,oke?"
Menatap Suwa.dengan antipasi
"Manisan ?"
{Dibujuk pun kau mudah dengan makanan!!}
Long Mo dengan kuat mengangguk
Suwa langsung tersenyum cerah,dengan senang hati memeluk long mo
Long Mo langsung di hadapkan mata indah dan menawan milik Suwa
"Suamiku Yang Terbaik ahhh"
Long Mo langsung menghela nafas lega,untungnya ia masih ingat bahwa Istrinya sangat suka cemilan .
__ADS_1
'Selamat' batinyya
Proses pendaftaran.berjalan dengan lancar. Lalu mata Suwa menatap tajam ke depan
Matanya menatap sosok seorang gadis dengan gaun merah membara dengan wajah cantik yang tertawa gembira dengan seorang Pria yang Suwa ingat adalah pria yang sok kenal kemarin lalu.
Gadis itu ,Mu Yan,langsung berhenti,wajahnya menjadi Kaku,ia menatap sosok perempuan yang berdiri dengan aura mengesankan dan menatapnya penuh intimidasi
Tubuh Mu Yan tanpa sadar gemetar,ia terkejut melihat sosok orang yang ia dulu rencanakan akan ia bunuh itu.
Mu Yan mengangkat jari telunjuknya dan menunjuk Suwa dengan ekspresi terkejut
"Kau...ba..bagaimana...bisa...kau ...se..selamat"
Senyum sinis muncul diwajah indahnya,mata Violetnya sangat dingin,bahkan duo anak dan ayah itu mengigil.
Suara Suwa tenang namun membaamwa perasaan badai untuk Mu Yan
"Kita Bertemu Nona Muda Mu "
Tubuh Mu Yan gemetar karna rasa takut dan matanya dengan gugup menatap Suwa dengan perasaan takut yang kuat.
Entah kenapa sosok SuWa yang sekarang lebih kuat Tekanan yang mengelilinginya.
Meneguk susah payah ludahnya,Mu Yan mempertahankan sikap Angkuhnya walau tubuh masih gemetar.
Suwa sekarang sendiri ,tanpa pria dengan rambut perak itu,jadi Mu Yan lebih merasa aman lagi sejak ia mengetahui bahwa Orang didepannya tidak dalam perlindungan.
Dan Long Mo yang tak jauh dari tempat istrinya ,hanya menatap kesana tanpa niat maju,karna ia tau istrinya pastinya sangat ingin mengurus urusannya sendiri.
Ia juga tak ingin di banting dan di beri bahu dingin oleh Wanita nya oke.
Sebagai suami yang baik,ia akan mendukung istrinya yang sedang memberi pelajaran pada orang lain yang menganggunya.
Long Su Yi mengunyah biskuit coklatnya,lalu berkata pada Ayahnya
"Papa...mama sedang bermain dengan Bibi itu?"
Long Mo mengangguk,lalu mengecup pipi putrinya yang seperti Bakpau
"En.ibu sedang main.tapi Yier jangan ikut sifat ibunya yang keras yah,Yier harus lemah lembut"
"Tapi Papa,Bila Yier lemah lembut,orang lain akan berfikir aku lemah,Mama bilang ia ingin Yier bisa membuktikan dirinya dan tak di tekan oran lain karna berfikir ia lemah"
Lihatlah Sifat putrinya yang tegas dan imut ini,Long Mo langsung mencubit pipinya.
Lalu dengan lambaian lengan banjunya,Energi dari tubuh Long Mo mengalir keluar namun sangat tipis,dan bergerak menuju Suwa
Energi Long Mo perlahan menutupi tubuh Suwa yang tidak akan bisa di rasakan siapapun
Aliran hangat Suwa rasakan ,dan senyum.hangat muncul di bibirnya,ia tau bahwa suaminya pasti mengirim energinya untuk melindunginya .
__ADS_1
"Lalu...nona Mu apa anda tau kenapa saya muncul disini ?"kembali ke kenyataan,suara Suwa membawa rasa dingin
Mu Yan diam
Namun dalam.hatinya ia sudah sangat was-was.
Suwa perlahan melangkah kedepan dan jarak mereka berdua semakin tipis.
Mu Yan terpaku di tempat.Ia berdoa kakak seperguruannya akan segera datang
Sebenarnya ia datang sebagai perwakilan Sekte Xuan karna bakatnya yang paling menonjol,serta populernya dirinya
Namun tanpa disangka,iaa malah bertemu dengan orang yang dulu ia pikir sudah ia bereskan .
"Ckckck...kau tau Nona Mu,aku belum pernah menganggu mu kan?namun kau selalu mencari masalah padaku,bahkan dengan berani menyewa kamar dekat kamar aku dengan suami ku Dulu."
Mendengar bahwa Rahasia miiknya terbongkar,Mu Yan menatap perempuan di depannya horor dan rasa takut merayap ke tubuh dan jiwanya.
"Nona Mu...melirik pria orang lain itu adalah pelanggaran lohh...apalagi Suami milik orang .cckckckck cantik ,dan memiliki Kekuasaan ,memang Nona Mu berbakat dan pastinya banyak pria lain yang akan terpesona pada anda...."
Mu Yan mendengar hal itu mulai merasa tidak nyaman.
"Nona Mu...Seorang Wanita terhormat tidak akan menganggu hubungan orang lain apalagi keluarga orang lain.hanya satu kata untuk orang seperti anda yang suka melirik pasangan orang lain dan ingin merebut nya.M.U.R.A.H.A.N"
Dengan kalimat penuh penekanan,Suwa langsung mengeluarkan sihir angin ya dan mendoorong Mu Yan jatuh dan mencium tanah
"Akhhhhhh"
Suwa tersenyum dingin
Lalu berbalik pergi dan menarik tangan Long Mo membawanya pergi
Long Mo yang di pegang tersenyum sangat BAHAGIA ,ia berfikir bahwa Suwa sudah memaafkannya dan ia akhirnya bisa tidur sambil memeluk tubuh Istrinya.
Status Nikah,tapi bobo sendiri.
Suwa bisa merasakan bahwa suasana pria nya sangat cerah,dan entah kenapa Suwa merasa pria ini pasti merencanakan sesuatu padanya.
Long Su Yi yang berada di gendongan Ayahnya ,dengan ceria menarik narik rambut Long Mo dan terkikik gembira
Suwa dengan lembut berkata
"Yi'er taat,rambut Papa nanti rontok!"
Yiyi.kecil dengan cepat memasang wajah cemberut ,lalu memandang ayahnya dengan penuh keluhan
"Tidak apa.Rambut Papa kuat kok ,Samphoo berkualitas tinggi.Yiyi kecil bisa menariknya lagi"
Long Su Yi dengan bangga menatap ibunya dengan pandangan 'Lihat ini Mama!'
Suwa yang diberi tatapan seperti itu hanya mendesah pasrah dan melanjutkan perjalanan mereka kembali ke kediaman Wen.
__ADS_1
Tbc