
sekarang sudah memasuki semester 5.
"nggit"
"hm, apaan? "tanya inggit heran
"lu duluan aja deh,ntar baliknya gue udh janjian ama ka sean buat kerumahnya sekalian bantuin bi inah"ucap ana
Just info bi inah adalah pembantu dirumah sean and ana ini emang baru baru ini sedang dekat dengan bi inah,dia udh manganggap bi inah ini kek keluarganya sendiri.ya karna memang si ana ini orang tuanya berkerja diluar negri hingga membuat mereka terpaksa hrs melepas ana hidup sendirian di ibu kota.
And berhubung sean ga ngelarang juga(anggap aja ini hasil pencapain ana setelah usaha kerasnya ngedeketin sean, walaupun mereka masih ga ada hubungan sih)
"yeee gini nih temen sendiri dilupain"ucap inggit sambil misuh misuh
"bukan lupain njir, makanya cepetan cari cowo sana ngejomblo aja lu gue jodohin ama tiang baru tau rasa"ucap ana dengan muka watadosnya
"njing lu,lu kira gue apaan dijodohin ama tiang.mending ama oppa oppa gans iya"ucap inggit menampilkan wajah ga sukanya lalu berubah ngehalu setelah sampai dikata oppa
"oppa gue tuh sana pacarin"kata ana dengan mata mendelik,kebiasaan emang temennya satu ini udh kena virus
Virus virus apaan sih itu,nah kan ana lupa. Oh iya virus drakor heem
Setelah bebarapa saat mencerna apa yang dimaksud ana..
"bukan oppa itu sat"dengan satu tangannya inggit pun menepuk bahu ana dengan tidak santainya
"njing ga usah nabok juga kali"ucap ana sambil berancang ancang ingin membalas
Tapi sebelum itu inggit sudah terlebih dahulu kabur memasuki kelasnya
"Hahahhahaha bye bye sayang"ucap inggit dengan flying kiss nya
"JIJI NGGIT"
__ADS_1
"HaHAHAHAHA"
Bel masuk pun berbunyi mhsw/i mulai berlarian memasuki kelas nya masing" termasuk juga ana
Hingga akhirnya bel kemenangan pun berbunyi
"lu jadi bareng ka sean? "
"Hooh jadi kok"
.
"yaudah gue duluan ya bye"ucap inggit sambil berlalu yg hanya dibalas lambaian oleh ana
"woy cepetan ngapain masih bengong"satu motor sport terparkir tepat disamping ana dengan sean diatsnya
.
"hah? Oh iya tunggu"ucap ana sambil menaiki kuda besi itu
Yaitu muka datarnya
"hehehe kirain udh boleh"tangan nya pun bergeser jadi ke pundak kokoh seorang sean
Motor melaju kencang membelah kemacetan karna memang waktunya pun bertepatan dengan waktu org" pulang bekerja
Hingga mereka sampai didepan rumah yg terlihat tentram dan asri dengan nuansa minimalis karna hanya ditempati oleh sean saja.
Kenapa hanya sean? Dimana orang tuanya? Karna Sean memang memilih tinggal sendiri katanya sih biar mandiri. Padahal mah masih aja pake pembantu.
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam"ucap bi inah yg saat itu sedang membersihkan lemari kaca berisi koleksi piagam dan mendali kepemilikan sean
__ADS_1
"Bibi lagi apa hm"ucap ana yg membuat mukanya selucu mungkin dan bergelayut ditangan bi inah
Tapi hal itu tak berlangsung lama karna sebuah jitakan mendarat di dahinya
"awwww"ringis ana sambil megang dahinya yg kena jitak
"muka lu jelek kalo gitu"ucap sean dengan tampang datarnya
"yeeee napa sih iri ya sini sini ana gituin juga"ucap ana sambil merentangkan tangan nya dan mendekat ke sean
Tapi lagi dan lagi sebuah toyoran pun mendarat di dahi mulusnya yg disebabkan oleh oknum bernama sean ini.
"dih sana jauh jauh"ucapnya sambil berlalu ke kamar
Ana yg melihat itu hanya bisa cemberut hingga sebuah panggilan mengalihkan ekstensinya
"non ana"
"hah? Oh ya bi"ucap ana sambil membalikan badannya menghadap bi inah, setelah tadi menghadap kamar sean
"dari pada liatin kamar den sean mending bantuin bibi masak mau? "tanya bi inah
"MAU"ucap ana antusias,karna ana memang suka masak sih makanya dari awal pdkt udh berhubungan dengan makanan
"yaudah ganti bajunya dulu gih"
"Yess sir"sambil memperagakan hormat ana pun berlalu menuju kamar mandi untuk berganti pakaian,untuk antisipasi akan ada peperangan di dapur.
Dan selesailah ana berganti baju
"masak apaan nih bi? "tanya ana sambil memperhatikan setiap komponen yg ada
"hati sapi terayaki mau? "
__ADS_1
"mau"ana dan bi inah pun mulai memasak dan tanpa disadari ada sepasang mata yg sedang menatap mereka
"hm lumayan"dan berlalu pergi