My Promise Is Your Happiness

My Promise Is Your Happiness
Makan siang untuk suami


__ADS_3

Zayyan mengangkat pandangannya melihat yuri dari atas sampai bawah. Ia cukup terganggu dengan penampilan karyawannya itu namun ia berusaha tidak memperdulikan hal demikian yang menjadi masalah saat ini adalah laporan keuangan yang dibuat yuri.


"duduk dan lihat ini" zayyan melemparkan map yang dipegangnya itu kearah yuri


Yuri lalu duduk dikursi yang ada didepan zayyan, matanya terus menuju pada zayyan.


"hansome and coll" batin yuri


"hey kenapa kau melihatku? Lihat laporanmu ini" zayyan memukul pelan mejanya membuat yuri terkejut


"maaf tuan" yuri mengambil map itu lalu menganalisis laporan yang dibuatnya tetapi ia merasa tidak ada yang salah disana


"bagaimana? Apa kau sudah sadar atas kesalahan yang kau perbuat?" tanya zayyan dengan tegas


"maaf tuan saya merasa tidak ada yang salah dengan laporan saya ini, ya saya akui ada beberapa yang berubah tidak seperti laporan keuangan sebelumnya yang dibuat oleh ibu viny, saya memang awalnya sedikit keliru dan saya memutuskan membuat laporan ini dengan gaya saya sendiri dengan beberapa perubahan" terang yuri dengan percaya diri


brak..


lagi lagi zayyan menggebrak meja kerjanya dan membuat yuri kaget setengah mati sampai memegang dadanya


"dengan gayamu kau bilang? Kau pikir ini kantor nenek moyangmu sehingga kau bisa seenaknya" bentak zayyan


"maaf kan saya tuan, jika memang begitu saya mohon bimbingannya" ucap yuri sembari menunduk dalam dalam


zayyan meredam emosinya, hari ini adalah hari pertamanya bekerja setelah pernikahannya ia tidak ingin mood nya menjadi rusak, lagi pula yuri merupakan kepala divisi yang baru saja dipilih jadi memungkinkan jika memang ia sedikit keliru akan hal ini.


"lihat ini biar ku ajari" zayyan memutar laptopnya agar yuri bisa melihat apa yang diajarinya


"maaf tuan tidak kelihatan" ucap yuri


"kalau begitu berdiri disini" perintah zayyan agar yuri berdiri disamping kursi yang ia duduki.


"baiklah" yuri lalu melenggang lalu berdiri disamping zayyan

__ADS_1


dengan serius zayyan menjelaskan hal hal yang yuri masih keliru, sesekali zayyan bertanya apa yuri sudah paham dan yuri menjawab itu dengan anggukan


Beberapa saat kemudian ziva masuk kedalam ruangan suaminya tanpa mengetuk pintu ruangan tersebut.


"suamiku aku datang" ucap ziva pelan


Ia langsung terpaku dengan pemandangan didepannya, sebenarnya tidak ada yang aneh suaminya sedang menjelaskan sesuatu pada salah satu karyawannya namun posisi karyawan itu membuat ziva naik tensi.


Bagaimana tidak yuri terlihat sedikit menunduk untuk mensejajarkan posisinya dengan zayyan lalu ia dengan sengaja mendekat buah dadanya yang begitu berisi pada pundak zayyan ditambah lagi dengan baju yang ia kenakan berbelahan dada rendah membuat isinya terpampang dengan begitu nyata.


"sayang kau sudah datang" ucap zayyan


"suamiku kalau kau masih ada pekerjaan lanjutkan saja aku akan menunggumu disini" ziva mendaratkan bokongnya disofa


"baiklah kalau begitu tunggulah sebentar" zayyan kembali menyuruh yuri untuk fokus dan memperhatikan apa yang ia jelaskan


sesekali yuri menatap ziva dengan sinis, sementara ziva netranya tidak pernah lepas dari kedua insan didepannya itu.


"apa kau sudah paham semua?" tanya zayyan


"baiklah, aku harap kau tidak lagi membuat kesalahan, dan ini segera perbaiki laporanmu" zayyan menyerahkan map itu pada yuri


"saya pamit undur diri tuan" ucap yuri sedikit membungkukkan tubuhnya lalu memutar langkahnya untuk pergi namun suara ziva menahan


"hey, perbaiki cara berpakaianmu ya" ucap ziva dengan sopan


"maaf nyonya apa ada yang salah dengan pakaianku?" tanya yuri dengan sinis


"tentu saja, pakaianmu kurang sopan" ketus ziva


"selama CEO perusahaan ini tidak mempermasalahkan itu maka aku tidak perlu mendengarkan orang lain" ucap yuri tidak kalah sinis


"hey" ziva naik pitam, ia berdiri dan menunjuk kearah yuri

__ADS_1


"sayang ayolah kenapa kau jadi marah" ucap zayyan sembari merangkul istrinya


"suamiku ajari karyawanmu itu" ketus ziva


"yuri istriku benar, pakaianmu itu lebih cocok untuk dipakai ke club malam bukan untuk dikantorku ini" ucap zayyan dengan tegas


"maaf tuan" yuri melanjutkan langkahnya dan keluar dari ruangan itu


setelah kepergian yuri zayyan langsung meneangkan istrinya yang sudah tersulut emosi itu.


"sayang jangan membuat moodmu rusak" ucap zayyan


"suamiku aku tidak suka pada karyawanmu itu dia sangat sangat genit" ucap ziva


"biarlah sayang jangan kau pikirkan" ucap zayyan dengan santai


"ck" ziva mendesis kesal


mereka lalu makan siang bersama sama, namun sebelum itu zayyan telah menghubungi asistennya defri untuk membuat pengumuman mengenai peraturan baru diperusahaan harus mengenakan pakaian sopan saat jam kerja dan jika masih ada yang melanggar dengan masih mengenakan pakaian **** maka akan dikenakan sanksi.


"baiklah suamiku aku akan pulang, kau lanjutkan pekerjaanmu dengan baik dan benar" ucap ziva sembari merapikan alat makannya


"sayang kenapa buru-buru" zayyan merangkul pinggang istrinya lalu mulai mengendus lengan ziva yang terekspos karena istrinya hanya memakai dress berlengan pendek


"suamiku tolong jangan aneh aneh" ziva mulai merasakan hawa hawa panas diantara ia dan suaminya


"bagaimana jika kita ke ruangan pribadiku?" ajak zayyan


"hey ayolah ini kantor jangan mesum" ucap ziva panik


"tapi kau jangan lupa sayang ini kantorku maka aku bebas melakukan apapun" zayyan langsung menggendong ziva dan membawanya kekamar pribadinya yang tersembunyi diruangan itu tanpa memperdulikan istrinya yang memberontak dalam gendongannya


Alhasil terjadilah pergumulan panas didalam sana, zayyan berhasil menggempur istrinya walau hanya 1 ronde namun mereka sama sama terpuaskan dan juga mengingat posisi mereka yang masih berada dikantor.

__ADS_1



Penampilan nyonya richard saat membawakan makan siang untuk sang suami:)


__ADS_2