
Keesokkan harinya...
"Hmm...nampaknya masih banyak rahsia yang saya tak tahu.Tapi kenapa aryan nak saya tahu tentang kisah keluarganya?"bisik hati yuna pelik duduk diruang tamu
"..."tenang tidur diatas sofa dihadapan yuna
"Kenapa aryan tak tidur dalam bilik?"bisik hati yuna pelik melihat aryan
"Hah..."aryan tenang membuka matanya perlahan-lahan sebelum bangun dari baringannya
"Selamat pagi...kenapa awak tidur disini?"tanya yuna ceria melihat aryan
"Pagi...saya tertidur masa siapkan fail mesyuarat pengawas semalam"kata aryan tenang menyusun 3 buah fail yang agak tebal
"Banyaknya..."kata yuna tenang melihat fail tersebut
"Semua ini rekod kesalahan pelajar yang mulakan konflik itu"kata aryan tenang membawa fail tersebut simpan didalam almari peti besi dibelakang gambar
"Oh,bukankah ia sudah lama berlalu?Kenapa nak buka cerita itu semula?"tanya yuna pelik
"Sebab keluarga mereka tak puas hati dengan keputusan papa untuk buang mereka dari akademi"kata aryan tenang sambil menahan sakit
"Papa ajak sarapan"kata henry tenang meluhat yuna dan aryan
"Uhuk!uhuk!uhuk!"aryan tiba-tiba terbatuk sehingga mulutnya terkeluar darah serta dimatanya
"Ayran,awak okey tak?"tanya yuna cuba menghampiri arya
"Jangan dekat!!!"kata aryan tegas sebelum terduduk dilantai sambil menahan sakit
"Hah?"henry pelik melihat seorang lelaki memakai pakaian serba hitam memasuki rumah tersebut
"Tuan muda,saya akan bawa tuan pulang"kata mikael tersenyum tenang sambil mengangkat tubuh aryan yang semakin lemah
__ADS_1
"Hah..."aryan cuba melihat sekeliling namun pandangannya semakin kabur
"Kau siapa?"tanya henry tegas
"Tuan henry tak kenal saya tapi saya kenal tuan sejak dulu lagi"kata mikhael tersenyum tenang menunjukkan gigi taringnya
"Awak dari keturunan keluarga aslan juga?"kata yuna teringat tentang ciri-ciri yang terdapat dalam buku aryan beri semalam
"Betul,nama saya mikael...saya kena minta diri dulu"kata mikael tersenyum tenang berdiri dihadapan yuna
"Cari saya...buku itu akan bawa kalian kesana..." kata aryan tenang memegang tangan yuna sebelum hilang disebalik asap hitam
"Buku itu?"kata yuna terus berlari ke dalam biliknya untuk mengambil buku tersebut
Pada waktu yang sama...
"Macam mana keadaan aryan?"tanya maria mengusap kepala anaknya dengan lembut apabila aryan masih tak sedarkan diri
"Adakah sebab aryan tinggal disana melebihi masanya?"tanya maria inginkan kepastian
"Ya...saya rasa aryan jatuh sakit dan tak cukup rehat dalam minggu ini"kata mikael tenang membersihkan badan aryan dengan kain basah
"Macam itu rupanya...ada apa-apa lagi yang kamu tak beritahu?"tanya maria sedih memegang wajah anaknya kesayangnya
"Buat masa ini tak ada apa-apa"kata mikael tenang melihat maria
"Saya harap aryan tak akan apa-apa"kata maria tenang
"Jangan risau,saya akan jaga tuan muda dengan baik"kata mikael dengan berjanji setia
"Mikeal,kamu memang setia dengan keluarga ini"kata maria tenang
__ADS_1
"Saya sanggup buat apa sahaja untuk madam"kata mikael tunduk hormat
Pada petang itu...
"Buku ini akan bawa kita kesana?"tanya papa tenang melihat buku tersebut
"Ya,itulah yang aryan cakap"kata yuna tenang membuka buku tersebut
"Di hutan yang jauh dari bandar,waktu malam dengan bulan purnama akan menunjukkan jalan ke pintu dunia serigala"kata henry tenang membaca petikan yang ada pada buku
"Hutan yang jauh dari bandar?"kata papa tenang melihat petikan tersebut dan cuba ingat tempat kesukaan aryan untuk melihat tahi bintang bulan lepas
"Bulan purnama akan menunjukkan jalan ke pintu dunia serigala pula?"tanya yuna pelik
"Pintu dunia serigala adalah tempat mereka berada sekarang...maksudnya dia nak kita ikut arah cahaya bulan"kata henry dengan yakin
"Tapi dekat situ ada hutan je...dia nak kita masuk dalam hutan ke?"tanya yuna baru teringat tentang tempat tersebut
"Nampaknya macam itulah"papa tenang melihat menutup buku tersebut sebelum memasuki biliknya untuk bersiap-siap
__ADS_1