
Saat Rey sedang memeluk Nayla tiba tiba saja Nayla langsung mengerjapkan kedua matanya karena merasa terkejut saat Rey semakin mengeratkan pelukanya
"Rey....." ucapnya dengan suara khas habis orang bangun tidur sambil mengucek ucek matanya "Kau baik baik saja...? " timpalnya membalas pelukan suaminya itu
"Hmmm.... aku baik" sautnya
"Rey.... maafkan aku" ucap Nayla
"Untuk apa...?" tanya Rey seraya melepaskan pelukannya
"maaf karena aku membuatmu marah tadi" saut Nayla
"Tidak aku tidak marah padamu" saut Rey "tapi aku kesal padamu" timpalnya tertawa kecil
"kalau begitu sebagai permohonan maafku padamu, kau boleh meminta apapun padaku" saut Nayla melebarkan senyumnya "Aku akan memenuhi permintaanmu" timpalnya
"Benarkah..., kau yakin akan memenuhi semua permintaanku" saut Rey main mata dengan istrinya
"Kalau permintaanmu bukan yang aneh aneh..., seperti mengambil bintang di langit dan lain lain " saut Nayla terkekeh "aku pasti bisaa" timpalnya
"Kalau begitu aku minta..... " saut Rey
"Minta apa..?? " tanya Nayla
"Anak... " saut Rey singkat padat dan jelas membuat Nayla berusaha keras mencerna perkataanya, setelah beberapa saat dia baru bisa memahami permintaan suaminya
"(bersemu merah) A-anak.. " ucap Nayla dan Rey pun mengangguk anggukan kepalanya
"Aku mau kau melahirkan anak untuku" timpal Rey penuh harapan
"Baiklah apapun permintaanmu, aku akan memenuhinya" saut Nayla malu malu tapi mau
"Satu lagi..., aku mau kau menerima hadiah pernikahan dari papa dan mama..., ayo kita pergi bulan madu " ucap Rey tersenyum
***
Flashback
Keesokan malamnya setelah Rey dan Nayla pindah kerumah mereka yang baru, ternyata Faisal dan Bianka mengunjungi mereka, dengan maksud ingin memberikan hadiah pernikahan kepada menantu dan putri kesayangan mereka.
"Papa dan mama sudah sepakat akan memberikan kaliah hadiah pernikahan paket honeymoon" ucap Faisal melebarkan senyumnya "kalian tinggal pilih ingin pergi bulan madu kemanapun kalian suka" timpalnya
"hadiah Bu-bulan madu" saut Nayla terkejut
"Iya nak mama dan papa memberikan hadiah paket honeymoon pada kalian" saut Bianka
" maa..! paa..! bulan madu di rumah kan sama saja" celutuk Nayla tekekeh
"Kamu ini..., jelas beda lah" saut Faisal "anggap saja kalian berdua bisa liburan berdua di luar sana" timpalnya
"Kalau Rey bagaimana..., apa kamu setuju" tanya Rey
"Rey setuju saja sihh..., tapi kalau Nayla tidak setuju lebih baik tidak usah saja" saut Rey
"Nayla sayang ini kan hadiah spesial dari mama sama papa, masa kamu gak mau terima" ucap bianka agak kecewa
"Begini saja... kalian coba pikirkan dulu sama sama, nanti kalau kalian berubah pikiran kalian bisa bilang ke papa" imbuh Faisal
__ADS_1
"Hmmm oke paa" Saut Nayla
"Kalau begitu mama sama papa pulang dulu" ucap Faisal "sudah malam" timpalnya
"Rey antar keluar" saut Rey dan Faisal mengiyakannya
Flashback end.
"Bagaimana..." tanya Rey
"Sudah kubilang kalau permintaanmu bukan yang aneh aneh aku akan menurutinya" saut Nayla memukul halus pundak suamiya "aku akan menerimanya" timpalnya melebarkan senyum manisnya
"trimakasih" saut Rey memeluk tubuh istrinya
"aku mau mandi dulu... " ucap Nayla melepas pelukan Rey "badanku pasti bau sekali" timpalnya
"Hmm bau sekali" saut Rey
"Tuhh kan bau....," celutuk Nayla
"iya...., bau harum" saut Rey tertawa
"Kau ini... menyebalkan sekali aku serius" ketus Nayla "minggir aku mau mandi" timpalnya
"Apa kau mau aku bantu mandi lagi" goda Rey menahan senyumnya
"Tidak....!! aku bisa mandi sendiri" saut Nayla langsung beranjak pergi mandi
Tak terasa waktu sudah berganti malam, Nayla dan Rey sekarang sedang sibuk memakan makan malam yang disiapkan oleh bi mila. setelah makan mereka berdua berencana ingin mengunjungi mama bi dan papa ical di rumahnya untuk memberitahu kalau mereka akan menerima hadiah pernikahan bulan madu dari mereka.
"Jadi kapan kalian berencana pergi bulan madu" tanya Faisal
"Kalau itu, nanti Rey dan Nayla usahakan akan pergi secepatnya" saut Rey
"Baguslah..., jangan lupa kabar baiknya yaa" goda Bianka
"Mama..., jangan buat Nayla malu ihh" saut Nayla wajahnya memerah seperti tomat
"kalian rencananya mau pergi bulan madu kemana" tanya Bianka
"sayang kau mau pergi kemana" tanya Rey
"Italy tepatnya di kota Venesia " sautnya singkat padat dan jelas
"Baiklah..., nanti kalau kalian sudah siap papa akan menyiapkan semuanya termasuk keberangkatan kalian ke Venesia" ucap Faisal
"Papa mama trimakasih" ucap Rey lalu di ikuti oleh Nayla
"Kalian mau pulang..?" tanya Bianka dan Rey mengiyakannya "Hari sudah larut lebih baik kalian tidur disini..., besok baru pulang" ucapnya
"Iya deh maa" celutuk Nayla melebarkan senyumnya
Mereka membincangkan banyak sekali hal sampai tak terasa hari sudah sangat larut, setelah itu mereka semua kembali ke kamar mereka masing masing, saat sampai di kamar Nayla dan Rey masih belum tidur, mereka berdua masih sibuk membicarakan kenapa Nayla memilih Venesia untuk honeymoon mereka, ternyata alasan Nayla memilih Venesia adalah karena dia ingin mengetahui peningkatannya dalam berbahasa Italia secara langsung disana. sekarang sudah hampir jam 11 malam, Rey meminta Nayla untuk tidur namun kedua matanya tidak bisa pejam pejam dari tadi.
"Kenapa kau masih belum tidur... " tanya Rey " kau mau aku memejamkan kedua matamu" timpalnya menahan senyumya
"Iya iya aku tidur" saut Nayla "dasar bawel" timpalnya tidur membelakangi Rey
__ADS_1
"Kenapa kau membelakangiku" tanya Rey
"Bukan urusanmu..." ketus Nayla
"Kenapa kau jadi marah seperti ini" tanya Rey menarik tangan Nayla agar menghadap penuh kearahnya "Cepat tidur..." timpalnya
"Orang ini.... menyebalkan sekali" gumam Nayla dalam hati
"Rey... " ucap Nayla
"Hmm apa...? " sautnya
"Apa aku bisa melanjutkan kuliahku" tanya Nayla
"Kau mau kuliah" saut Rey mengerjapkan matanya kembali
"Hmm aku merasa bosan sekali kalau hanya diam di rumah" sautnya
"Baiklah...., nanti aku akan mengurusnya" saut Rey
"Trimakasihh" ucap Nayla
"Sekarang cepat tidur..., jangan banyak alasan" ketus Rey membuat Nayla mengumpat kesal untuk tidur
"Dipaksakan seperti apapun, kalau tidak mengantuk mana bisa tidur" gumam Nayla dalam hati. "Apa dia sudah tidur" timpalnya membuka sebelah matanya. "Woahh dia sudah tertidur" girangnya
"Masih belum tidur...!! kau mau aku membuatmu tertidur dengan caraku" ketus Rey masih memejamkan kedua matanya
"Gawat..? dia masih belum tidur, padahal matanya sudah terpejam seperti itu" gumam Nayla
"Tidak..., aku bisa tidur sendiri" celutuk Nayla langsung memejamkan kedua matanya kembali
"Baguslah kalau begitu" saut Rey
"Kau juga kenapa masih belum tidur" tanya Nayla mengerjapkan matanya kembali
"Kalau aku tidur.., nanti kau tidak akan tidur sampai pagi" saut Rey
"Aku hanya merasa masih belum mengantuk sajaa" saut Nayla terkekeh
"Cepat tidur..., jangan banyak alasan" ketus Rey menatap tajam kedua mata istrinya membuatnya ketakutan setengah mati
"Iya iyaa..., dasar bawel" saut Nayla memejamkan paksa kedua matanya
Setelah berdebat sekian lama mereka berdua pun akhirnya tertidur pulas sekali, sambil mengeratka pelukannya masing masing
.
.
.
.
.
.
__ADS_1