
Ice POV
Sejak lama liburan, akhirnya gue masuk juga... masuk sekolah berkualitas ini, tapi untung juga... kangen dia, udah lama ga ketemuuu... Pengen ketemu, pengen ngomong, pengen bertengkar lagi sama dia, hehe tugas pertama gue tuh bertengkar sama dia...
"Hai Iceee!!" Sapa temen gue.
"Hai!" Sapa gue balik.
"Icee..." panggil temen gue yang ngeliat gue lewat.
"Hai!" Balas gue sambil melambaikan tangan.
"Ice Preechaya Waismay...." seorang gadis yang suaranya sangat gue kenal memanggil gue dan lari memeluk gue.
Gue membalas pelukannya.
"Kangen euyy..." gue memeluknya tambah erat.
"Euyy, nanti gue matii ke bunuh lo... gabisa nafas oy!" Gue melepas pelukan yang sungguh eratnya dan tersenyum lebar.
Anessean laydinary, sahabat gue sejak SD.
"Btw siapa nama lo ya? Kok gue lupa??" Tanya gue tersenyum jahil.
"Lo ngelupain gue?? Okee, gue bakal bilangin Sea biar lupain lo juga.." balas dinary yang tersenyum miring.
"Ouyy... oke okeee... my princess Dinaryyy... nama lo se unik gitu, gue ga bakal lupaaa..."
"Yaudah, ke kelas yuk, nemuin gebet lo.." gue langsung menarik tangan Dinary dan berlari ke kelas.
Di depan kelas, kaki gue terasa kaku untuk masuk ke kelas entah kenapa, mungkin karena ada pacar Sea, Clarissa Arabelle hanya berdua dengan Sea di kelas.
"Sabar Ice, lagi bentar juga pasti keluar kak Clarissa..." Dinary berusaha menghibur gue yang sedang tidak enak mata melihat mereka berduaan.
"Baru masuk gue udah lihat pemandangan yang jelek gini ry.." sambung gue.
Dengan terpaksanya, gue masuk ke kelas itu dan langsung duduk di bangku gue tanpa menyapa Sea. Gue ngelihat jendela samping bangku gue dengan tatapan kosong.
"Icee.." panggil Sea yang membuat gue menoleh spontan ke arah mereka berdua.
"Tolong fotoin gue sama kak Clarissa..." Sea memberikan kameranya kepada gue.
Gue mengambil kamera tersebut dan memotret mereka berdua.
Foto pertama, mereka mendekatkan wajahnya, sangat dekat dan melihat ke arah kamera.
Foto kedua, mereka menaikkan tangan mereka ke atas meja dan membentuk jantung dengan menempelkan jari jari tangan mereka.
Foto ketiga, Sea mencium pipi kak Clarissa sambil menutup matanya.
Sakit bat, gue berusaha tersenyum penuh paksaan.
"Makasih yaw..." kata kak Clarissa.
'Makasi juga udah buat gue sakit kak..' pikir gue.
Gue hanya sedikit mengangguk dan kembali ke tempat duduk.
"Ice--" kata Dinary terpotong.
"Iya gue sakit, kenapa ga lo aja sih yang di suruh fotoin??" Potong gue pelan.
"Lo mau gue bilangin ke dia kalau lo suka dia?" Tanya dinary.
__ADS_1
"Kita sudah pernah bahas ini Ry.. dan gue sudah bilang ke lo kalo--" kata gue terpotong.
"Kalo lo ga mau biar dia tahu..." potong Dinary.
"Gue tau, tapi gua ga mau lihat lo sakit Ice!" Sambung dinary.
"Biar aja, kadang kalau lo bilang, bisa aja gue tambah sakit.." jawab gue.
"Yaudah terserah lo deh.." jawab Dinary pasrah.
"Cieeeee Seaaa, so sweet banget lo sama kak Clarissa.." kata salah satu temen gue di kelas yang masuk tiba tiba.
Sea dan kak Clarissa hanya tersenyum puas.
"Sayang, aku pergi dulu yaa..." kata kak Clarissa.
"Iyaa yang, hehe..." jawab Sea tertawa tanpa paksaan.
Gue berusaha ga lihat mereka berdua, berusaha menganggap mereka ga ada.
"Oy Sea! Lain kali kalau mau ngapel tuh jangan dikelas!! Kasian yang jomblo..." Dinary.
"Wuih, kasian yang jomblo atau lo yang cemburu Ry??" Balas Sea kegeeran.
"Geer lo monyet! Muka kayak monyet gitu, gue ga bakal suka" Dinary membalas kesal.
"Yaudah.. Kak Clarissa itu the best bagi gue, walau ada yang cemburu gue ga peduli, tapi untunglah lo ga cemburu..." Sea menjadi serius seketika.
Author POV
"BERHENTI NGOMONG WOY! GUE MAU BELAJAR!" kelas menjadi hening seketika mendengar suara Ice.
"We, kenapa lo? Ooh atau lo yang ga sudi denger?? Lo cemburu Ice??" Sea mencoba memancing marah Ice.
"Orang kayak gue?? Mau cemburu sama lo??? Yang bener aja, Ga bakal woy!" Ice melemparkan kertas sampahnya yang sedari tadi ia genggam ke arah Sea.
"Whaaahhahhaha.." Sea tertawa keras.
"Gila lo Sea, tapi masih tetep sayang:')"
Ice memalingkan wajahnya dan lanjut menggambar sesuatu yang tidak jelas di buku catatannya itu
"Itu lo belajar atau ngapain??" Sea memperhatikan apa yang sednag dilakukan Ice.
"Belajar lah, Lo ga liat buku di atas meja gue??"
"Buku yang lo baca kebalik"
"Ha?" Ice membalas dengan suara yang sangat kecil dan melihat ke arah bukunya. Dan benar, terbalik T_T
Tangan Ice pelan pelan bergerak memperbaiki bukunya yang terbalik.
"Lambat banget, ngebalikin buku aja se lambat itu, kapan lo bisa gerak cepat?" Masih saja Sea memperhatikan Ice, gimana cara Ice tidak memendam perasaan dengan Sea?
Sekali lagi Ice menoleh ke arah Sea dengan tatapan jengkelnya. Sea tersenyum usil.
"Lo tuh memang... ihh!!" Ice menunjukkan kepalan tangannya kepada Sea.
"Lo pikir gue takut?"
"Tangan sekecil itu gue ga bakal takut.." sambung Sea.
"Nih lebih besar.." Sea menunjukkan kepalan tangannya.
__ADS_1
Sea sedikit tertawa melihat ekspresi Ice sekarang, sangat lucu.
"Panggilan kepada semua ketua kelas, kelas sebelas agar segera berkumpul di ruang osis sekarang juga, sekian terima kasih"
"Bye Ice, Moga lo gak kangen sama gue.." Sea tersenyum usil lagi dan pergi.
*K*angen? Pasti:') -Ice
Beberapa menit kemudian, Sea balik ke kelas,
"Jadi, tadi gue di suruh kumpul itu, kita di suruh pilih pentas seni antara drama sama dance, kalo drama kita gausah langsung tampil, jadi kita syuting aja nanti videonya yang di tampilin, kalo dance langsung tampil... kita pilih satu, kalian setuju yang mana?"
"Hah? Gak ada yang lain? Kapan di pentasin??" Fallet terlihat terkejut dengan perkataan Sea.
"Minggu depan"
"Hahh??"
"Gimanain ni??"
"Ihh, nyusahin banget sih!"
Dan lain sebagainya:)
"Gue kayaknya gak mungkin bisa nampilin antara dance sama drama!!" Dinary.
"Ga ada yang ga mungkin, Ingat itu!" Sea melipat tangannya di depan dada sambil membawa pulpennya di tangan yang berada di depan hadapan murid kelasnya itu.
"Kenapa lo percaya gitu?" Tanya Ice yang dari tadi memperhatikan pembicaraan Sea di depan kelas.
"Karena kita udah satu team! Kelas ini sudah ada di tangan kita. Dan kita harus melakukan semua yang membuat kelas kita menonjol..." Jelas Sea yang perkataannya terdengar keren.
"Wait yah, sejak kapan gue satu team sama lo, Sea? Kita kan ga pernah ga bertengkar, bahkan sehari pun gabisa ga bertengkar" Lanjut Ice.
"Iya, setau gue kita memang ga pernah ga bertengkar, oke gini aja, kita lakuin perdamaian sementara aja, sampai selesai tampil minggu depan, baru kita mulai lagi pertengkarannya... deal?" Tanya Sea.
"Hm, deal." jawab Ice yakin.
"Oke, jadi tolong vote, mau pensi apa?? Drama atau dance atau.... lainnya?" Tanya Sea.
"Gue pilih drama..." kata Ice langsung.
"Gue udah tahu lo pasti pilih drama, lo kan memang drama queen??!!" Lanjut Sea yang tentunya membuat Ice mulai kesal.
"Apa maksud lo gue drama queen??" Bentak Ice yang darah nya mulai naik.
"Lo kan memang gitu--" bentak Sea balik dan di potong oleh Ice.
"Trus lo apa??! Lo super drama king kan???" Kata Ice yang langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Udah udahh..... stoppppp.... katanya mau baikan sementara..." kata Dinary.
"Ry! Lo temen gue kan?? Atau temen Sea?" Tanya Ice kesal.
"Iyaaaaaaaaa Iceeeee.... gue masih satu team sama looo... gue cuma mau nenangin kelas ajaa.." kata Dinary.
"Yaudah! Demi lo gue berhenti..." kata Ice kepada Dinary.
"Bulan depan pertengkaran kita dimulai lagi!! Ingat itu! Gue israel, lo Afghanistan.." sambung Ice.
"Pasti!" Balas Sea spontan.
Siapa yang nungguin kelanjutannya ya? Ga ada:) I know that:' ga nunggu ga apa yang penting jangan jadi silence reader.. vote aja ketik satu bintang, makasih:)
__ADS_1
-Eileen