
Saat sudah ada di depan kak rey, airent langsung tersenyum ke arah cowok itu
" Hai kak Rey " kata airent menyapa dengan tersenyum lebar
" Oh hai, airent kan " kata kak Rey menjawab dengan senyuman juga
" Eh iya kak Rey, apa kabar kak ? " Tanya airent dengan ramah nya
" Aku baik rent, oh ya, sini duduk rent " ajak kak Rey sambil memeluk beluk kursi berwarna biru metalik Yanga ada di sebelah nya itu, airent yang tadi nya gugup pun memberanikan diri untuk duduk di sana
" Eh makasih kak " kata airent dengan sedikit rasa canggung
" Oh gak apa apa kok, gak usah canggung gitu kok airent. Biasa aja deh, malu banget kayak nya kamu yah, udah formal aja bicara nya, kayak sama siapa aja deh kamu rent " kata kak Rey dengan tersenyum penuh, dan membuat hati airent seketika tengah maraton
" Hehehe, iya kak " jawab airent dengan cengengesan khas nya itu
" Eh sambil nunggu, lebih baik main tanya jawab yuk " ajak kak Rey
__ADS_1
" Eh, , , ummm,, oo,, oke kak " kata airent dengan nada yang gugup
" Aku yang tanya duluan ya, kamu nanti yang jawab oke " ucap kak Rey
" Eh, oke kak " kata airent dengan nada yang semangat
" Oke, apa beda kamu sama pelangi ? " Kata kak Rey bertanya
" Uumm, , gak tau sih kak. Apa karena pelangi di awan, aku di bumi " kata airent dengan wajah polosnya
" Hahahaha, polos banget sih wajah mu rent. Tapi jawaban kamu kurang tepat jadi salah " kata kak Rey sambil tertawa
" Kalo pelangi tuh mewarnai hari hari kita dan dia berada di tas sana di langit. Kalo kamu tuh mewarnai hari hari ku dan berada di dalam hati ku " Bluushh pipi airent merah merona seketika, karena kata kata dari seorang kak Rey itu membuat jantung nya tengah berlari 60km / menit nya.
" Hahaha, pipi kamu merah tuh rent " kata kak Rey tertawa melihat ekspresi airent tanpa ekspresi apa pun tapi pipi nya tetap merah merona
" Ishh, , , ehh, , , uumm. Ma , , masa sih k, , , kak ? " Kata airent dengan nada bicara yang benar benar gugup
__ADS_1
" Hahahah, iya tuh. Udah kayak kepiting rebus aja pipi mu rent " kata kak Rey sambil tertawa terbahak bahak
" Ah, kak aku pergi dulu ya. Bentar lagi senam nya udah mulai, sampai bertemu lagi ya kak Rey, bye " kata airent sambil melambaikan tangan nya ke arah kak Rey yang masih senyum senyum, sungguh kala itu airent benar benar merasakan yang namanya malu
Airent pun berjalan menuju ke arah sahabat nya eline yang sekarang berada di belakang kali lapangan sambil duduk di bawah pohon Angsana yang sangat sangat besar itu.
" Eh kamu rent, gimana nyapa kak Rey nya. Lancar gak " tanya eline dengan kekepoan khas nya itu
" Ihh , , udah ah gak usah dibahas yang soal itu mah " gumam airent
" Eh, emang kenapa rent. Btw, kenapa pipi kamu udah merah merona gitu udah kayak kepiting rebus loh rent " tanya eline dengan sangat penasaran
" Ah,, uumm,, itu ,,ini gak apa apa kok line. Kena matahari aja tadi " kata airent berbohong kepada eline
" Kamu bohong ya rent, aku tau kok kamu pasti malu. Walau aku baru berteman sama kamu tuh, aku tau kalo kamu bohong , soalnya kalo kamu tuh bohong tiba tiba gugup dan ngomong nya jadi gagap gitu, mana mutar bola mata nya 2 kali lagi, aku tau loh rent. Gak usah bohong deh, ceritain ayooo. Kamu kenaa tuh sama pipi nya, apa yang dilakukan kak eynold rent " kata eline
" Ah, masa sih Lo line. Kayak nya enggak deh, gue gak bohong loh line " kata airent yang masih tetap kukuh dengan kebohongan nya yang tidak bisa berbohong itu
__ADS_1
" Hahahah, ayooo kenapa ayooo. Cerita in lah, gimana tadi tuh, ceritain juga kenapa tuh pipi merah, gak usah bohong deh kamu rent, aku tauu loh " kata eline