
satu bulan yang lalu riki hanyalah seorang siswa sma biasa di surabaya, saat pagi dia bersekolah, siangnya dia pergi bekerja, dan setiap malamnya dia berlatih beladiri yang diajarkan oleh kakeknya, tapi semenjak kepergian kakeknya. dia seperti kehilangan kontrol atas dirinya setiap harinya dia mencari musuh musuh untuk dia bertarung denganya setiap malam dia berburu begal, pencuri, perampok, pengedar, hingga dia merasa dia adalah pahlawan, geng geng penjarah yang membuat kerusakan. maski dia menangkap para penjahat dan membawanya kepolisi tapi mereka semua telah diambang kematian(keritis).dia seperti tenggelam akan kesombongan, hingga iya menyadari tindakannya selama ini bukanya menyatukan. dia semakin banyak memiliki musuh dan orang orang yang menantangnya dan itu tidak seperti yg iya inginkan.
keesokan paginya setelah bertemu ruru..
koko dan riki duduk santai dipinggir pantai
koko"tuan, apakah dua pedang kembarmu itu diberikan oleh gurumu. dan siapakah gurumu itu tuan aku tidak pernah melihat beladiri silat seperti yang sebelumnya."
riki"koko, kau tidak perlu memanggilku tuan,tuan. seperti tuan tanah yang menagih hutang saja.panggil saja namaku, riki. yang super ganteng ini."
koko."oh..maaf tuan riki si super ganteng."
riki."eh....".
koko."pft..".
riki, koko."hahaahahaha." mereka tertawa karnajawaban koko.
riki."makasih ya ko, waktuitu kamu juga ikut bantuin aku, sama kayak rey. kalo bukan karnanya, aku mungkin juga sudah menghilangkan geng naga putih ini. oh ya bener katamu tadi pedang kembar ini diberikan oleh guruku tapi lebih tepatnya dia juga kakekku. dia satu satunya kenanganku dengan keluargaku."
koko"dia.??" riki "aku menamai pedangku sam dan su, kata kakek aku harus memberinya nama."
__ADS_1
saat mengobrol dengan koko tiba tiba telfon riki bergetar, ada panggilan masuk padahal sudah lama tidak pernah ada yang memanggil ke telfonnya. riki melihat ternyata nomer tak bernama.
riki mengangkatnya dan suara wanita.
ternyata itu ruru.
ruru dengan panik " rik, kamu bisa bantu aku gak. ada orang jahat yang nyari nyarik aku, tadi aku gak sengaja nyenggol satu motor tapi malah yang jatoh semua.aku mau nelfon polisi kayaknya udah gak sempet. cuma kamu yang paling deket sama posisi aku sekarang. tapi kayaknya mereka kayak segeng gitu."
riki." ruru kamu tenang dulu, kamu dimana biar aku jemput."
ruru." aku di gang sebela mini market di dekat jembatan kembar."
riki"ok, aku kesana sekarang."menutup telfon.
koko"eh.kenapa kok anda buru buru."
riki." ada masalah sama ruru."
koko"ruru yang tadi malem."
riki"ya. ada yang coba mengancamnya.
__ADS_1
oh,ya ko maaf kalo nanti motornya aku baliki gak utuh."
koko" ya koko udah siapin garansinya, kalo masih utuh itu bukan riki sisuper ganteng lagi."
riki pun menuju tempat yang dikatakan ruru.
sampai disana riki melihat ruru yang sudah dikepung lebih dari 10 orang. riki langsung mempercepat motornya saat mendekati nya riki melompat kebelakang membiarkan motor menabrak orang orang tersebut. bom suara keras lampu depan sepion dengan remnya patah, padahal baru beli dan dipakai satu minggu sama koko.
tiga orang tertabrak.satu tak sadarkan diri dua diantaranya lumpuh.
riki"kalian berani menggagu temanku, apa kalian sudah bosan bernafas, dilihat dari penampilan kalian, kalian dari geng buaya putih, sejak kapan buaya putih berani melanggar batas wilayah. hah..".
salah satu anggota"siapa kau berani menantang buaya putih dan pergi sendirian kesini menantang kami semua aku sendiri saja sudah dapat membuatmu memohon ampun belas kasihan didepan gadismu ini."
semua anggoa buaya putih tertawa pada saat itu.
tapi yang paling besar dan kuat di antara geng tersebut pada saat itu langsung menghadap riki dan
ternyata dia adalah pemimpinya diapun langsung bersujud dan memohon ampun sampai mengeluarkan air mata untuk meminta belaskasih riki.
"tuan ampuni aku, isteriku sedang mengandung sudah sembilan bulan, kasihanilah aku apajadinya anaku bila tak pernah melihat ayahnya tolong.. tolong.. tolong.. ampuniaku tuan riki ampuni nyawaku."
__ADS_1
seluruh anakbuahnya pun terkejut mengetahui dia adalah riki yang sang legenda dan juga mereka semua meniru tuannya meminta belaskasih dan maaf telah menghinanya pada saat sebelumnya.