
Genre:Fantasy,Game,Adventure,Isekai,Aksi,Romantis,Harem
Character:Ikami,Myura,Lisa,Cisca,Razer,Moshik,Viro,Sakuna,Bigtona,Zora,Elena,Alca,Chuzan,Disum,Guyong,Malika,Tiara,Elamde,Bahamoth,Thymos,Alfred,Syin
Penulis:@nl.zann_
Story:@nl.zann_
Di Istana KeRatuan,Ikami dan Alca bergegas untuk menemui Malika dan Tiara dan menemukan mereka berdua disebuah ruangan pertemuan.
"Malika,Tiara!!" Alca
"Yang Mulia" Malika dan Tiara
"Dan Yang Mulia Kaisar!?" Malika dan Tiara
Semua orang yang berada dalam ruangan itu menundukkan kepala mereka semua.
"Maaf Yang Mulia,saat sebelumnya terjadi insiden dengan Duke Ortlinde yang sudah dicuci otaknya oleh salah satu bawahan Raja Vampire" Malika
"Iya,sampai saat sini Duke Ortlinde belum sadarkan diri dan masih terbaring di kediamannya" Tiara
"Dicuci otaknya!?" Alca
"Iya" Malika dan Tiara
"Lalu dimana Alfred?" Alca
"Saat ini Alfred sedang menjaga Keratuan dipertahanan terdepan bersama pasukannya" Tiara
Alfred adalah bawahan yang paling setia terhadap Alca,di Keratuan Alca dia sebagai Marshal Keratuan Alca,dan memiliki bawahan bernama Syin sebagai Jendral Keratuan Alca sedangkan Tiara dan Malika adalah bawahan Alca yang bertugas sebagai pengganti Alca sebagai Pemerintah.
"Apa ada laporan dari Alfred tentang kondisi didepan?" Alca
"Saat ini tidak ada Yang Mulia" Malika
"Biar aku tanya sesuatu kepada kalian" Ikami
"Yang Mulia Kaisar..." Malika dan Tiara
"Sebelumnya bersamaan dengan kejadian Duke Ortlinde bagaimana ras vampire bisa masuk ke wilayah Keratuan?" Ikami
"Kami pun tidak tau,sekarang kami semua sedang mencari tau hal tersebut" Malika
"Berdasarkan dari informasi yang kami dapatkan,vampire itu masuk melalui depan gerbang dan disambut oleh seseorang" Tiara
"Disambut? Apa ada seseorang yang mengkhianati Keratuan ku" Alca
"Pengkhianat!?" Ikami
"Mungkin saja..." Malika
"Dimana Duke Jingga,kenapa dia tidak ada disini?" Alca
"Saat kami mengundangnya dia mengatakan bahwa memiliki kesibukan diwilayahnya" Malika
"Jangan-jangan..." Duke Yomen
"Kenapa Yomen!?" Alca
"Maafkan hamba Yang Mulia waktu itu saya pernah melihat orang yang keluar menggunakan baju serba hitam dari kediaman Duke Jingga waktu itu,saya pikir itu tamunya tapi jika dipikir bukannya waktu itu Duke Ortlinde terbunuh bersamaan dengan adanya sebuah kain hitam!?" Duke Yomen
"Itu benar..." Malika dan Tiara
"Saat kami menemukan Duke Ortlinde terdapat kain hitam didekatnya" Tiara
"Ternyata benar,mungkin saja Duke Jingga adalah pengkhianat!?" Malika
"Duke Jingga!?" Alca
"Lalu tunggu apa lagi?" Ikami
__ADS_1
"Malika!! Tiara!! Segera hubungin Alfred dan pergi ke Kota Blanc untuk cari tau kebenarannya!!" Alca
"Baik Yang Mulia" Malika dan Tiara
Mereka bergegas pergi ke garis depan dan menemui Alfred untuk pergi ke kota Blanc.
"Alfred!!" Malika
"Malika,Tiara?" Alfred
"Mengapa kalian kesini,bagaimana dengan istananya!?" Alfred
"Tenanglah Alfred" Tiara
"Yahh...Lalu ada apa?" Alfred
"Yang Mulia Alca baru saja tiba di istana bersama Yang Mulia Ikami" Malika
"Yang Mulia dan Kaisar?" Alfred
"Iya" Malika
"MENGAPA KAU TIDAK MEMBERITAHUKAN DARI TADI" Alfred
"Yah,kamu nya sendiri yang ngamuk" Malika
"Huh,tapi Yang Mulia bersama Kaisar?" Alfred
"Iya lah Alfred sudah pasti dengan suaminya aneh aja kamu" Tiara
"Pupus sudah harapanku..." Alfred (Sedih)
"Kau gila ya? Ya mana mungkin juga Yang Mulia mau bersamamu" Malika
Alfred sedih...
"Lalu mengapa kalian kesini,masa hanya memberitahuku tentang itu saja" Alfred
"Ya tentu saja,aku menyampai perintah langsung dari Yang Mulia,untuk menyuruhmu ke kota Blanc" Malika
"Berdasarkan hasil perbincangan kami ada kemungkinan bahwa Duke Jingga berkhianat" Tiara
”Duk Jingga seorang pengkhianat!?" Alfred
"Tentu kami tidak bisa memastikannya,oleh karena itu kau diperintahkan untuk pergi kesana dan mengumpulkan informasi" Malika
"Yah...Baiklah kalo begitu,lagian ini perintah langsung dari sang Ratu" Alfred
"Giliran perintah dari Ratu aja,cepat" Tiara
"Perintah dari kami lambat" Tiara
"Tentu saja,Yang Mulia tetap menjadi nomor satu bagiku" Alfred
"Iya sudah iya,cepat laksanakan perintahnya" Malika
"Ya baiklah" Alfred
Setelah menerima perintah dari Ratu Alca,Alfred pergi ke kota Blanc bersama Syin,hanya berdua saja demi keamanan dan menyerahkan pertahanan kepada Wakil Komandan Brain.
Malika dan Tiara balik ke istana dan melapor ke Alca.
"Sudah kami sampaikan perintahnya Yang Mulia,saat ini Alfred sedang bersiap-siap menuju ke kota Blanc dan mengumpulkan informasi" Malika
"Iya,terima kasih Malika,Tiara" Alca
"Dan gimana keadaan dipertahanan?" Alca
"Semuanya baik-baik saja" Tiara
"Syukurlah" Alca
__ADS_1
"Aku ingin menyelesaikan semua ini dalam 2 hari,dan ingin cepat pulang ke-Kekaisaran" Alca
"Ta-tapi bukankah rumah anda disini" Malika
"Y-ya benar juga,tapi aku kan sudah menikah,jadi harus tinggal dengan suami tercintaku" Alca
Ikami yang mendengar itu saat meminum teh dia keciprat tehnya sendiri.
"Su-sudah Alca...Kau membuatku malu saja..." Ikami
"Hehehe,maaf-maaf" Alca
"Kalian sudah boleh pergi" Alca
"Baik" Malika dan Tiara
Di Kota Blanc.
"Kita sudah sampai" Alfred
"Entah kenapa saya merasakan hawa yang berbeda disini Tuan Alfred" Syin
"Iya,aku juga" Alfred
"Kita akan pergi ke mansion nya Duke Jingga sekarang" Alfred
"Baik" Syin
Alfred dan Syin pergi ke mansion Duke Jingga saat sampai disana terdapat bau yang tak sedap didekat rumahnya,Alfred dan Syin curiga akan hal itu dan mereka menyelinap masuk ke halamannya dan mengendap-endap lewat belakang mansion.
"Bau ini aneh" Syin
"Ya kau benar" Alfred
"Kita akan mencoba masuk-" Alfred
"Tunggu Tuan" Syin
"Kenapa?" Alfred
"Ada sebuah pintu bawah tanah" Syin
"Kau benar,sepertinya ini tidak terkunci apa ada orang didalamnya? Alfred
"Mungkin saja,tapi jika kita rasakan bau aneh itu muncul dari dalam tanah ini" Syin
"Kita harus masuk kedalam" Alfred
Alfred dan Syin masuk kedalam ruang bawah tanah tersebut,tetapi mereka malah terperangkap didalam dan tidak bisa keluar,dari ruang bawah tanah.
"Gawat!! Kita terkunci!!" Syin
"Sialan!! Ini jebakan!! Bagaimana ini bisa terjadi!!" Alfred
Di atas ada Duke dan Bahamoth yang sudah menjebak mereka kedalam ruang bawah tanah.
"Ahahaha,kita berhasil menjebaknya!!" Duke Jingga
"Bagus lah,dengan ini aku bisa membasmi pasukan yang ad dipertahanan dengan itu aku bisa leluasa untuk masuk kedalam tanpa samaran" Bahamoth
"Ya kau benar,tapi jangan lupa dengan apa yang kau janjikan kepadaku Bahamoth" Duke Jingga
"Oh,hal itu tentu saja aku sudah mempersiapkannya" Bahamoth
"Mana" Duke Jingga
"Ini" Bahamoth
Bahamoth menusuk perut Duke Jingga dan mengambil organ dalamnya,Duke Jingga sampai berlumuran darah dia di khianatin oleh Bahamoth.
"Sialan kau Bahamoth..." Duke Jingga
__ADS_1
"Hehe,terima kasih kerja kerasnya Duke yang bodoh" Bahamoth
Duke Jingga terjatuh ketanah dan Bahamoth mulai melancarkan aksinya untuk penyerangan ke ibu kota Alca,sebelumnya Bahamoth dengan lancar dapat masuk ke ibu kota,tapi dia tidak bisa menggunakan kekuatannya secara maksimal saat menyamar jadi dia menggunakan cara lain untuk hal itu.