
Pagi yang cerah,pukul lima pun sudah terang sekali,seperti nya,matahari sedikit melihatkan cahaya ny.udara sejuk dipinggiran kota, masih terasa , dibandingkan dipusat kota yang mana pagi hari pun udah banyak asap kendaraan berlalu lalang.
Sehabis bantu ibu didapur,aku langsung beres beres rumah. Mel?? " tumben kamu nggak langsung mandi terus berangkat kuliah ".tanya ibu sambil membereskan tempat sisa masak tadi.
Enggak Bu,Amel lagi nggk ada kelas pagi , nanti jam 9 , Amel berangkat , karena kelas Amel jam 10 Bu.habis beres beres rumah , Amel mandi ,terus makan, selesai makan, Amel langsung mernyenderkan tubuh ny disofa ruang tamu sambil nonton tv.lelah,capek,menjalani hari harinya,Amel selalu dengan senang hati.
Assalamualaikum,terdengar ketukan pintu ,dengar suara yang tak asing lagi buat Amel.
Amel pun berlalu dan membuka pintu, " "Ardi ..Tumben pagi -pagi kesini ". Iya Mel,kita berangkat kuliah bareng yuk??
"Tunggu bentar ya Di,aku ganti baju dulu ". kamu duduk dulu ya Di. Sambil menganggukkan kepala Ardi langsung duduk di sofa ruang tamu.
Ayuk Di, kita jalan?? ucap Amel yang baru keluar dari kamar.
Ibu.. Amel berangkat kuliah dulu ya Bu,seru Amel berpamitan karena sang ibu lagi di dalem kamar mandi. ati" ya Mel,sahut ibu dari dalem kamar mandi.
Amel dan Ardi pun berlalu, ditengah hiruk pikuk nya kota,udara yang udah mulai memanas. motor pun melaju dengan kecepatan normal.Sesekali Amel merapikan anak rambut nya yang menutupi muka nya karena hembusan angin yang sedikit kencang. " Amel, temani aku yuk, sekali kali , kita nggak usah ikut kelas Mel??ucap Ardi , dengan muka datar dan pandangan fokus lurus kedepan.
Kemana Di, emng kenapa dengan kamu Ardi??udahlah ikut saja dengan ku Mel, aku janji nggak akan ngapa"in kok.dengan sedikit senyum terpaksa, dibibir Ardi menjawab pertanyaan Amel.
Ya nggak gitu juga Di, cuma tanya aja tumben" an kamu ngajak bolos Di.sahut Amel sedikit menggoda Ardi .
Akhir nya , sampe lah Ardi dan Amel di sebuah Danau yang sedikit jauh dari pusat kota. kanan kiri Pepohonan yang masih rindang dengan hamparan bunga" yang indah disepanjang pinggiran danau.
__ADS_1
Sungguh indah, dan damai tempat ini ya Di, " udara yang masih terasa sejuk,suasana yang sunyi karena jauh dari keramaian kota ".ucap Amel sambil duduk dikursi taman samping danau.
Iya, memang Mel, ini tempat dari dulu aku biasa menyendiri, merenungi apa yang terjadi dalam kehidupan aku Mel?? terkadang klo aku sedang dimarahi sama papa aku pasti kesini.
Ardi , yang seperti nya banyak beban di pikirkan nya,duduk disamping Amel sambil pandangan lurus kedepan.
Sebener nya ada apa Ardi, nggak seperti biasa nya kamu seperti ini, tanya Amel sambil posisi duduk sedikit dimiringkan menghadap ke Ardi.
" Amel, sejujurnya ada hal penting dalam hidupku yang mungkin nggak semua orang tau.Tapi aku udah lelah dan capek dengan semua ini mel ".ucap Ardi dengan sedikit nada naik satu oktaf.
Ya sudah cerita lah Ardi, klo emng bisa membuat hati mu lega.
Mel,mungkin semua orang bahkan diri kamu mengira, aku bahagia dengan kehidupan aku . semua yang serba kecukupan.tapi km tau Mel, dibalik kehidupan aku sendiri, hati dan batin aku terluka.
Dulu , Ardi ditemukan didepan pagar rumah pak Alex,dalam keadaan terbungkus kardus mie instan dan hanya berselimutkan kain tipis.
Istri pak Alex ibu Mirna, yang kala itu divonis nggk bisa punya anak,merasa seneng melihat bayi mungil dan lucu itu . istri pak alex merasa iba.akhir ny diangkatlah sebagai anak.Dirawat dengan kasih sayang,perhatian dan cinta.
Sampai 20 tahun berlalu dimana istri pak Alex ,yang Ardi selalu anggap sebagai mama ny itu divonis sakit kanker rahim.
Mel,kamu kenapa diam,apa kamu sekarang setelah tau ak orang yang nggak jelas dan cuma anak pungut kamu enggan berteman dengan ku.
Enggak Di, " aku cuma nggak nyangka aja kenapa, udh berlalu 20 tahun baru terungkap semua nya ".sahut Amel yang dengan muka seperti bingung dan masih nggak percaya dengan kenyataan tentang Ardi.
Lalu gimana dengan keadaan mama kamu Ardi?? terus gimana semua nya bisa terjadi?? ucap ku penuh tanda tanya. semua itu berawal dari papa Mel,semenjak mama ku sakit terus sering keluar masuk rumah sakit, Papa mulai jarang pulang ke rumah kalau pun pulang itu udah larut malem.
__ADS_1
Papa dan mama sering ribut,hampir setiap hari.membuat aku nggak betah di rumah tapi aku nggak tega ninggalin mama sendirian.aku sayang banget sama mama.
Tiap hari papa selalu sibuk dengan hp nya, chat , telpon sampe" mama tak di hiraukan.mama sempet mencurigai klo papa ada main dengan cewek lain.walaupun umur sudah kepala lima, buat papa itu tak jadi masalah, asalkan pandai merawat diri dan bnyak uang , itu soal mudah untuk menggaet wanita yang papa mau.
Suatu hari, saat aku pulang mengantarkan mama cek up ke dokter memergoki papa sedang berdua an bersama pacar nya yang umur nya jauh dibawah papa.mereka bergandengan tangan dan pacar ny berjalan pelan disamping papa sambil bersandar dibahu papa.
Seketika hati mama hancur,bumi seakan berhenti berputar,nafas terasa terhenti seketika.air mata mama tak henti selalu menetes dipipi.
Aku peluk mama,memberi nya kekuatan bahwa masih ada aku disisi nya yang akan selalu ada dalam kondisi mama seperti apapun.
vAkhir nya aku dan mama pun pulang, tak lama selang beberapa menit papa pun juga pulang terjadilah pertengkaran yang tak seperti hari" biasa nya,karena emang mama bener" jelas memergoki papa sedang berdua an dengan pacar gelap nya.
Hati aku miris mendengar papa marah" sama mama padahal jelas" papa yang salah dalam posisi ini.entah kenapa papa merasa paling bener. Dan disitu lah papa membuka semua perihal tentang aku, dimana aku bukan anak kandung mereka, begitu hancur hati aku , mendengar semua nya, terasa tak percaya. kenapa??? kenapa semua ini bisa menimpa diriku.Tapi kenapa , mereka menyayangi aku melebihi anak kandung sendiri.
Hati aku hancur,tapi aku harus bisa bertahan, demi mama,mama pasti butuh aku.
aku harus lebih kuat,karena mama jauh lebih terluka dari aku.
Amel, cuma kamu yang tau semua ini , cuma sama kamu aku nyaman berbagi cerita tentang aku.Mel??? aku harus gimana?? apa yang harus aku lakukan. "Di satu sisi hati aku hancur menerima kenyataan klo aku bukan anak mereka. Di satu sisi lagi aku nggak tega melihat kondisi mama aku yang sekarang ".
Sambil menarik nafas dalem terus menghembus kan dengan pelan" Amel pun berbicara, Ardi kamu harus kuat Di, demi mama kamu, karena mama kamu butuh kamu.Buang semua rasa kecewa .karena bagaimana pun dengan kasih sayang dan pengorbanan mama kamu lah kamu bisa seperti sekarang ini.
Dengan sedikit menyunggingkan bibir nya Ardi menjawab,mksih ya Mel, aku akan kuat kok hadapi semua nya.
__ADS_1
🌺💫PACAR IMPIAN💫🌺