
motor sport rio sudah meninggalkan tempat parkiran sintia,Rio melajukan motor gedenya dengan kecepatan sedang, di tengah jalan sintia tidak berpegangan dan Rio yang melihatnya langsung mempunyai ide di otaknya untuk mengerjai sintia agar berpegangan dengannya,rio menambahkan kecepatan motornya di atas rata-rata dan itu membuat sintia langsung memegang pinggangnya.
"lo mau bunuh gue"kesal sintia kepada rio karena hampir saja dia terjatuh tadi
"siapa suruh gak pegangan"sahut rio sambil tersenyum
****
30 menit berlalu akhirnya motor sport milik Rio memasuki pekarangan rumah sintia
"makasi"ucap sintia yang dudah turun dari motor sport rio
"ongkosnya mana"jawab rio yang langsung membuat sintia melotot
"tadi lo nawarin gue tumpangan lah sekarang kenapa minta ongkos, tau gini gue tadi tidak terima tawaran lo"tanya sintia kepada rio dengan kesal
"just kidding,serius banget lo"jawab Rio dengan tersenyum tipis
"oke"jawab sintia dengn senyum manisnya. "Cantik"gumam Rio yang menatap sintia yang lagi tersenyum padanya, bagaimana tidak terpesona dengan senyum sintia karena ini pertama kalinya Rio melihat sintia tersenyum kepadanya.
__ADS_1
"ehemm"dehem sintia yang salting karena terus di tatap oleh Rio
"gue masuk dulu, sekali lagi terima kasih"kata sintia kepada rio yang di jawab dengan anggukan kepala oleh rio
****
"huhhhff, kenapa perasaaan gue jadi aneh gini sih, tumben nih jantung gue deg-degan kayak gini kalau dekat sama tuh cowok, dan tadi."kata sintia dengan menatap langit-langit kamarnya sambil tersenyum membayangkan kejadian yang tadi waktu dia meluk pinggang rio.
Dan di lain tempat Rio sudah sampai di rumahnya yang besar bak istana dan dia langsung menunu ke kamarnya
"Cantik dan unik juga tuh cewek bandel, apalagi waktu dia tersenyum"kata Rio sambil tersenyum.
"aahh shitt kenapa gue jadi mikirin tuh cewek bandel sih" kata Rio sambil megelengkan kepalanya.
ke esoak harinya sintia tidak lagi terlambat datang ke sekolah, dia pagi-pagi sudah sampai di sekolahnya dengan di antar papa suta menggunakan mobil mewahnya
"sintia sekolah dulu ya pa"pamit sintia kepada papa suta lalu mencium tangan papa suta
"belajar dengan giat, jangan bandel di sekolah"jawab papa suta memperingati sintia
__ADS_1
"oke"jawab sintia sambil tersenyum dan berlalu menuju ke kelasnya
"dooorrr"teriak astiti, sri, dan melani yang membuat sintia terkejut
"iihhh kalian ini ya, untung gue gak punya penyakit jantung"jawab sintia kesal kepada ketiga temanya
"jangan marah dong kita tuh cuma bercanda"jawab sri sambil tersenyum manis
"tumben lo pagi gini sudah di sekolah biasanya kan lo telat"tanya astiti kepada sintia
"kapok dia yang terus di humum sama Rio ketua osis itu"sahut melani yang menjawab pertanyaan astiti
"gue gak nanya sama lo ya"kesal astiti kepada melani
"tapi gue kan cuma bantu sintia ngejawab"jawab melani dengan mengerucutkan bibirnya
"ihhh gak usah lebay gitu kali"ucap sri yang mengatai melani lebay
"sudah-sudah kalian ini ada aja yang di ributin, dan gue pagi-pagi datang ke sekolah karena gue gak mau dihukum lagi sama Rio dan gue malu juga"jelas sintia panjang lebar kepada ketiga temannya
__ADS_1
"bisa malu juga lo ya"ledek astiti kepada sintia .
jangan lupa vote, like, dan komen ya Kak 😊👌