
Nightwatch dan timnya telah menjalani tugas mereka sebagai pahlawan malam dengan penuh semangat. Namun, takdir menghadirkan cobaan yang sangat berat bagi mereka.
Suatu malam, ketika Nightwatch dan timnya sedang berpatroli di kawasan perkotaan, mereka mendengar suara tangisan dan teriakan dari sebuah gedung kosong. Tanpa ragu, mereka segera berlari menuju suara tersebut untuk menyelidiki apa yang terjadi.
Ketika mereka mencapai gedung tersebut, mereka menemukan seorang gadis remaja yang terlihat sangat takut dan terluka. Gadis tersebut menjelaskan bahwa dia menjadi korban penyerangan oleh sekelompok preman yang sering mengganggu warga sekitar.
Nightwatch dan timnya merasa empati terhadap gadis tersebut dan memutuskan untuk melindunginya serta membantunya keluar dari situasi yang berbahaya. Mereka memberikan pertolongan medis dan memberikan dukungan moral pada gadis itu.
Namun, ketika mereka mencoba membawa gadis tersebut ke tempat yang lebih aman, mereka dihadang oleh para preman yang menyerang mereka dengan brutal. Perkelahian sengit terjadi, dan Nightwatch dan timnya harus berjuang mati-matian untuk melindungi diri mereka sendiri dan gadis tersebut.
__ADS_1
Namun, dalam kejadian tragis itu, salah satu anggota tim Nightwatch, Phoenix, terluka parah. Dia terkena serangan yang sangat kejam dan jatuh tak berdaya di tanah. Semua anggota tim shock dan merasa sedih melihat teman mereka terluka sedemikian rupa.
"Sialan! Kalian tidak akan lolos dari ini! Kami akan menghancurkan kalian!" teriak Nightwatch dengan penuh amarah, sambil mencoba melindungi Phoenix dari serangan para preman.
Meskipun Nightwatch dan timnya berjuang keras, namun jumlah dan kekejaman para preman terlalu berat. Mereka tidak mampu mengalahkan mereka semua. Akhirnya, Nightwatch dan timnya harus mundur dan membawa Phoenix yang terluka dengan sangat berat ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Phoenix langsung mendapatkan perawatan medis yang intensif. Para dokter memberikan semua upaya mereka untuk menyelamatkan nyawanya. Nightwatch dan timnya menunggu di luar ruang operasi, takut dengan apa yang akan terjadi.
Beberapa jam berlalu, seorang dokter keluar dari ruang operasi dengan wajah serius. Nightwatch dan timnya dengan cepat mendekatinya, berharap untuk mendapatkan kabar baik tentang Phoenix.
__ADS_1
"Saya minta maaf, tetapi cedera yang dialami oleh Phoenix sangat parah. Meskipun kami telah melakukan segala yang kami bisa, namun kondisinya masih sangat kritis," kata dokter dengan penuh kejujuran.
Tim Nightwatch terdiam. Mereka merasa hancur dan tidak tahu harus berbuat apa. Timbul tangis kesedihan di antara mereka. Mereka merasa seperti kehilangan seorang keluarga. Nightwatch menggenggam tangan Phoenix dengan erat, mencoba memberikan dukungan dan mengucapkan kata-kata semangat.
"Kita tidak akan menyerah, Phoenix. Kita akan berjuang bersama-sama. Kamu adalah bagian tak terpisahkan dari tim ini. Kita akan melawan bersama-sama, baik di medan perang maupun di luar sana," ucap Nightwatch dengan suara lembut, tetapi penuh tekad.
Tim Nightwatch merenung dalam kesedihan mereka. Mereka tahu bahwa mereka harus tetap kuat dan bertahan. Mereka mengetahui bahwa Phoenix membutuhkan dukungan mereka untuk sembuh, dan mereka tidak akan meninggalkannya sendirian.
Semua tim akan berusaha semaksimal mungkin agar Phoenix segera sembuh dan menajalani kegiatan menjadi pahlawan malam hari bersama seperti biasa. Mereka semua saling menguatkan satu sama lain dan pantang menyerah untuk bisa membuat Phoenix tersenyum kembali.
__ADS_1