
Silsilah Keluarga dan Keturunan Nabi Ayub
Nabi Ayub alaihissalam disebutkan dianugerahi oleh Allah dengan banyak harta dan juga banyak keturunan. Namun, semua anak-anak beliau kemudian meninggal ketika Nabi Ayub alaihissalam ditimpa cobaan berupa sakit dan juga kefakiran.
Setelah menderita sakit selama kurang lebih 18 tahun, beliau pun kemudian diberikan kesehatan kembali oleh Allah dan diberikan anak-anak yang banyak.
Salah satu keturunan dari Nabi Ayub alaihissalam menjadi seorang Nabi dan Rasul yang namanya disebutkan di dalam Al Quran. Anak beliau yang menjadi Nabi dan Rasul yakni Nabi Zulkifli alaihissalam.
Nabi Dzulkifli alaihissalam disebutkan sebanyak 2 kali di dalam Al Quran. Nabi Dzulkifli alaihissalam sendiri dilahirkan pada tahun 1500 SM saat Nabi Ayub alaihissalam berusia 40 tahun
Garis keturunan Nabi Ayyub alaihissalam hingga sampai kepada Nabi Adam alaihissalam yakni:
1. Nabi Adam alaihissalam
Nabi Syits alaihissalam
Anusy
Qinan
Mihlail
Yarid
7. Nabi Idris alaihissalam
Matusyalih
Lamak
10. Nabi Nuh alaihissalam
Sam
Arfakhsyad
Syalih
Abir
Falij
Ra’u
Saruj
Nahur
Tarakh
20. Nabi Ibrahim alaihissalam
21. Nabi Ishaq alaihissalam
al – ‘Aish
Tawakh
Amush
Nabi Ayub alaihissalam
Nabi Ayub alaihissalam dilahirkan pada tahun 1540 dan meninggal dunia pada tahun 1420 SM. Beliau hidup hingga usia 120 tahun di dataran Hauran.
Selama masa hidupnya, Nabi Ayub alaihissalam berdakwah kepada kaum yang disebut bangsa Arami dan Amori yang mendiami daerah Yordania dan Syria.
Nama Nabi Ayub alaihissalam disebutkan hingga 4 kali di dalam Alquran. Nabi Ayub alaihissalam memiliki anak sebanyak 26 orang yang salah satunya adalah Nabi Dzulkifli alaihissalam.
Kisah Nabi Ayub alaihissalam: Awal Kehidupan
Nabi Ayub alaihissalam dikenal sebagai Nabi dan Rasul yang diberkahi harta berlimpah, keturunan yang banyak serta tubuh yang kuat. Ia memiliki banyak hewan ternak serta tanah yang sangat luas.
Meski begitu, seluruh berkah yang diberikan oleh Allah ini tidak sekalipun membuatnya sombong dan takabur. Nabi Ayub alaihissalam tetap rendah hati dan selalu bersyukur kepada Allah akan berkah yang diberikan.
Kisah Nabi Ayub alaihissalam: Saat Menerima Ujian
Allah menguji kesabaran dan ketakwaan Nabi Ayub alaihissalam dengan menarik seluruh kesenangan dunia berupa anak, harta dan kesehatan.
Nabi Ayub alaihissalam pun jatuh miskin dan seluruh keturunannya meninggal dunia. Bahkan seluruh keluarganya menjauh karena sakit yang ia derita. Hanya ada istri serta 2 orang saudara yang merawatnya.
Tubuh Nabi Ayub alaihissalam sangat lemah hingga ia membutuhkan istrinya hanya untuk buang hajat.
Penyakit yang menyerangnya menggerogoti seluruh tubuh hingga tidak tersisa satu pori-pori pun yang terlewat, kecuali hati Nabi Ayub.
Dikatakan di dalam hadist bahwa Nabi Ayub alaihissalam menderita penyakit selama 18 tahun seperti yang diriwayatkan melalui Anas bin Malik.
“Sesungguhnya Nabiyullah Ayub alaihissalam berada dalam ujiannya selama delapan belas tahun. Baik keluarga dekat maupun keluarga jauh menolaknya kecuali dua orang laki-laki dari saudara-saudaranya. Kedua saudara itulah yang selalu memberinya makan dan menemuinya.”
kisah Nabi Ayub alaihissalam: Allah Menyembuhkan Nabi Ayub
__ADS_1
Kesembuhan Nabi Ayub alaihissalam merupakan sebuah mukjizat besar apalagi beliau sembuh dalam waktu sangat singkat. Kesembuhan Nabi Ayub dikisahkan di dalam Al Quran surah As – Shad 41 hingga 43.
“Dan ingatlah kepada hamba Kami Ayyub saat menyeru Tuhan – nya. Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan.”
(Allah berfirman), “Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum.” Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran.”
Nabi Ayub alaihissalam menjalankan perintah tersebut yakni menghentakkan kakinya ke tanah. Seketika itu juga air memancar dari tanah tersebut yang digunakan Nabi Ayub untuk minum dan mandi. Allah memberi kesembuhan kepada Nabi Ayub lewat air tersebut.
Sebelum sembuh, Nabi Ayub alaihissalam pernah bernazar akan mencambuk istrinya sebanyak 100 kali cambukan karena ada perbuatan istrinya yang dianggap salah atau tidak menyenangkan olehnya.
Untuk menunaikan nazarnya berupa mencambuk istri beliau ketika sudah sembuh, Allah memberikan kemudahan dengan cara mengganti 100 kali cambukan tersebut dengan seikat jerami satu kali pukulan.
Sebelumnya Nabi Ayub alaihisisalam memang sudah merasa berat melaksanakan nazarnya ini karena tidak tega kepada istrinya yang sudah setiap menemaninya ketika ia sakit. Kemudahan yang Allah berikan kepada Nabi Ayub alaihisisalam terkait nazarnya ini bisa dilihat di Al Quran surat As – Shad ayat ke 44.
“Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya).”
Dari ayat ini kita juga belajar bahwa hukuman kepada orang yang berzina belum menikah berupa cambuk bisa menggunakan cara yang dilakukan seperti Nabi Ayum alaihisisalam.
Pertimbangan ini dapat diambil apabila orang yang akan dicambuk sangat lemah dan tengah sakit. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sendiri pernah memerintahkan cambuk satu kali kepada pria sakit menggunakan 100 lidi pelepah kurma.
Selain mengembalikan kesehatan Nabi Ayub alaihissalam, Allah juga berkehendak mengembalikan harta serta keturunan yang lebih banyak dari sebelum ia diuji. Hal ini bisa dilihat dari Al Quran surah Shad ayat 43.
“Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran.”
Hikmah Kisah Nabi Ayub
Kisah Nabi Ayub mengajarkan kepada kita semua sebuah nilai kehidupan yang sangat penting. Pasalnya, ujian dan cobaan memang akan dihadapi oleh setiap manusia dalam bentuk yang berbeda-beda.
Sementara itu, ujian berupa harta, anak dan kesehatan adalah beberapa ujian utama yang hingga kini paling banyak dihadapi oleh manusia. Berikut pelajaran yang bisa dipetik dari kisah Nabi yang mulia ini:
Kisah Nabi yang mulia di atas mengajarkan kita adab-adab yang harus kita lakukan ketika kita menghadapi ujian cobaan berat berupa keturunan, harta dan kesehatan.
Jika kita telaah lebih jauh lagi, sesungguhnya harta yang besar, keturunan yang banyak dan kesehatan itu juga merupakan ujian. Allah melihat apakah kita akan tetap taat baik saat sempit maupun saat lapang.
Optimisme tinggi dari Nabi Ayub alaihissalam kepada Allah subhanahu wa ta’ala pada akhirnya akan membuahkan hasil yang bahkan jauh lebih baik ketimbang yang beliau dapatkan sebelumnya.
Meski diuji dengan berbagai macam ujian baik harta, keturunan dan kesehatan, Nabi Ayub alaihissalam tidak pernah kehilangan kepercayaan dan keimanannya akan pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala.
Segala yang kita miliki di dunia ini sejatinya milik Allah subhanahu wa ta’ala baik itu harta, jiwa, tubuh (kesehatan), hingga keturunan. Oleh sebab itu janganlah sombong ketika manusia diberi kelebihan kesenangan di dunia.
Pasalnya, dalam waktu sebentar pun Allah bisa mencabut semua kesenangan itu. Sebaliknya, Allah juga bisa memberi kembali kesenangan tersebut dalam waktu singkat.
Allah subhanahu wa ta’ala selalu memberikan kemudahan dan tidak memberatkan makhluknya yang berusaha taat dan bertakwa kepada-Nya.
Hal ini bisa kita pelajari dari bagaimana Allah memberi keringanan kepada Nabi Ayub alaihissalam yang ingin menunaikan nazarnya kepada sang istri.
Kisah Nabi Ayub selama 120 tahun hidupnya mengajarkan kepada kita mengenai arti dari kesabaran dan bagaimana menghadapi ujian.
Beliau diuji sangat berat berupa dicabutnya seluruh kesenangan di dunia hingga tidak mampu untuk sekedar bekerja mencari makan.
Oleh sebab itu, ketika kita menerima ujian di dunia, jangan pernah menyerah dan ikutilah cara Nabi Ayub alaihissalam menghadapinya.
Nabi Ayyub adalah putra Ish. Dengan demikian beliau masih masih saudara misan (sepupu) nabi Yusuf. la memiliki harta banyak. Tetapi nabi Ayyub tidak pernah sombong. Nabi Ayyub adalah nabi terkaya sebab ia memiliki ternak yang sangat banyak, sawah amat luas. Ia juga dikaruniai anak yang banyak pula. Sehingga lengkaplah sudah kehidupan duniawinya.
Nabi Ayyub menyadari bahwa harta yang diberikan Allah kepadanya hanyalah suatu cobaan belaka. Untuk itu ia tidak segan-segan memberikan.sumbangan pada anak yatim dan keperluan agama. Karena sifat yang demikian itulah, akhirnya ia menjadi panutan kaumnya.
Nabi Ayyub lebih senang membantu para janda, orang miskin dari pada memberi hartanya untuk keperluan maksiat. Ia tidak pernah mengeluh sedikitpun jika cobaan datang bertubi-tubi. Begitu pula ketika mendapat kenikmatan ia tidak lupa mengucapkan syukur kepada Allah.
Nabi Ayyub Mendapat Cobaan
Karena kesabarannya dalam menghadapi segala persoalan, maka iblis jadi iri hati. la ingin mencoba kesabaran itu dan meminta izin pada Allah
Iblis yang dengki itu akhirnya dikabulkan Allah untuk menggoda Ayyub. Sebab Allah ingin menunjukkan padanya bahwa hambanya yang bernama Ayyub tidak pernah melupakan meskipun ia dalam keadaan sangat sulit. Tuhan ingin menunjukkan pada iblis bahwa Ayyub adalah utusan-Nya yang sangat sabar. Dan hendaknya iblis malu pada perbuatannya yang ingkar.
Mula-mula Allah menguji nabi Ayyub dengan dikikiskannya harta yang melimpah itu. Sedikit demi sedikit harta itu habis sehingga kehidupan nabi Ayyub menjadi miskin. Orang tidak akan mengira akan kekayaan nabi Ayyub yang bisa habis dalam waktu singkat.
__ADS_1
Nabi Ayyub tidak pernah mengeluh sedikitpun tentang hartanya yang telah ludes. la tetap bertaqwa sebagaimana biasanya. Dengan ludesnya harta itu, ia memperoleh keringanan, sebab selama ini selalu merasa berdosa jika lalai memberi santunan pada anak yatim.
Tidak berapa lama setelah kejadian ttu, Allah mencoba lagi dengan dimatikannya semua anak nabi Ayyub. Sebab Iblis masih belum percaya dengan firman Allah yang menerangkan kesabaran nabi Ayyub.
Tiap hari anaknya menderita sakit, kemudian meninggal. Begitu seterusnya sampai semua anak-anaknya tidak ada lagi yang hidup. Bagi orang awam mungkin hal ini merupakan pukulan batin yang amat berat. Namun bagi nabi Ayyub hanya cobaan, dan untuk itulah ia tidak pernah meratapi kematian anak-anaknya. Nabi Ayyub beranggapan bahwa semua yang ada di muka bumi ini akan musnah. Begitu pula dengan kepergian anaknya. Mereka menghadap kembali pada Allah. Alangkah tabahnya nabi Ayyub dalam menghadapi cobaan yang tidak pernah berhenti itu. la tetap menjalankan ibadahnya seperti biasa. la tidak pernah mengeluh sedikitpun meskipun semua hartahya telah ludes dan anak-anaknya sudah tiada lagi.
Karena iblis belum puas dengan godaannya itu, maka ia meminta pada Allah agar memberi cobaan berupa penyakit yang menimpa nabi Ayyub. Penyakit itu berupa penyakit kulit seperti kudis dan termasuk penyakit yang berbahaya. Menurut sebuah riwayat Ibnu Katsir dalam tafsirnya ialah yang sakit adalah anggota tubuhnya, hanya akal dan pikirannya saja yang masih waras.
Meskipun ia mendapat cobaan yang beruntun dan tidak pernah ada habisnya nabi Ayyub tetap beribadah kepada Allah seperti biasanya. Hal ini membuat hati Iblis semakin dengki. la sudah mencoba dengan segala upaya untuk menggoda Ayyub agar tidak beribadah kepada Allah. Namun usahanya selalu sia-sia.
Karena bencana yang menimpa terus menerus, membuat semua sahabatnya tidak ada yang berani mendekatinya, bahkan mereka menjauhinya. Mereka menganggap jika masih berdekatan dan berhubungan dengan nabi Ayyub, maka semua usahanya akan sial. la menganggap nabi Ayyub kena tuah dari tuhan-tuhannya.
Meskipun semua sahabatnya tidak ada lagi yang datang menjenguknya dan bahkan ia mendengar akan ocehan-ocehan mereka tidak membuat sakit hatinya. la bahkan semakin taqwa kepada Allah, la yakin bahwa penyakitnya pasti terobati.Dan ia yakin bahwa semua itu adalah cobaan dari Allah.
Karena hartanya ludes dan ia sendiri tidak dapat mencari nafkah maka isterinya yang memegang peranan. Pada mulanya ia bekerja di pabrik roti. Namun hal itu tidak berlangsung lama sebab ia diberhentikan oleh majikannya. Pemberhentian ini dengan alasan takut ketularan penyakit yang diderita nabi Ayyub.
Karena setiap mendapat pekerjaan ia selalu diberhentikan, akhirnya untuk makan sudah tidak ada. Dengan tulus ia memotong rambutnya yang berurai untuk dijual pada tetangganya.
Walaupun nabi Ayyub dilanda cobaan yang begitu berat, ia selalu mendekatkan diri kepada Allah, la masih beribadah seperti sedia kala meskipun tidak dapat berdiri lagi. la hanya memohon kepada Allah agar diberikan kesembuhan.
Meskipun doanya belum dikabulkan oleh Allah, nabi Ayyub tidak pernah putus asa dalam beribadah. la malah mendekatkan dirinya dengan penuh kesungguhan hati. Semua yang dialaminya diterima dengan sabar.
Melihat nabi Ayyub masih beribadah dengan tidak mengurangi sedikitpun, iblis semakin marah. Semua upaya mulai dari ludesnya harta, matinya anak-anak Ayyub dan ia sendiri yang dicoba tidak membuahkan hasil. Hal ini semakin membuat iblis geram.
Dasar iblis, setelah semua usahanya untuk menggagalkan ibadah nabi Ayyub kepada Allah tidak menemui hasil, maka ia mencoba menggoda isterinya (isteri Ayyub).
la membisikkan kata-kata agar segera meninggalkan nabi Ayyub, sebab suaminya sudah tidak dapat mencari nafkah lagi. Semula isterinya masih mampu bertahan, namun bisikan iblis semakin kuat akhirnya ia meninggalkan juga. Kita sudah dapat membayangkan bagaimana penderitaan nabi Ayyub ketika itu. Sebab dirinya sudah sakit parah, ditinggalkan pula oleh isterinya.
Namun menurut beberapa riwayat, istrinya tidak meninggalkan nabi Ayyub. la hanya enggan disuruh suaminya. Maka ketika nabi Ayyub mengetahui bahwa istrinya sudah enggan kepadanya ia pun mengucapkan nadzar.
" Jika aku sembuh nanti niscaya akan kupukul seratus kali, "kata nabi Ayyub kepada istrinya dengan nada marah. Istri nabi Ayyub yang sudah tergoda oleh iblis tidak menghiraukan sama sekali. la langsung pergi pergi meninggalkan nabi Ayyub.
Ketika mengetahui istrinya tidak mau lagi melayani dan menungguinya maka ia memohon kepada Allah agar disembuhkan.
Firman Allah dalam surat Shood ayat 41 telah diterangkan mengenai penyakit yang diderita nabi Ayyub :
Artinya: Ingatlah ketika Ayyub menyeru kepada Tuhannya : "Ya Tuhan ! Aku dapat penyakit dan cobaan dari syetan".
Nabi Ayyub berkata demikian karena setanlah yang meminta agar Allah mengujinya. Menguji ketaatan beribadahnya. Syetan tidak senang jika melihat orang yang selalu taat dengan ajaran agama.
Syetan punya pikiran bahwa jika nabi Ayyub menderita tentu ia akan durhaka kepada Allah. Allah pun memperlihatkan ketaatan nabi Ayyub kepada syetan.
Nabi Ayyub Sembuh Dari Penderitaannya
Selama bertahun-tahun nabi Ayyub menderita. Selama itu pula ia tidak pernah durhaka kepada Allah bahkan semakin meningkatkan ketakwaannya. Semua harta yang ia kumpulkan selama bertahun-tahun lenyap begitu saja, kemudian anaknya mati dan ia sendiri sakit. Akhirnya istri yang setia meninggalkan pula. Sungguh lengkap penderitaan yang dialami nabi Ayyub.
Karena syetan sudah tidak mampu lagi menggoda nabi Ayyub ia tidak lagi mencobanya. Sebab semua upayanya untuk menaklukkan nabi Ayyub sia-sia belaka.
Setelah ia mengucapkan janji pada istrinya, nabi Ayyub pun berdoa agar disembuhkan dari penyakitnya. Doa itupun dikabulkan oleh Tuhan seperti yang tertera dalam Al Qur'an surat Al Anbiyaa' ayat 83 sampai 84 :
Artinya : Ingatlah kisah Ayyub AS. ketika berdoa kepada Tuhannya seraya berkata : "Ya Tuhanku ! Saya telah ditimpa kemelaratan dan Engkaulah yang lebih Pengasih dari segala yang pengasih". (Al Anbiyaa': 83)
Maka Kamipun memperkenankan seruannva itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai rakhmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah. (Al Anbiyaa': 84)
Demikianlah nabi Ayyub memohon kesembuhannya pada Allah dan Allahpun mengabulkan doanya. Allah juga mengembalikan semua harta dan anak-anaknya, bahkan lebih dari sedia kala.
Dalam surat Shood ayat 42 sampai 43 juga telah diterangkan mengenai kesembuhannya. Ayat-ayat tersebut mempunyai arti sebagaimana berikut:
Allah SWT berfirman kepada nabi Ayyub: Rentangkanlah kakimu di atas tanah, niscaya terbit mata air di sana, itulah air mandi yang sejuk dan minumlah. Lalu sembuhlah penyakitnya.
Kami anugerahi ia famili yang berlipat ganda dari yang terdahulu, sebagaimana rahmat dari pada Kami dan peringatan bagi orang-orang yang berakal. (Shood: 42-43)
Setelah mendengar firman itu, maka ia lakukan sebagaimana yang telah difirmankan Allah kepadanya. Ia pun berusaha merangkak. Kemudian ia menjejakkan kakinya ke tanah dan memancarlah air dari bekas injakkannya.
Kemudian nabi Ayyub mandi dan minum dari air tersebut. sehingga sembuhlah dari penyakitnya. Tidak lama kemudian ia mencari isterinya untuk membayar janji yang telah diucapkan sewaktu sakit
Nabi Ayyub Membayar Nadzar
Begitu ia sembuh dari penyakitnya, maka yang perlu dilakukannya pertama kali adalah membayar janji pada istrinya ketika masih sakit. la mencari istrinya, setelah ketemu ia hendak memukulnya seratus kali. Namun belum sampai terlaksana, ia mendapat pelajaran dari Allah
Teguran itu sudah diterangkan dalam Al Qur'an surat Shod ayat 44 :
Artinya : Ambillah sekerat kayu dengan tanganmu sendiri, lalu pukullah istrimu satu kali, maka Engkau tiada melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami mendapat Ayyub itu orang yang sabar. Dia sebaik-baik hamba yang banyak bertobat kepada Allah (Shod : 44)
Kemudian nabi Ayyub mengambil seratus batang rumput dan diikatkan menjadi satu. Lalu ia pukulkan ke istrinya hanya sekali saja. Kemudian istrinya menjelaskan sebab-sebab ia tidak mau melayani dan menunggui suaminya ketika sakit. Semua itu adalah ulah dari syetan yang telah menggodanya.
Kenabian Ayyub AS.
Kenabian Ayyub ini telah diterangkan dalam Al Qur'an surat An Nisa' ayat 163 :
Artinya: Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagai-mana Kami telah memberikan Wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi kemudian. Dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'kub dan anak cucunya, Isa, Ayyub. (An Nisa’: 163)
__ADS_1
Ayat itu tujuannya untuk memberikan nabi Muhammad bahwa sebelum pengangkatannya menjadi Nabi, Allah telah mengangkat beberapa orang nabi.