Pembunuh Cantik Berhati Dingin

Pembunuh Cantik Berhati Dingin
Sekolah


__ADS_3

Gea sampai di sekolahnya masih pukul 06.15 masih sangat pagi tentunya. Dia memang sengaja berangkat pagi karena malas jika harus bertemu dengan murid-murid lain.


"Betapa indahnya dunia ini jika sesunyi ini ."


Dia menatap datar kearah lapangan sekolahnya kemudian menghela nafas.


"Mama,kau lihat kan?putrimu ini menjadi kebanggaan keluarga.bisa masuk sekolah ternama yang mama impikan itu.Gea sudah mewujudkannya ma".


tiba tiba mood berubah drastis.


"Ma,Gea capek begini".


"Kapan gue lulusnya sih gak betah."


Kemudian Gea melanjutkan jalannya menuju kelas, kelasnya berada di atas jadi dia harus menaiki tangga.


"Ugh...tangga lagi.sial banget dapet kelas di lantai dua."


**Menaiki tangga dengan penuh kekesalan.


Gea sampai di kelasnya tetapi masih sepi, bahkan belum banyak anak-anak yang berangkat karena dari tadi di tidak melihat satu murid pun**.


"*Hah? Mana murid murid?jam segini belum berangkat?"


"Dasar para murid pemalas.gayanya aja yang sok sokan mau jadi orang sukses tapi males berangkat pagi*."


Dia duduk di bangkunya, bangku paling pojok di belakang.Gea mulai memikirkan sesuatu.


"Kayaknya gue udah lama gak main-main deh, malam ini main kemana ya?!"


Gea mencari bar terdekat di google.

__ADS_1


"sepertinya disini bagus juga,barista nya juga tampan"


"kamu sedang melihat apa Gea?"


Gea terkejut mendengar itu lalu menoleh ke arah pintu,


ah ternyata itu teman sekelasnya, Dita.


Anak yang selalu baik pada Gea walaupun Gea tak memperdulikannya.


Dita berjalan menuju bangku Gea lalu duduk di sebelahnya, kemudian menaik turunkan alisnya.


"kau mau kemana malam ini Gea?"


"aku mau pergi ke bar malam ini."


"dengan siapa kau kesana?"


"aku temani kamu ya*?"


Gea diam saja.Tak menjawab pertanyaan Dita lagi.


Dita menghela nafas selalu saja seperti ini jika ditanya, lalu Dita memilih untuk bangkit dari duduknya menuju bangku dimana dia seharusnya duduk.


Ya Gea duduk sendirian di kelas, karena murid di kelasnya ganjil.


Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 06.45 sudah banyak murid yang memasuki kelas mereka masing-masing. Namum masih banyak juga yang bahkan belum berangkat.


Begitu pula dengan kelas Gea, puku 07.15 bel berbunyi dan seluruh siswa memasuki kelasnya masing-masing. Jam pelajaran pertama dimulai, Sejarah pelajaran paling membosankan dan paling enak dijadikan dongeng pengantar tidur bagi Gea.


"*Ugh ..pelajaran ini lagi?!"

__ADS_1


"Dah lah mending tidur aja*"


Padahal masih pagi tapi hampir seluruh murid di kelas Gea tertidur.


Dita pun sering sekali melihat kebelakang untuk melihat keadaan Gea.


"yaampun anak ini.masih pagi udah tidur."


Di pertengahan mengajar,guru melihat kebelakang.Karena keadaan kelas yang hening.


Saat melihat ke belakang,hampir semua siswa yang di ajar nya tidur di kelas saat jam pelajaran.


Guru pun menghela nafas.


"Huhh....sabar....ngga boleh marah.!!"


**Guru melanjutkan mengajarnya hingga jam ajar nya berakhir.


Kringgggg..... Akhirnya setelah tiga jam berlalu bel istirahat berbunyi seluruh siswa terburu-buru menuju kantin tidak terkecuali dengan Gea.


"Huuuh...dah jam istirahat kah?"sambil menguap.


Gadis itu dengan santainya bangkit dari bangkunya menuju ke kantin, dia sendiri hal itu sudah biasa baginya**.


"Kruyukkk....."


"Ugh.....tumben aku laper banget."


Semua bangku di kantin penuh dan hanya ada ada satu bangku yang kosong, atau mungkin memang sengaja tidak ditempati. Entahlah.


"Oh gitu.bagus deh kalo mereka tau diri gini".

__ADS_1


"Jadi ngga perlu repot repot cari tempat duduk".


__ADS_2