
Di pagi itu sekitar pukul 7 pagi, terdengar suara gaduh di ruang tamu yg mengganggu tidur nyenyak ku krn semalaman begadang..
Tidak lama kemudian terdengar suara pintu kamar ku di ketuk dari luar..
Knokk.. knok.. knokkk..
"Kenz bangun...!! ada yang nyariin" terdengar suara nenek memanggil dari luar
"iya nek bentar.." sahutku dari dalam kamar..
Dalam hati bergemam siapa pagi² nyari aku..
Dengan mata masih melek merem aku buka pintu kamar..
Krrrrkkkk....
Betapa terkejutnya diri ini..
Ibu ana orangtua vika lgsg bersujud di kakiku sambil menangis sesenggukan..
Dengan terheran saya bertanya..
"ada apa ibu ana.."
Dengan hati yg penuh tanya sambil membangunkan ibu ana yg sedang sujud di kakiku.. sekuat tenaga aku ingin membangunkan ibu ana semakin kuat ibu ana memegang kakiku sambil berkata..
" Kenz bantu ibu.. '
" maafin ibu klw ibu punya salah besar pada kamu.."
Ibu ana membuatku smakin bingung..
" ada apa bu..?" Ketus tanya ku untuk mendapatkan jawapan rasa penasaran..
" apa yang harus aku bantu..?"
Ibu ana menceritakan sambil sujud memegang kakiku..
" Kenzo maafin ibu.."
" ibu mau minta tolong, hari ini pernikahan vika.. semua keluarga besar sudah ngumpul dirumah.. tamu undangan hari ini jg pasti sangat banyak yg berdatangan.. tp vika dari semalam tidak mau keluar kamar sampai kamu menemuinya & mendampingi vika saat akad nikah hari ini..
Ibu tidak tau harus berbuat apa lagi..
Klw vika tidak keluar kamar saat pernikahan hari ini bagai mana nasib ibu.. "
Ibu ana bercerita sambil sesenggukan bersujud di kakiku..
" ibu tau hubungan aku dengan vika.. mohon maaf bu saya g' bisa bantu ibu.." tegasku
" saya punya perasaan.. ibu selesaikan sendiri urusan ini.." sambil menghela nafas yg sangat dalam..
" ibu mohon.. bantu ibu kali ini saja.." rengek ibu ana mencoba membujuku..
Akhirnya nenek turun tangan mencoba membangunkan ibu ana. Sambil mencoba menenangkan tangisan ibu ana..
" udah nduk jangan seperti itu sampai sujud² sebenernya ini ada apa?? "
__ADS_1
Seru nenek sambil menarik ibu ana untuk berdiri..
"sudah berdiri nanti saya bantu.. semua masalah pasti ada solusi.. sudah² jangan nangis" kata terlintar dari mulut nenek untuk menenangkan ibu ana..
Nenek menarik badan ibu ana dan mengajaknya duduk di kursi..
Setelah ngobrol panjang lebar x tinggi akhirnya nenek mengerti bahwa ibu ana ingin meminta bantuan saya untuk mendampingi vika menikah..
" Kenz.. kamu g' lihat orang tua sujud di kakimu sampai nangis kyk gitu..
Jadi orang harus selalu menolong & membantu selagi kita bisa.. " kata² yg keluar dari mulut nenek berusaha menasehati skaligus menghakimi sikapku..
"sudah nduk jangan nangis nanti biar Kenzo kesana mendampingi vika.."
" tidak nek.. saya tidak mau.. dipaksa sprti
Apapun saya tetap tidak mau.. " ucapku menolak bujuk rayu ibu ana & nenek..
" siapa yang ngajarin kamu sperti ini.. nenek selama ini slalu mejarkan kamu untuk selalu menolong.. klw kamu masih menganggap nenek sebagai nenek kamu.. cepat bersiap² berangkat kerumah vika.." nenek smakin geram tidak terkendali..
Aku hanya pasrah & mengangguk tanpa bisa berfikir apa yg akan terjadi nanti..
Sambil menahan rasa kesal di hati Aku lgsg bergegas bersiap mandi & berpakaian rapi...
Setelah beberapa puluh menit skitar pukul stengah 9 pagi.. aku berangkat kerumah vika di ikuti oleh ibu ana dari belakang..
Dalam perjalanan aku tidak bisa berfikir apa yg akan terjadi jika aku mendampingi kekasihku untuk pernikahan..
Sesampainya di depan rumah vika terlihat tenda & kursi yg tersusun rapi..
Terdengar suara dari kejauhan..
"Ini artis yg di tunggu² sudah datang.. acara pernikahanya jadi di laksanakan.."
Di pintu masuk sudah di sambut pakde vika yg sudah akrab denganku lgsg memeluku meneteskan air mata sambil berkata "maafin pakde yg g' bisa berbuat apa²..."
Raga ini terasa melayang.. fikiranku serasa kosong seolah² ini hanyalah mimpi buruku..
Ibu ana lgsg mengarahkan ku kekamar vika sambil menyuruhku mengetuk pintu & memanggil namanya..
Tanpa banyak bicara aku lgsg mengetuk pintu..
" knok.. knokk... knokkk.. vika buka pintu ini aku.. vika buka pintu ini aku.."
Setelah 3 ato 4 kali aku pangil akhirnya vika membuka pintu kamarnya..
"Krkrrkrkkrk... kenapa kamu kesini..?" Ucap vika Sambil menarik tanganku untuk masuk kekamrnya lgsg menutup pintu dan menguncinya dari dalam.. kita berdua di dalam kamar..
Plaaakkkk... plaakkkk.. plaaakkk.. tangan vika menghampiri pipiku...
" kamu b****t b****n.."
kata² kasar keluar dari mulut vika ungkapan emosi kekesalan..
" aku sedang berjuang agar pernikahan ini tidak terjadi... kamu malah mengacahkan perjuanganku.."
vika memeluku erat sambil menangis kecewa..
__ADS_1
Aku hanya bengong meratapi kebodohan ini..
Apa yg aku lakuka merupakan kesalah terbesar dalam hidup ini..
Kenzo... Kenzoo... benar² orang paling bodoh sedunia.... dalam hati ini bergumam..
Tidak terlalu banyak diskusi diantara kita.. hanya ada tangisan & ungkapan kekesalan..
Vika terus menangis memeluku sambil mencakar seskali memukul² tubuhku untuk melampiaskan kekecewaanya..
Tidak terasa air mata ini ikut menetes.. sambil memeluk vika..
Caci maki yg keluar dr mulut vika seakan² melampiaskan kekecewaan atas kebodohanku trs terdengar..
" maafin aku vik.. aku tidak tau rencana ini.."
Dengan hati penuh kesalahan..
" harusnya kamu peka.. kondisi kita sprti apa..aku disini berjuang.. dari semalam g' tidur g' maka brfikir bagai mana caranya pernikahan ini tidak terjadi.."
Sambung vika dengan expresi putus asa smbil sesenggukan di pelukanku...
" maafin aku vik.. kita susun rencana yg lain.."
Cetusku untuk memperbaiki suasana yg sedang gunda..
" gmn mau susun rencana.. akad nikah jam 9 pagi ini kenzooo.." jelas vika
" dari kemaren aku sudah memikirkan segala cara... dan aku yakin rencanaku berhasil.. aku yakin kamu g' bakalan datang di acara pernikahan ini.." jelas vika smbil memandang wajahku tepat di depan mata.. terlihat jelas kesedihan di mata vika yg di penuhi air mata berlinang membasahi pipi..
" aku benar² tidak tau vik.. kamu jg tidak akan tau apa yg terjadi pagi tadi dgnku.." tegasku untuk mebuat vika tidak terlalu menyalahkanku walaupun aku tau tidak akan biasa merubah srgalanya..
" kamu bodoh kenzooo... kamu membuyarkan rencana terbaiku.. aku meminta syarat ke ibu yg g' mungkin di kabulkan untuk menggagalkan pernikahan ini.. tp kamu seakan² membuat aku menjadi orang terbodoh di dunia ini.. seharusnya kamu tidak datang kenzo..." vika menjelaskan rencana terbaiknya yg di perkirakan 99% berhasil..
Sambil sesenggukan vika berbicara di telingaku sambil memeluk erat tubuh ini.. seakan² nafas ini terhenti karna perkataan & pelukan erat vika...
Seandainya ini semua mimpi buruk....
Terbangun dari mimpi ini pasti aku akan melamarmu vik..
Tp knyataan tetaplah kenyata yg harus tetap di hadapi..
Terdengar suara pintu kamar vika ada yg mengetuk..
.. knok.. knokk.. knokkk..
Suara dari luar..
"Vika buka pintu.. pengantin laki² sudah datang.."
Seketika vika terasa ketakutan menNgis histeris di telingaku sambil berbicara sesenggukan..
" Kenzoo... bagaimana ini.. aku g' mau.. aku g'mau.."
Aku hanya diam dengan memeluk erat tubuh vika yg pucat gemetar tidak tau harus bagai mana..
Aku berusaha menenangkan vika tetapi vika trs histeris badanya terasa dingin... smakin lama suara tangis vika terhenti badan smakin dingin.. apa yg terjadi.... next PPK#70
__ADS_1