
Keesokan Harinya Kepala Desa Huan Datang Dengan Terburu Buru Dan Sedih Melihat Mayat Wuhan Tergeletak Di Lantai
"...Yuhan.. Siapa.. Yang.. Membunuh Pamanmu??" Tanya Kepala Desa Huan Sambil Menangis Merasa Bersalah
"Aku Tidak Tahu.. Pada Saat Itu Aku Ada Di Dekat Danau Berlatih Dan Pada Saat Kembali Paman Dia.." Kata Yuhan Sambil Merasa Bersalah
"Maaf.. Kepala Desa.. Ini Semua Karena Aku.." Kata Yuhan Sambil Menunjuk Wajah Bersalah
"Tidak.. Akulah Yang Menyuruhnya Kemari.. Tetapi Kau Tidak Perlu Khawatir.. Aku Akan Membiayai Kebutuhanmu Mulai Sekarang.. Dan Kau Juga Harus Menjadi Pendekar Hebat Agar Bisa Membalas Dendam Wuhan.."Kata Kepala Desa Huan Sambil Menangis Merasa Bersalah
"Ya.. Aku Pasti Akan Membalaskan Dendam Paman.." Kata Yuhan Sambil Mengusap Air Matanya
"Ya.. Kalau Begitu.. Aku Dan Para Warga Desa Akan Mengubur Mayat Pamanmu Di Desa.." Kata Kepala Desa Huan Sambil Memanggil Para Warga Lainnya Yang Ikut
Mereka Pun Telah Membawa Mayat Wuhan Ke Kereta Kuda Untuk Dibawa Ke Desa. "Yuhan.. Aku Pergi.. Kau Jaga Dirimu Baik Baik.." Kata Kepala Desa Huan Sambil Memegang Pundak Yuhan
"Ya.. Aku Pasti Akan Baik Baik Saja.." Kata Yuhan Sambil Menganggukkan Kepalanya
__ADS_1
Kepala Desa Huan Dan Para Warga Desa Pun Telah Pergi Ke Desa Untuk Mengubur Mayat Wuhan Disana, Dan Yuhan Masih Di Kota Untuk Mengikuti Ujian Masuk Perguruan
"Ahh!! Semakin Tingkatku Tinggi, Perkembangannya Pun Mulai Menurun!! Sialan!!" Kata Yuhan Sambil Merasa Dirinya Terlalu Lemah
Dan Pada Saat Itu Ada Seseorang Yang Bicara. "Heh.. Kau Kira Hanya Dengan Teknik Mu Kau Sudah Bisa Meningkat Dengan Cepat?? Kau Terlalu Bodoh.." Kata Seseorang Misterius Itu
"Siapa Kau?? Dimana Kau??" Tanya Yuhan Sambil Berteriak
"Hehe.. Mau Bertemu Denganku?? Kalau Begitu Ayo!!" Kata Seseorang Yang Misterius Itu
Seketika Yuhan Berpindah Tempat Menuju Ke Ruangan Yang Seakan Tanpa Batas. "Dimana Ini?? Hey!! Apa Kau Sedang Mempermainkan Diriku??" Kata Yuhan Sambil Berteriak
Yuhan Pun Melihat Kebelakang Dan Seketika Dirinya Pun Kaget Karena Melihat Seekor Naga Besar Berwarna Hijau Didekatnya
"Haha.. Kenapa Kau Begitu Kaget??" Kata Naga Hijau Itu Sambil Tertawa
"Kau.. Siapa Kau.." Tanya Yuhan Sambil Gemetaran Ketakutan
__ADS_1
Dia Pun Melihat Pilar Yang Ada Dibelakang Naga Itu. "Apa.. Apa Kau Adalah Naga Hijau Yang Ada Dalam Ukiran Pilar Itu??" Kata Yuhan Sambil Gemetaran Ketakutan
"Haha.. Ya Kau Benar.. Dan Sepertinya Kau Memiliki Darah Naga Murni Yang Hanya Dimiliki Olehku Dan Oleh Saudara²ku Yang Ada Di Ukiran Pilar Itu" Kata Naga Hijau Itu Sambil Tertawa
"Darah Naga?? Apa Maksudmu??" Tanya Yuhan Sambil Kebingungan
"Ya.. Kau Mempunyai Darah Naga Asli Entah Dari Mana.." Kata Naga Hijau Itu
"Kesampingkan Hal Itu.. Apa Kau Bisa Membuat Diriku Menjadi Sangat Kuat??" Tanya Yuhan Sambil Menunjuk Wajah Kebingungan
"Tentu Saja.. Tapi Kau Harus Berjanji Padaku Terlebih Dahulu.." Kata Naga Hijau Itu
"Berjanji?? Berjanji Apa?? Asalkan Aku Sanggup, Aku Pasti Akan Melakukannya.." Kata Yuhan Sambil Memandang Naga Hijau Yang Sangat Besar Didepannya
"Kau Harus Keluar Dulu Sekarang.. Ada Orang Yang Akan Datang.." Kata Naga Hijau Sambil Tertawa
Seketika Yuhan Kembali Lagi Ke Penginapan Dan Dirinya Pun Merasa Kebingungan Karena Hal Itu. Tetapi Dirinya Tidak Memikirkan Itu Semua
__ADS_1
_ _ _ _
Jangan Lupa Berikan Dukungan Kepada Author Dengan Cara Vote Dan Like Ya