
Haripun berlalu,dan Nira yang terkurung di gudang penyimpanan kini jatuh pingsan karena tidak diberi makan.
saat Nathan membuka Pintu gudang tersebut.
"heyy, wanita bodoh" Nathan yang melihat Nira pingsan mencoba membangunkannya dengan memukul pelan wajah Nira
"jika kau tidak bangun akan kupastikan kau tidur selamanya!" ancam Nathan yang merasakan panas tubuh Nira yang tinggi.
Nathan langsung membawa Nira kekamar dan memanggil dokter terbaik.
"panggil dokter terbaik segera!!!" Nathan berteriak ke kepala pelayan sambil menggendong Nira dan membawanya ke kamar.
pelayan tersebut langsung bergegas menelpon dokter.
"tuan dokter akan datang 10 menit lagi" jawab pelayan tersebut dengan taku karna Nathan yang sedang panik
Nathan meletakkan Nira dikasur dan menyelimuti nya.
dia pergi mengambil kompres dan mengompres kening Nira,tak lama kemudian dokter memeriksa dNira dan menginfusnya.
"tuan nona hanya kelaparan, mungkin istirahat beberapa hari sudah sembuh" kata dokter tersebut
" baiklah sekarang kau bisa pergi" kata Nathan lega.
.
.
.
.
.
.
beberapa jam kemudian Nira mulai tersadar dari pingsannya.
"ehmm,dimana aku?" kata Nira dengan nada yang lemah.
__ADS_1
kepala pelayan yang tahu Nira sudah bangun langsung memberinya makan dan juga sup
"nona maaf, kemarin kami tidak bisa membantumu karena tuan mudah mengancam kami" kata kepala pelayan tersebut dengan rasa bersalah
Nira tersenyum kepada pelayang tersebut dan diapun berkata.
"tidak apa apa bi aku tahu bagaimana sifat Nathan dan juga kau bisa melihat aku tidak apa apakan" Nira mencoba menenangkan kepala pelayan tersebut agar tidak merasa bersalah.
"baiklah nona aku akan pergi, istirahat lah ang baik agar cepat sembuh" pelayan tersebut pergi
saat kepala pelayan sudah sampai depan pintu untuk keluar tiba tiba Nathan berdiri dan bertanya seolah olah dia tahu pelayan tersebut akan keluar.
"bagaimana apa dia baik baik saja? apa dia akan mati?" tanya Nathan ke pelayan tersebut
pelayan itu hanya bisa menghela nafas karna tuannya tersebut.
" tuan nona baik baik saja dan dia butuh istirahat agar cepat sembuh" kata pelayan tersebut
Nathan pergi masuk dan menemui Nira didalam.
"apa kau sudah mau mati? tapi aku belum puas menyiksamu?" kata Nathan sambil tersenyum sinis ke Nira.
Nira yang sedang melamun tidak mendengarkan Nathan yang sedang berbicara kepadanya.
"ma,,maaf aku tidak mendengarmu tadi" Kata nira dengan takut
Nathan menghela nafas dan menahan amarahnya karna Nira yang sedang sakit.
"baiklah aku tidak akan memarahi mu,tapi ingat jika kau sakit lagi aku akan menghukummu" ancam Nathan dengan nada lembut.
**mulai bucen ni Nathan:v
Nira yang mendengar Nathan bicara lembut kepadanya langsung kaget.
" baiklah aku janji tidak akan sakit lagi" jawab Nira yang langsung tersenyum
.
.
__ADS_1
.
.
malam pun tiba setelah selesai makan Nathan bergegas tidur karna kamarnya dipakai Nira jadi dia tidur dikamar Nira,saat dia melihat kamar Nira dia kaget.
"apakah kamar ini layak ditiduri manusia?" gumam Nathan.
**padahal dia sendiri yang kasih kamar itu-_
'Author
Nathan pergi dan meamanggil kepala pelayan.
" besok kau renovasi kamar nona" perintah Nathan
"baik tuan" jawab kepala pelayan.
kepala pelayan tersebut senang bahwa tuannya sudah mulai perhatian ke nonanya
Nathan tidak menyadari bahwa perasannya mulai tumbuh dia tidak sadar bahwa dirinya sudah jatuh cinta dengan orang yang dibencinya yaitu Nira.
**bucen kan lu:v
selanjutnya
eitss tunggu kelanjutannya nanti
.
.
.
.
BERSAMBUNG 🌹
maaf Author telat up karna Author sakit yah🤧
__ADS_1
jangan lupa **Like,komen,vote,fav,dan bintang lima yah
Babay guys😚🤗**