
" ibu akan panggil orang tua kalian " jelas bu amanda tegas setelah mereka berada di ruang guru tepatnya di ruang bu amanda
" bu saya sudah tidak punya orang tua bu " jelas vallen lirih
" bukan kah ada kontak wali di berkas adminitrasi mu " tanya bu amanda
" iya bu tapi beliau itu hanya penolong aku bu " jawab vallen makin panik dia tidak mau ngecewakan orang yang telah berbaik hati memberikan pendidikan yang layak tapi dia malah bermain2 dengan seorang ricky yang sudah tidak diragukan lagi kebadungan serta kesombonganya.
" ibu yakin mau panggil orang tua saya apa ibi tidak tau atau pura2 tidak tau dari keluarga mana saya berasal " tanya ricky dengan sombongnya
" ya siapa pun kamu kamu salah dan orang tua kamu harus tau " jawab bu amanda makin tegas
" apa ibu ga takut kehilangan pekerjaan " sarkas ricky bertanya
" Dengar ricky pekerjaan saya bukan wewenang kamu sekalipun sekolah ini milik kgluarga mu PAHAM "
" ibu akan menyesal " jawab ricky dengan senyuman mengejek
" mau kemana kamu " tanya bu amand melihat ricky akan meraih gagang pintu
" jangan kamu fikir karena kamu anak pemilik sekolah kamu akan bisa seenaknya saja disini. sekolah punya aturan ricky " jelas bu amanda datar
" liat saja setelah ini apa kamu bisa banyak bicara " ejek ricky
tok tok tok
" masuk " jawab bu amanda mempersilakan karena yakin yang datang adalah salah satu wali murid dari dua siswa yang kini ada di hadapan nya. karena tdi dia sudah minta tolong kepada staf admin untuk menelpon dan memanggil kesekolah.
" abang " tanya ricky
" iya tadi bang jerry ada rapat di luar kota dan zakky sedang di malaysia baru saja berangkat jadi abang yg kesini ada apa sih ky " jelas shuga
" tau lah guru rese pecat aja bang " pinta ricky
" selamat siang saya abangnya ricky " sapa shuga pada guru perempuan di sebrang meja menunduk.
Deg
" suara ini ... tiak tidak mungkin dia pasti bukan dia ini sudah 10 tahun" bathin amanda
seketika wajah amanda di angkat mereka bersitatap ada keterkejutan dalam raut mereka. bahkan ada binar kerinduan dalam tatapan mereka. amanda berdiri dari duduknya saking terkejutnya melihat orang yang ada di hadapannya.
" bang dia gur... " ucapan ricky menggantung.
__ADS_1
" kalian lebih baik masuk kekelas " perintah shuga tegas
" tapi bang "
" sekarang RICKY WIRIAWAN " perintah shuga penuh tekan
Mendengar namanya di panggil nama lengkapnya membuat ricky sadar abang nya ingin sendiri abang nya sedang tidak baik entah ada hubungan apa abangnya dengan sang guru dia akancari tau nanti. yang penting sekarang yang harus ricky lakukan adalah memjauh dari mereka dan meninggalkan mereka berdua.
dengan sedikit kasar ricky menarik lengan vallen untuk keluar dari ruangan itu. ruangan itu menjafi hening sepeninggalan ricky juga vallen. mereka hanya saling tatap dalam diam. namun lama2 amanda jengah dengan keadaan yang kaku.
" silahkan duduk pak saya akan menjelaskan kesalahan adik ada agar anda tau " tutur amanda mencoba profesional
" apa itu lebih penting dari masalah kita " tanya sugha dingin
" maaf pak saya memanggil anda bukan untuk masalah pribadi tapi untuk membahas adik anda " jawab amanda tegas.
" Sejak kapan kamu panggil aku dengan sebutan pak ? " tanya shuga penuh tekanan dan emosi
" Maaf sebaiknya lain kali saja kita bahas masalah adik anda silahkan anda keluar dari ruangan saya " tegas amanda merasa susah menghadapi sikap keras kepala seorang shuga orang yang pernahada di hati nya bahkan masih ada di hati nya hingga saat ini.
" Kau fikir bisa lari lagi dari aku amanda AMANDA AMALIA PUTRI " ucapan dingin shuga mampu mengalihkan fokus amanda dari kertas di hadapan munuju manik mata shuga.
Shuga berdiri membuat lega perasaan amanda karena amanda berfikir kalo shuga akan pergi. tapi kenyataan nya shuga berjalan memutar meja mendekati nya bahkan sekarang shuga memutar kursi amanda hingga menghadap dengannya lalu mengukung amanda agar tidak bisa bergerak.
" SHUGA bukan kamu tadi memanggil aku pak " tanya shuga dengan senyum smirk nya
" shuga ini sekolah aku seorang pengajar ini ga benar " pinta amanda
" apa peduliku. yang aku peduli saat nya memberi hukuman pada kelinci kecil yang sudah kabur dari ku selama 10 tahun "
" aku akan jelaskan tapi tidak disini " lirih amanda menunduk
dengan sigap shuga meraih ujung dagu amanda agar dia kembali menatap shuga.
" yah memang kamu harus menjelaskan semuanya baby tapi sebelumnya aku harus menghukum mu " ucap shuga penuh penekanan.
Dengan gerakan tanpa di duga bibir amanda sudah dilahap dengan lembut oleh shuga. dengan perlahan tapi pasti bibir manis milik amanda sudah di kuasi oleh shuga dengan lihainya. karena suasana tanpa amanda sadari ia membalas ciuman lembut shuga. tak ada nafsu disana hanya ciuman penuh kerinduan yang mereka tumpahkan.
krettt
" oh maaf " ujar seseorang di depan pintu
sontak antesi keduanya menuju arah pintu melihat seseorang memergoki aksi mereka amanda menunduk menahan malu berbeda dengan shuga ia mengeras hampir murka melihat orang yang ada di depan pintu.
__ADS_1
" ngapain kamu kesini jack " tanya shuga dengan nada kasar ya yang datang adalah jack adik ke 4 nya.
" aku di telepon pihak sekolah " jawab jack jujur sambil masuk kedalam dengan santai tanpa mempedulikan wajah sang kaka yang memerah karena marah
" sudah aku yang urus kadi kau pergilah " ujar shuga dingin
" loh gimana abang yang urus kamu memang siapa nya vallen " tanya jack bingung karena kenapa abangnya bisa mengurus vallen
" vallen siapa vallen " tanya shuga ikut bingu
" astaga aku kesini di hubungi pihak sekolah sebagai wali murid atas nama vallen " jawab jack jujur
" vallen gadis tadi yang bermasalah dengan ricky " jawab amanda akhirnya
" ah jadi abang di sini untuk ricky bukan untuk guru cantik ini " goda jack
" jangan mulai sudah lah " hindar shuga
" abang hutang penjelasan tentang posisi kalian tadi " ujar jack memancing rona merah di wajah amanda namun pelototan tajam di mata shuga
jack terbahak bahak melihat emosi sang kaka. karena selama ini jack tahu sang kakak selalu bersikap dingin juga diam namun saat ada di dekat dengan guru si bungsu jack melihat kehangatan ditatapan sang kaka. jack yakin bahwa guru si bungsu orang yang selama ini membuat si gunung es ini menjadi semakin dingin.
" sudah sudah lebih baik sekarang anda berdua duduk saya akan menjelaskan kemarahan mereka " ujar amanda mencoba kembali ke topik awal pertemuan ini.
" sebenarnya apa yang mereka lakukan sehingga anda memanggil kami kesini " tanya jack
" begini saya menemukan ricky dan vallen ciuman di rootof di saat jam pelajaran " tutur amanda
" what " tanya jack
" iya dari apa yang saya lihat seperti ricky memaksa vallen " jawab amanda
" sama persis seperti abangnya " lirih amanda namun masih di dengar oleh shuga dan juga jack
" aku dengar yah amanda " tegas shuga mengundang senyum jack
#######################################
hayo yang penasaran ada apa sih sama Shuga dan amanda. sabar yah ayang ayang nya aku di part selanjutnya akan kelihatan seperti apa hubungan mereka.
Makasih yang sudah mampir jangan lupa aku nanti coment like dan vote nya jangan lupa di favoritnya cerita nya aku
🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯
__ADS_1