
"*Yaudah biar ayah ajaa yaa yang anter kalo gtu" ucap ayah
"*Ngga usah ayah, ayah kan baru pulang kemaren ayah pasti cape jadi ayah harus istirahat okee ayah bossss" ucap sherin sambil cengengesan
"*Ayah blm pernah nganter kamu sekolah loh, ayah sibuk kerja terus. Nah sekarang ayah libur jadi ayah pengen nganterin kamu" ucap ayah sambil mencubit pipi sherin
"Emmm yaudah deh yah" ucap sherin
Hari kedua aku bersekolah diantar oleh ayah, senang sekali disela sela ayah lelah, ayah masih sempat sempatnya mengantar anaknya. panjang umur ayah sehat slalu.
"Akhirnyaa sampaii dehhh, yah sherin berangkat sekolah dulu yaaa" ucap sherin
"*Iyaa sayang, belajar yang bener jangan bandel yaaa" ucap ayah
"Siapp ayahh bossss" ucap sherin sambil mencium pipi ayah
"Dahh ayahhh, assalamualaikum" ucap sherin sambil membuka pintu mobil
"Waalaikumsalam" ucap ayah
Saat aku mau masuk ke dalam kelasku, tiba tiba ada 4orang lakilaki yang menghalangi pintu kelas sehingga aku tidak bisa masuk kedalam kelas.
"Permisiii! " ucap sherin
__ADS_1
"Etsss jangann duluu lewatt! " ucap salah satu lakilaki yang menghalangi
"Kenapa? " tanya sherin dengan nada kesal
"Nama?" tanya salah satu lakilaki yang menghalangi
"Namakuu? " tanya sherin dengan bingung
"Iyaa namamu terus siapalagi didepanku kan cuma ada kamu" ucap salah satu lakilaki yang menghalangi dengan senyum sinis
"Kamu bukannyaa seniorku yaa, kelas 12?" tanya sherin sambil mengunyah permen karet
"Pertanyaanku belum kamu jawab, dan sekarang kamu mau nanya lagi? " tanya salah satu lakilaki yang menghalangi dengan heran sambil senyum sinis
"Sherin doang? " tanya salah satu lakilaki yang menghalangi
"Emang harus bangett sama nama panjangnya?" tanya sherin yang mulai kesal
"Emmmm, nggaasiii" Ucap lakilaki yang menghalangi
Kemudian lakilaki itu dan 3kawannga pergi dari pintu kelas sherin.
"Ehhh namaa kamuu siapaa kak?" tanya sherin sambil teriak
__ADS_1
Saat aku menanyakan namanya, laki laki itu hanya berbalik dan senyum sinis saja. Ngapain juga aku memikirkannya, tapi aku penasaran dengan lakilaki itu, eva mungkin tau nama lakilaki itu karna kemarin eva sempat memarahinya dan berani mendorongnya, coba nanti aku tanya eva kalo eva datang.
"Haii sher" ucap eva
"Ehhh eva, baru dateng jam segini? coba telat beberapa menit mungkin kamu udah kesiangan" ucap eva dengan tersenyum
"Iyaa nihhh, aku kesiangan gaada yang bangunin" ucap eva
"Ibu atau ayah kamu ga bangunin kamu emangnya va? tanya sherin
Eva diam sejenak.....
"Emmm, nyokap bokap udh cerai sher, nyokap kerja keluar negri terus, sedangkan bokap udah nikah dan punya keluarga baru bahkan udah punya anak, pokoknyaa bokap udah ngelupain aku sher" ucap eva dengan wajah sedih
Mendengar cerita eva aku turut sedih ternyata aku beruntung memiliki keluarga yang masih utuh, bukan cuma eva mungkin diluar sana banyak sekali yang kekurangan kasih sayang orangtuanya, semua tentang bersyukur.
"Eh sher, maaf yaa aku jadi cerita gini sama kamu" ucap eva sambil menghapus air matanya
"Gapapa kok va, kalo kamu butuh temen cerita kamu tinggal dtg aja sama aku, aku bakalan jadi temen cerita kamu yang bisa menjaga rahasia kamu dengan sebaik baiknya" ucap sherin sambil tersenyum
"Makasi sher makasihhh" ucap eva sambil memeluk sherin
"Sama sama" ucap sherin****
__ADS_1