Permaisuri Raja Hantu

Permaisuri Raja Hantu
kelahiran kembali


__ADS_3

Kediaman Keluarga Mu


Matahari terbenam bersinar hingga ke halaman dan daun-daun pun memantulkan cahaya redup. Senja hari disini sangat tenang, sampai suara gemerisik daun oleh angin pun dapat terdengar.


“Yang Mulia, apakah menurut Anda yang kita lakukan ini tepat? Bagaimanapun, Anda masih bertunangan dengan kakakku.” Pipi wanita muda itu memerah dan mengangkat kepalanya dengan tersipu malu sambil menyandarkan tubuhnya yang molek ke dada bidang si pria. “Jika hubungan kita diketahui oleh kakak…”


“Yang kau maksud si sampah tak berguna itu?” Pria itu mengerutkan keningnya – yang merusak penampilan tampannya, nada penghinaan tersirat dalam ucapannya. “Ketika bersamaku, kau tidak boleh menyebut tentang wanita menjijikan itu. Tentang pertunangan, itu tidak ada artinya untukku, aku akan membatalkannya nanti. Bagaimana bisa wanita yang tak berguna seperti dia menjadi istriku? Ting Er, percayalah aku akan memberikanmu status yang sah. Hanya kau yang pantas untukku!”


“Yang Mulia….” Mu Ting Er terenyuh, tetapi dia membalas lagi dengan sulit hati, “Bukankah ini tidak adil untuk kakak? Bagaimanapun dia tetap kakakku.”


Mendengar ucapan tersebut, pria itu mengeratkan pelukannya dan dengan lembut berkata, “Ting Er, kau terlalu baik. Ini merupakan keberuntungan untuknya memiliki saudara sepertimu. Jika dia tidak bisa menghargai niat baikmu, jangan salahkan aku jika bersikap kasar!”


Mata Mu Ting Er berkaca-kaca selagi dia menyandarkan kepalanya di dada pria itu, tapi disaat bersamaan bibirnya menyeringai dengan licik. Rencananya berhasil.


Tiba-tiba terdengar suara teriakan…


“AHH! Kalian.. kalian…”


Mu Ru Yue menutup mulutnya dengan pandangan tidak percaya saat melihat perselingkuhan di depannya. Keduanya tertangkap basah dengan keadaan terlanjang bulat. Air matanya mengalir tak terkendali. Saat ini perasaannya seperti tercabik-cabik.


Pria itu merengut dan menggunakan pakaian yang ada untuk menutupi tubuh mereka. Dia menatap Mu Ru Yue dengan tatapan kesal dan jijik.


“Aku sudah memberitahumu untuk menyingkir dari pandanganku! Sekarang kau malah menggangguku dan Ting Er. Jika bukan karena kau anak keluarga Mu, kau sudah ku bunuh saat ini juga!”


Melihat pria itu melindungi Mu Ting Er dipelukannya, Mu Ru Yue bisa menggigit bibirnya sekeras mungkin, matanya memerah dan dipenuhi air mata.


Kata-kata dari pria itu menusuk hatinya seperti pedang, membuatnya merasakan sakit yang teramat sangat sehingga dia tidak lagi ingin melanjutkan hidup.

__ADS_1


‘Jadi, di hatinya, aku hanya orang yang tidak penting. Lalu mengapa dia memperlakukan aku dengan lembut saat aku masih dibawah 5 tahun? Jika bukan karena itu, aku tidak akan tertarik kepadanya, sehingga tidak bisa menjauh darinya.’


Akan tetapi, setalah bakat bawaannya diuji saat umur 5 tahun, dia menyadari bahwa semua otot dan meridiannya terkunci, membuatnya menjadi sampah yang tidak bisa berlatih bela diri. Semua kelembutan itu pun hilang semenjak itu.


“Diam!”


Bentakan itu membuat Mu Ru Yue gemetar. Dia tidak tahu dimana salahnya, dia pun menatap balik pria itu dengan perasaan terluka. Wajah pria itu pun kemudian berubah kelam.


Ye Tian Feng menatap wajah penuh air mata itu dengan jijik sambil menyeringai, “Mu Ru Yue, apa yang kau miliki untuk bersaing dengan Ting Er? Kau bahkan tidak sepadan sedikitpun disandingkan dengannya!”


“Yang Mulia….” Mu Ting Er dengan segera menyela Ye Tian Feng. “Yang Mulia, tolong hentikan. Ini salahku.  Aku seharusnya tidak… aku seharusnya tidak melakukan ini. Ting Er selalu beranggapan bahwa cinta kita direstui oleh semua orang, tapi aku lupa bahwa kakak sangat mencintai Anda. Yang Mulia, aku mohon berhenti melukai kakak. Dia wanita yang baik…”


Air mata yang menetes di wajah indah itu membuat hati Ye Tian Feng terenyuh.


Sekarang?!


Saat Mu Ting Er ingin menghentikan Mu Ru Yue, pria paruh baya itu mencegahnya.


Adegan yang terjadi di depan mata Mu Ru Yue sangat dalam melukai dirinya. Dia hanya bisa menatap nanar penuh kebencian kepada Mu Ting Er dan berkata,”Mu Ting Er, kau hanya anak angkat, sedangkan aku adalah putri sah keluarga ini! Aku harap kau sadar akan statusmu!”


Plak!


Sesaat setelah dia mengatakan hal itu, sebuah tamparan kencang mendarat di pipinya.


Mu Ru Yue menyentuh pipinya yang merah tertampar, lalu dengan terkejut dia menolehkan kepalanya. Dilihatnya pria paruh baya di sampingnya dengan rasa tidak percaya. “Ayah, kenapa kau…”


“Anak kurang ajar! Siapa yang mengizinkanmu untuk bicara seperti itu kepada Ting Er?” Pria paruh baya itu menatap dengan pandangan dingin dan bertingkah seakan di depannya bukanlah putrinya melainkan seorang pembantu rendahan.

__ADS_1


“Ayah, aku ini putri kandungmu!” seru Mu Ru Yue, suaranya terisak penuh emosi. Dengan penuh air mata dia kembali berkata,”Dia hanya anak angkat. Ayah kenapa kau…”


“Putriku?” ejek pria paruh baya itu. “Memiliki putri sepertimu adalah penghinaan terbesar dalam hidupku! Walaupun Ting Er anak angkat, bakat bawaannya sangat mengagumkan! Dia itu putri kebanggaanku! Kau benar-benar berpikir bahwa kau punya hak untuk disandingkan dengan Putra Mahkota Jing [1]? Kau pikir kenapa tidak ada orang lain yang datang kesini? Biar ku beritahu, aku yang merestui mereka melakukan ini.”


Ucapannya seakan petir di siang hari. Mu Ru Yue hanya bisa menatap tak percaya kepada keluarganya.


“Kak Ting Er, kau tidak apa-apa?”


Mu Yi Xue, saudara yang lahir dari ibu dan ayah yang sama dengan Mu Ru Yue – berjalan  melewati Mu Ru Yue seakan tidak melihatnya – langsung ke sisi Mu Ting Er, yang sedang menangis terisak-isak.


“Kak Ting Er, tenang saja. Xue’er [2] dan ayah akan melindungimu. Kami tidak akan membiarkan wanita itu merebut suamimu.” Mu Yi Xue tersenyum lembut sebelum mengalihkan pandangannya ke Mu Ru Yue. Dengan tantapan jijik dia berkata, “Lagipula, dalam keluarga Mu, aku hanya punya kak Ting Er sebagai kakakku. Sampah itu tidak berhak menjadi kakakku. Aku tidak mengerti bagaimana ibu bisa melahirkan sampah seperti dia. Dia bahkan tidak pantas menyandang nama Mu!”


“Ayah, Xue’er……”


Mu Ting Er menatap penuh haru kepada mereka berdua. Tidak ada yang menyadari seringai di bibirnya itu.


‘Mu Ru Yue, aku bersumpah sejak dulu bahwa aku akan merampas semuanya darimu! Salahkan dirimu sendiri, kenapa kau harus menjadi nona muda di rumah ini sementara aku hanya menjadi anak angkat. Alasan kenapa aku bisa berada di posisiku saat ini sementara kau mengemis dikakiku adalah karena kau itu sampah yang tidak bisa berlatih. Tetapi kau tidak akan pernah tahu alasan kau menjadi sampah. Saat kau berumur lima tahun, sebelum bakat bawaanmu diuji, aku menaruh racun di makananmu. Lagipula, tidak akan ada orang yang percaya bahwa anak umur empat tahun bisa merencanakan hal seperti itu.’


Hati Mu Ru Yue terasa membeku. Dia merasa seperti orang asing di sini.


Haha!


Tiba-tiba dia tertawa sambil berlari kencang menabrakkan diri ke arah pohon di dekatnya.


Tindakannya yang tiba-tiba mengejutkan semua orang. Ekspresi Mu Ting Er berubah seketika, dia tidak menyangka hal ini akan menyudutkan kakak tirinya ke kematian. Sangat tidak seru kan kalau dia mati sekarang?!


Saat Mu Ting Er ingin menghentikan Mu Ru Yue, pria paruh baya itu mencegahnya.

__ADS_1


“Jika dia mau mati, biarkan saja. Anggap saja aku tidak pernah memiliki putri seperti dia.”


__ADS_2