
Suara Adzan magrib mengalun merdu di setiap masjid atau pun Musola yang di kenal sebagai panggilan suci bagi umat Muslim untuk segera melaksanakan kewajibanya.
Anissa yang tampak sibuk menyiapkan mukena untuk Sholat berjamaah bersama anak panti asuhan lainya.
Selain cantik dan cerdas Anissa adalah wanita yang tidak mudah menyerah.
Nyatanya setelah lulus SMA Anissa mengajukan bea siswa pendidikanya. Dan Alhamdullillah, Anissa bisa belajar di pondok pesantren dan berkuliah di UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG (UNDIP).
Setelah 5 tahun lebih menempuh pendidikanya, Akhirnya Anissa pulang ke panti asuhan karena rasa rindunya terhadap Bu Lestari dan pengurus panti lainya. Anissa merasa hanya panti asuhan dan Bu Lestari lah tempatnya kembali, karena hanya dari Bu Lestari Anissa mendapatkan belaian kasih sayang seorang ibu.
Seusai Sholat maghrib berjamaah Anissa segera menyiapkan malam bersama pengurus panti.
Makan malam bersama puluhan anak panti adalah hal yang sangat Anissa rindukan, Walaupun dengan menu makanan yang sangat sederhana. semua akan terasa nikmat karena adanya rasa kebersamaan dan semangat persaudaraan.
Setelah selesai ritual makan malam bersama anak panti Anissa segera merapikan meja makan dan mencuci piring bersama Bu Ayu.
Sambil mencuci piring Anissa dan Bu Ayu asik mengobrol ngalor ngidul.
Neng Anissa.. Ucap Bu Ayu di sela ritual mencuci piringnya.
Iya...ada apa Bu... Jawab Anissa.
__ADS_1
Apakah neng Anissa mau kembali lagi ke pondok pesantren..? Tanya Bu Ayu Lagi.
Ga tau Bu...soalnya panti ini sudah cukup lama aku tinggalkan.
Terus apa rencana neng Anissa selama di panti ini...? Tanya Bu Ayu.
Aku ingi mencari pekerjaan dan hasilnya akan aku gunakan untuk merenovasi panti ini.. Jawab Anissa.
tapi kalau tiba-tiba neng Anissa ketemu jodoh gimana...? Tanya Bu Ayu sambil tersenyum.
Yah....itu urusan Alloh SWT Bu... Walaupun Anissa belum memikiran dan belum berkeinginan untuk menikah, tapi jika Alloh SWT sudah berkehendak, mau apa lagi... Menghindar pun aku rasa akan sia-sia... Jawab Anissa.
Terus kalau seandainya nanti neng Anissa ketemu sama jodohnya, neng Anissa menginginkan seorang suami yang seperti apa... Tanya Bu Ayu lagi.
Yang membuat Anissa langsung teringat dengan sosok laki-laki tampan yang membuatnya terkejut dengan klakson mobilnya sore tadi..
Em.... Neng Anissa pernah jatuh cinta...tanya Bu Ayu sambil memandang wajah Anissa penuh selidik.
yang membuat wajah Anissa semakin bersemu merah karena menahan malu.
Ga tau lah Bu...jawab Anissa pendek.. Dan langsung memalingkan mukanya yang sudah seperti tomat dari Bu Ayu. Yang membuat Bu Ayu sangat Gemas. Dan tidak terasa tangan Bu Ayu mencubit pipi Anissa.
__ADS_1
Iihh...nggemesin... Ucap Bu Ayu sambil mencubit pipi Anissa.
Bu Ayu yang memang sudah mengenal Anissa sejak kecil tiada rasa canggung di antara mereka berdua.
Anissa adalah seorang gadis yang tidak pernah mengenal apa itu cinta dari lawan jenisnya.
Bukan karena tak tertarik dengan lawan jenis, Tapi Anissa memang seorang wanita yang pandai menjaga pandanganya, apalagi Anissa sebagai seorang santri dari sebuah pondok pesantren.
...****************...
Sementara di kediaman GAUTAMA RAHARJA.
Andre....cepat sayang....teriak mama Helena dari depan pintu kamar Andre yang masih tertutup.
Iya...ma... Sebentar lagi... jawab Andre yang masih hanya mengenakan handuk di pingganya.
Keburu malem sayang.... nanti telat lo... Ga enek sama keluarga pak Adnan... tambah mama Helena lagi.
Hehh...sabar dong ma.... Jawab Andre malas.
Andre yang sedari tadi tidak mampu melepaskan bayangan gadis cantik yg menari-nari di pelupuk matanya, membuat Andre seperti bodoh mendadak.
__ADS_1
Setelah 10 menit berlalu, kini Andre telah rapi dengan stelan jasnya dan menuruni anak tangga dan bersiap pergi menghadi undangan makan malam tersebut.