PERTIKAIAN CINTA ANAK SMA

PERTIKAIAN CINTA ANAK SMA
memaafkan dan melupakan


__ADS_3

mereka bertiga bertatapan dengan wajah yang tegang namun Ema memutarbalikkan mobil ke arah rumah sakit


sesampai di sana air mata mereka pun tak terbendung


" ini semua salah ku ma, jika seandainya mereka tidak mengikuti kita mungkin ini semua gak akan terjadi"


ucap Hafni sembari memeluk Ema dan Rara


" sabar Haf , itu semua bukan salah Lo Haf Lo harus sabar "


ucap Ema sambil menenangkan Hafni yang masih menangis namun kemudian Rara menerima telepon dari Andi Abang nya Hafni, karena Hafni tidak bisa di hubungi jadi mama dan Abang nya khawatir sehingga menelpon semua teman temannya Hafni.


tidak lama kemudian Andy dan Fatan datang ke rumah sakit berbarengan dengan keluarga Dika dan keluarga Viona semuanya terasa tegang menunggu kabar dari keduanya


" Haf , ayo ikut Abang pulang biar mobil mu Abang yang bawa pulang , kamu pulang sama Fatan biar Abang yang antar Rara dan Ema "


ucap seraya mengambil kunci di tangan Hafni


" aku gak mau bang , aku ingin nungguin kabar dari mereka dulu "


ucap Hafni sembari mengusap air matanya


" Hafni ! pulang sekarang "


bentak Abang nya yang membuat dia terkejut dan langsung berlari ke arah mobil


" Tan tolong antar dan jagain adek gua sampai rumah ya? dia pasti kecewa karena gua bentak tadi"


ucap Andy sembari melihat ke arah Hafni yang sudah berada di mobil Fatan


" Lo sih gak bisa kontrol emosi Lo , yaudah Lo gak usah khawatir gua pastikan dia selamat sampai rumah "


ucap Fatan sembari tersenyum

__ADS_1


ke keesokkan harinya suasana di sekolah seperti biasa nya namun tidak bagi Hafni.


dia merasa kehilangan, saat di kantin tidak terus memandangi kursi di pojokan seolah-olah Dika ada disana namun kenyataannya Dika masih di rumah sakit bersama Viona


" woy Haf !? kenapa muka Lo jadi melo gitu , gimana kabar nya si Dika ? "


ucap Andrif yang tiba-tiba muncul di depan Hafni membuat semua orang kesal karena terkejut


" Andriiiiff ! bisa gak sih Lo itu biasa aja kalau negur orang gak usah bukit kita terkejut "


teriak Rara sehingga membuat orang se kantin terdiam dan melirik ke arah mereka


" ssstttt , diam malu tau !"


jawab Ema sembari sedikit menunduk namun Hafni tidak mood berdebat sama Andrif kali ini dia langsung pergi meninggalkan mereka semua


" Haf mau kemana Lo , jawab dulu gimana kabar Dika ? "


ucap Andrif yang penasaran


ucap Hafni sembari melangkah pergi


" gak biasanya dia begitu "


ucap Andrif namun kemudian Rara dan Ema pun menceritakan semuanya pada si Andrif


seminggu kemudian Dika kembali ke sekolah dengan wajah dingin dia masuk kelas seperti biasanya sesekali dia memandangi foto Hafni yang di hp nya sekilas dia ingat saat dia di rumah sakit


" Dika , kamu teman Viona satu satunya Tante harap kamu bisa jagain Viona ya Dik ? hampir seminggu Viona belum juga sadar Tante takut Viona tidak bangun lagi "


ucap Mama nya Viona pada Dika sembari menangis yang membuat Dika tidak tega padanya


" iya Tan , aku janji akan selalu menjaga Viona sampai dia sembuh seperti sedia kala"

__ADS_1


ucap Dika membuat orang tua Viona sedikit lega


* maaf Haf , aku harus mengecewakan mu , maaf kan aku *


bisik Dika dalam hatinya


saat pelajaran baru di mulai Hafni minta izin ke toilet yang ternyata dia ke kelas Dika ingin mengintipnya dari jendela sehingga Dika menyadari kehadiran Hafni dan Dika pun minta izin ke toilet.


" Haf , aku sangat merindukanmu"


ucap Dika membuat Hafni seketika memeluk nya


" aku juga merindukan ku bahkan sudah tidak terbendung lagi , bagaimana ke adaan Viona ?"


seketika Dika melepaskan pelukannya dan meminta maaf pada Hafni


" aku minta maaf Haf , sekarang aku harus berbagi waktu untuk mengurus Viona yang masih kritis dan tak sadarkan diri di rumah sakit"


ucap Dika sembari memegang kedua tangan Hafni terlihat kekecewaan di raut wajah Hafni yang dia sembunyikan


" ya udah gak apa-apa Dik , kamu bisa urus Viona kok, lagian dia sahabat mu dari kecil yang begitu mencintai mu "


ucap Hafni yang sedikit salah paham


" ya ampun Haf, kenapa kamu selalu berfikir dia menyukaiku, aku sudah bilang berkali-kali kalau aku dan dia hanya sebatas teman tidak lebih "


ucap Dika meyakinkan Hafni bahwa dia lah yang di cintai nya bukan Viona


" iya aku percaya kamu hanya menyukai ku "


jawab Hafni meski masih sedikit cemas saat Dika mengurus Viona namun Dika menjelaskan lagi bahwa dia ingin mengurus Viona bukan karena dia mencintai nya atau menyukainya namun dia ingin bertanggung jawab ,walau bagaimanapun kecelakaan itu salah nya karena tidak konsentrasi saat mengemudi sehingga Hafni bener bener memahaminya


keesokan harinya Ema ,Rara, Andrif , Aldy ,Lia dan Jesslyn mengajak Hafni ke rumah sakit dimana Viona di rawat, sesampainya di ruang Viona dari balik pintu Hafni melihat Dika yang begitu tulus mengurus Viona sampai membersihkan tangan Viona dengan tisu basah

__ADS_1


membuat dia berfikir kembali kalau Dika menyukai Viona.


bersambung


__ADS_2