
Aku tidak punya pilihan lain selain membantu Zahra.Aku dan Zahra pulang kerumah masing² setelah menghabiskan makanan.Aku memarkirkan motor di bagasi dan menuju pintu rumah ku.
Tok Tok Tok...... aku mengetuk pintu rumah sambil berkata "Han sudah pulang ma".
1 menit kemudian.......
mama membuka pintu rumah.
"eh maaf han,mama tadi lagi nonton drakor jadi nggak kedengaran deh kamu ngetok pintu sama 'bilang han sudah pulang' maaf ya han" kata mama
"oh nggak papa kok ma" jawab ku
"oke ayo masuk,mama sudah buatkan makanan faforit kamu dan sebelum itu kamu harus berganti pakaian" mama teringat sesuatu,menyuruh ku.Aku tahu itu adalah kata-kata mama ketika aku baru pulang dari sekolah.
aku hanya mengangguk,menurut.
aku memasuki kamarku.Berganti pakaian.Setelah itu aku menuju dapur.
Didapur........
benar kata mama,mama memasak kan makanan faforitku,nasi rendang serta dagingnya.Selain itu ada Roti panggang,hamburger,omelet dan Sup.Aku menyantap nasi rendang serta dagingnya.5 menit kemudian aku menghabiskan makanan ku dan mengambil selehai Roti panggang untuk cemilan.
Tok Tok Tok Tok......
ada yang mengetuk pintu rumah.Aku bergegas membuka nya sambil masih mengunyah separuh Roti Panggang.
Zahra yang datang,aku menyapa nya
"siang zah" sapa ku ramah
"siang juga han" zahra menjawab ketus
Aku bingung dengan zahra,aku nyapa dia ramah___Dibalasnya dengan jawaban ketus.Ada apa dengan Zahra?
"kamu kenapa zah?" tanya ku bingung
"Ihh ayo kita mulai Rencana aku!" kata Zahra kesal.
"nggak besok aja" aku menjawab santay
Tidak bisa kah Zahra sedikit sabar? dia mungkin sangat cinta dengan Rayen sampe-sampe jadi mudah marah.Aku tertawa dalam hati
"nggak bisa besok han,kamu harus lihat ini!" Zahra berseru ketus
"oke oke" aku menjawab pelan
Zahra menarik lengan ku,dia menyuruh ku menaiki motornya,sedangkan dia sendiri menyetir motor.
Motor honda berwarna pink itu berhenti disebuah tempat,itu adalah sebuah cafe.Cafe itu adalah tempat dimana aku dan zahra diajak rayen makan bareng pertama kali.Disana terlihat dengan jelas Rayen dan kak Diana bercakap-cakap di meja nomor 10
Aku dan Zahra turun dari motor.Aku mengajak Zahra duduk disalah satu meja.Meja itu bernomor 8 dekat dengan meja kak Diana dan Rayen.
"jadi cerita nya kamu cemburu liat Rayen dan Kak Diana berduaan" aku bergurau
Zahra mendengus pelan
Aku menarik lengan Zahra,aku iseng mengajak nya ke meja Rayen dan kak Diana
__ADS_1
"apa an sih Han!" zahra berseru marah
"diem" aku menyuruh nya
kami tiba di meja nomor 10
"Hay Kak Rayen" sapa ku
"eh Hanabi Zahra" Rayen berseru riang
"eh lo lagi hanabi zahra" kak Diana berseru ketus
"eh kak Diana" aku mengabaikan kak Diana yang menatap ku tak percaya
"ngapain lo disini hanabi" Kak Diana menyelidik
"Aku dan Zahra hanya mau makan di cafe ini kok emang salah" aku berkata santai
kak Diana menghela napas marah.
Zahra menarik lengan ku kemeja kami
"Ini saat nya kita beraksi han" kata zahra
"kamu aja ah" aku menjawab tidak peduli
Aku tidak ingin berbuat jahat kepada siapa pun.Aku berubah pikiran,aku tidak mau ikut-ikutan tentang kisah cinta ini.
"loh han kamu harus bantuin aku" Zahra memohon
tiba-tiba Silsila yang menyamar menjadi pelayan dicafe ini datang kemeja kami
"Sil.......Silsila?" Zahra berseru tak percaya apa yang dia lihat
"kalian ikut aku" kata silsila
aku mengikuti Silsila,silsila membawa kami ke toilet,itu adalah tempat paling aman
Silsila menutup pintu,sejenak dia mengubah penampilan nya.
"Kalian harus membantu ku!" Silsila berseru cemas
"ada apa?" tanya ku
"kalian harus ikut aku ke dunia paralel,kalian harus membantuku"
"dunia paralel?"
"iya Zahra"
"kami harus membantu apa?"
"kalian harus membantu,nanti kalian akan tahu sendiri,yang jelas kalian mau tidak membantu ku"
aku dan zahra mengangguk walaupun belum mengerti
Tiba-tiba ada sebuah satu titik kecil dilantai,lama kelamaan titik kecil itu menjadi besar membentuk portal.
__ADS_1
"portal menuju kemana ini?" Zahra bertanya camas
"Portal menuju Klan Cahaya" Silsila menjawab
"Portal ke klan Cahaya?" Aku dan Zahra saling tatap
"iya portal ke klan cahaya,ayo lompat masuk" Silsila berteriak
aku mengangguk
aku melompat keportal itu,Zahra,dan yang keterakhir silsila
5 menit lengang,hanya terlihat pusaran hitam yang memutari kami,aku melihat Zahra yang berteriak,Silsila yang memperhatikan sekeliling nya,dan aku yang bingung atas semua kejadian ini.
Portal itu akhirnya terbuka,cahaya terang menerpa wajah ku,zahra dan Silsila.Kami betiga menutup mata.Cahaya ini membuat aku Zahra dan Silsila silau
aku akhirnya memberanikan diri membuka mata,juga Zahra dan silsila.Terlihat Ribuan kota didepan kami yang berjejer rata,hanya saja banyak yang berbeda dikota ini 1. bentuk kota ini Love,membentuk lambang hati. 2.orang-orang disini memakai pakaian Terang.
Sepertinya ini bukan kota kami lagi.
"ini adalah klan cahaya,mereka bukan hantu seperti yang kalian bayangkan" jelas Silsila
"padahal aku lagi mengejar cinta,kamu malah ngajak kami kesini" Zahra protes
"Cinta?,Zahra kamu pacaran ama siapa?—" tanya Silsila
"lanjutkan penjelasan nya" aku memotong perkataan Silsila
"ini bukan saat nya membahas cinta" aku menambahkan
"baiklah" Silsila dan Zahra mengangguk
"Hai kalian sudah datang"
Seseorang mendekat,Sepertinya dia berusia 45 tahun,dia juga memakai pakaian Terang dengan topi diatas kepala
"Iya,tolong antar kan anak-anak ini ke ruang bawah tanah val"
"baik" seseorang yang bernama VAL itu mengangguk
"ayo ikuti aku"
kami mengangguk
Val mengantar kami kesebuah Rumah.
Kami memasuki Rumah itu,Val membuka pintu,terus berjalan,lurus,belok kiri,buka pintu,belok kanan.
Terlihat liv didepan kami,aku,zahra,silsila,dan val memasuki liv tersebut
Val memencet beberapa tombol.Liv berjalan pelan
5 menit kemudian.........
Pintu liv terbuka
Bersambung........
__ADS_1