
di dalam perjalanan,al selalu mencoba memalingkan wajah nya ke arah kalung itu,sesekali dia selalu memegang nya sambil tangan yang satu nya lagi menyetir,
terlihat di bibir nya tersenyum manis sembari menggigit bibir bawah nya.
namun setengah perjalanan,al merasa ada yang aneh di leher nya
dia merasakan panas secara tiba-tiba,
al pun menepikan mobilnya di ruas jalan yang sepi.
dia pun menyalakan full Ac dalam mobilnya itu,
namun yang di dapatkan al seluruh tubuh nya seperti di sengat api yang membara.
"kenapa suhu tubuh ku mendadak panas seperti ini,leher ku juga serasa di lahap api,siall ac sudah full ku nyalakan tetap saja tidak mengurangi hawa panas ini."
ucap al sembari mengibaskan tangan nya,sembari membuka kerah baju dan dasinya itu.
al pun membuka jendela mobilnya untuk mencari angin tambahan dari luar,
namun suhu tubuh nya malah semakin panas al pun membuka pintu mobilnya,dan mencari tempat untuk dia bisa berbaring,beberapa menit kemudian,
al pun melihat sebuah kolam pancuran kecil di taman sepi itu,
dia pun mendekati kolam itu sembari berjalan dengan tidak memiliki tenaga.
"air,,aku butuh air,,airr".ucap al sembari melangkah dan memegang lehernya.
al pun sudah tiba di tempat yang ia tuju.
tak pikir panjang al pun memasukan kepala nya di kolam itu beberapa kali.
"ahhh panas sekali,,kenapa air ini malah panas juga,,siall".ucap al mendengus kesal dan menjauhkan kepalanya.
dia pun lemas tak berdaya dan terlentang di atas rumput hijau yang gelap itu karna malam.
al pun meronta-ronta kesakitan,sembari memegang leher nya dan berguling di rumput itu.
"panass,panass kenpa semakin panass".ucap al dengan teriakan nya.
untung saja di tamab itu terlihat sepi,hanya ada beberapa pohon tanaman,dan sedikit cahaya lampu kecil di taman itu.
wajah al pun memerah menahan panas itu,
sekujur tubuhnya pun memancarkan cahaya emas,
jika orang lain tahu dan melihat kejadian itu,maka akan ada topik hangat di surat kabar.
dari kejauhan,dua sosok kakek memperhatikan al dari kejauhan,
dan saling memandang satu sama lain,
mereka menyaksikan al seperti tontonan akrobat saja,
karna pada dasarnya al pun berguling-guling di rumput dan duduk lalu berdiri sambil meloncat-loncat.
dua sosok kakek ini adalah kakek cuan shu kakek dari al,
__ADS_1
dan kakek lim deveer adalah kakekku.
mereka menyaksikan al karna ingin melihat sampai mana al bisa bertahan menahan kekuatan dari kalung itu yang ingin mencoba menguasai badan al untuk di jadikan majikan nya.
al pun berteriak keras hingga membuat kakek nya cemas dan memandang kakek lim yang masih tenang dan tersenyum melihat al dari kejauhan.
"apakah kita akan diam terus menurus disini guru,setelah melihat aura naga itu keluar dari cucuku.".ucap kakek cuan dengan cemas.
kakek lim hanya bisa mengusap jenggotnya dan masih memperhatikan al.
"tenang lah,dia akan baik-baik saja,,tunggu dia sampai berhenti meronta seperti itu,jika kita ikut campur menghampirinya maka naga yang ada di diri al akan menyerang kita,kita hanya perlu menunggu cucu mu tenang dan tak menyadarkan diri dulu.".ucap kakek lim dengan tenang dan tersenyum.
"baiklah guru,aku akan mendengarkan mu..".ucap kakek cuan dengan rasa tenang karna bisa mendengar al akan baik-baik saja.
al pun berhenti meronta dan duduk sembari lutut nya menahan badan nya kebawah,
al pun bisa tenang dan tidak merasakan panas nya lagi,
dia pun teringat ucapan kakek nya dulu.
memorie al
"cucuku,jika suatu hari nanti tubuh mu sudah dewasa,akan ada satu sosok mahluk hidup yang akan memasuki tubuh mu,".ucap kakek cuan pada al,
al pun tersentak kaget dan berbatuk saat meminum ramuan dari kakek nya.
"kakek tidak becanda kan,kenapa tubuh ku harus di masukan sosok itu apa kah dia menyukai ku ?".ucap al dengan polos dan penasaran.
kakeknya hanya bisa tertawa keras mendengar ucapan al yang masih berusia remaja itu.
al pun hanya bisa diam tak bergeming dan menyusuri seluruh tubuhnya.
"apakah badan ku seistimewa itu,,".ucap dalam hati nya.
***
al pun mengatur nafas nya dan mencoba duduk sembari menyanggakan badan nya pada bahu kolam didekatnya itu.
dia pun terlihat wajah nya bersinar dan tubuhnya memancarkan kilauan emas,
al pun mencoba memeriksa badan nya dengan mata nya dan meraba tangan nya.
"apa ini benar,apa aku tidak bermimpi dan berhalusinasi,,dan perkataan kakek ku itu benar,apa kah aku harus percaya dengan yang ku lihat ini,,?".ucapan al pun terlontar sembari melihat cahaya yang ada di badan nya.
tanpa sepengetahuan al,kakek cuan dan kakek lim pun mendekatinya,
al yang masih melihat seluruh tubuhnya menunduk,di buat terkejut saat ada seseorang mendekatinya.
"cucuku,,apa kah kau baik-baik saja."ucap kakek cuan menghampiri al.
al pun tersentak kaget dan mundur,
dia pun menaikan alis nya setelah melihat dua sosok kakek.
al pun memperhatikan kakek yang berbicara tadi dengan seksama,
dan wajah yang di lihat al adalah kakek cuan yang tidak asing lagi bagi nya.
__ADS_1
"kakek cuan,,? apakah ini benar kakek cuan,,?".ucap al dan mencoba berdiri sembari menahan badan nya dengab lemas.
"cucuku,itu benar,,aku adalah kakek cuan,apa kah kau sudah membaik.".ucap kakek cuan memastikan al dan mendekatinya .
"aku baik-baik saja,kenapa kakek berada di sini,,dan yang di samping ini siapa kek.?".ucap al dengan menatap kakek lim.
kakek lim hanya bisa tersenyum hangat,dan kakek cuan pun menoleh ke arah yang di pandang al.
kakek cuan pun menepuk pundak al dan kembali memalingkan wajah nya pada al.
"dia adalah sahabat lama ku,dab juga guru ku."ucap kakek cuan sembari tersenyum pada al.
al pun kaget dan mengerutkan alisnya,
kemudian kakek cuan pun memperkenalkan kakek lim pada al.
"cucuku perkenalkan ini adalah kakek lim deveer,dia adalah sosok yang ku hormati,.jadi kau harus bersikap sopan padanya.".ucap kakek cuan pada al.
al pun tak banyak bicara lagi setelah mendengar ucapan kakeknya.
"aku al aseggaf william,senang berkenalan dengan maha guru dari guru ku sekaligus kakek ku."
ucap al sembari menjulurkan tangan nya .
kakek lim pun memandang sahabatnya,
lantas jabatan tangan dari al pun di hiraukan,
kakek lim pun mengusap kepala al sembari tersenyum.
"kau adalah kesatria yang akan meneruskan ilmu dari ku,aku akan menantikan mu di padepokan kekaisaran langit.hiduplah dengan damai,,dan kau akan menajadi sosok yang di segani oleh banyak orang.".ucap kakek lim dengan mengelus kepala al,
al hanya bisa diam seribu bahasa dan tidak mengerti apa yang di maksud
kakek lim.
terlihat jelas rasa canggung di wajah al,
dan kakek cuan hanya bisa tersenyum.
"pulanglah,kau akan ku jemput setelah urusan mu disini selsai,".ucap kakek lim,
kakek cuan pun hanya bisa memandang al dengan mengisyaratkan mengangguk.
al pun berpamitan setelah mendapat izin dari kakek cuan .
menyentuh kakek cuan dan kakek lim.
saat ingin menyentuh kaki kakek lim
al pun membuka lebar matanya ketika kaki kakek lim tidak menapak di tanah dan mengeluarkan cahaya.
al pun segera berdiri lagi tanpa berbicara,
dan pamit pergi melangkah ke arah mobilnya.
berasambung...
__ADS_1