PINDAH KE AKUN LAIN

PINDAH KE AKUN LAIN
CH 7 Training


__ADS_3

Dilantai tepat di depan Hans garis – garis terbentuk secara misterius sampai membentuk lingkaran sihir dan akhirnya sebuah telur berwarna silver dengan beberapa ukiran pola elegan muncul. Telur itu mulai bergetar dengan sendirinya, itu bergetar dengan gila dan akhirnya beberapa retakan muncul. Akhirnya telur itu pecah dan perlahan menjadi sebuah partikel cahaya. Tapi sesuatu tertinggal tepat di mana lingkaran sihir dan telur itu berada sebelumnya. Benda itu memiliki cahaya keemasan redup dan akhirnya cahaya itu menghilang menampilkan bentuk menyeluruh dari benda tersebut.


“apa ini?. .....sebuah mata? “ Ucap Hans kebingungan


Hans mengangkat sebuah benda mirip bola mata dari lantai. Benda itu sepertinya terbuat dari batu dan memiliki pola unik. Dan di bawah mata batu yang sebesar kepalan tangan itu juga terdapat benda lain yang tertinggak


“ Ah, ada yang tertinggal lagi.... Ini aye patch kan? “ Ucap Hans sambil mengambil benda yang satu lagi


Itu adalah sebuah aye patch (penutup mata) tanpa tali yang memiliki pola yang sama dengan mata batu sebelumnya dan sebuah mata sepertinya lensa. Hans sedikit bingung karena dulu dia sangat jarang mendapat sebuah artefact apalagi dua artefact sekaligus.


Tingg*


Identification success


***Insight aye


Rank : rare (???)


Type : support tools


***Description


Insight Aye dan Insight Aye Patch adalah satu set artefact tingkat rare dan masih dapat berkembang. Insight Aye adalah sebuah artefact pemantau. Insight Aye dapat mengambang dan mentransmikan apa yang dilihat ke Insight Aye Patch. Sedangkan Insight Aye Patch dapat memperjelas penglihatan pengguna sehingga dapat melihat lebih jauh.


“ Gila, aku tidak pernah seberuntung ini sebelumnya “ ucap Hans dengan bersemangat


Ekspresi wajah Hans terlihat sangat bahagia bahkan sampai seperti orang yang sangat berbeda. Dia seperti anak kecil yang telah mendapat mainan yang sangat dia inginkan.


“Seharusnya aku melakukan gacha lagi, pasti ini adalah waktu saat luck ratenya sedang tinggi, sial, kemiskinan ini membunuhku “


Hans masih memperhatikan hadiah yang dia dapat. Setelah selesai mengamati, dia mulai mencobanya , dia mendekatkan Aye Patch tersebut ke dekat mata kananya. Saat Aye Patch itu menempel pada kulit di sekitar mata Hans itu seperti memiliki magnet yang membuatnya tetap menempel. Setelah menempel Aye Patch itu langsung menyerap mana Hans dan segera aktif.


Padangan Hans menjadi sangat jernih, dia juga dapat melakukan zoom. Dia juga merasakan koneksi pada mata batu itu dan seperti memiliki kontrol penuh terhadapnya. Hans mulai mengontrol benda itu dan benda itu mulai melayang. Itu mirip sebuah drone. Hans mulai memainkannya membuatnya bermanuver di ruangannya yang sempit.

__ADS_1


“ aku harus mengujinya lagi nanti...sepertinya sudah diputuskan senjata apa yang akan kupakai “ ucap Hans


Karena ini sudah menjelang malam Hans hanya berada dalam ruangannya dan bermain dengan drone barunya. Dan setelah dia mulai bosan akhirnya dia pergi tidur.


.


.


.


Pagi ini Hans tidak pergi berburu, teatapi di sedang berkeliaran di Adventure Guild. Dia sedang berbicara dengan resepsionis yang sangat cantik. Jika diperhatikan dia memiliki mata yang indah, hidung yang menjulang tinggi, bibir lembab yang ramping dan wajah yang mungil. Rambut pirangnya yang panjangnya hanya sebahu membuatnya terlihat segar. Itu seperti orang blasteran antara Asia dan Eropa.


“ Permisi, apa ada yang bisa kami bantu? “ ucap resepsionis itu dengan senyum yang sangat manis


Resepsionis yang sadang berdiri di depan Menghampirinya yang sedang melihat – lihat Adventure Guild itu akhirnya bertanya pada Hans.


“Ah, bisakah kau menyewa ruang Latihan untuk memanah? Dan tolong rekomendasikan seorang pelatih. “ ucap Hans dengan acuh


“Umm... Baiklah, tolong tunggu sebentar”


Setelah beberapa saat akhirnya resepsionis itu akhirnya kembali dengan seorang pria yang memiliki badan berotot yang ramping. Wajah pria itu memakai topeng yang menutupi hampir seluruh wajahnya kecuali daerah sekitar mata dan rambut coklat bergelombangnya cukup panjang.


“ Dia adalah tuan Diun, seorang petualang tingkat C, dia juga pemanah yang hebat “ ucap resepsionis itu dengan senyum profesionalnya


“ Itu cukup baik, bagaimana dengan biayanya “ ucap Hans


“ Tolong buat sebuah Quest terlebih dahulu sehingga tuan Diun bisa mengambilnya, dan untuk harganya kalian berdua bisa merundingkannya.“ ucap resepsionis masih dengan senyumannya


“Baiklah.. “


Setelah itu mereka bertiga menuju ke meja resepsionis, mereka merundingkan beberapa hal, akhirnya mereka sepakat dan Hans segera menulis sebuah Quest agar Diun bisa segera mengambilnya. Setelah Diun mengambilnya mereka berdua segera pergi ke ruang latihan. Ruang latihan terletak di belakang Guild yang merupakan lapangan yang cukup luas, di sana telah di sediakan berbagai fasilitas seperti replika senjata target memanah dan juga boneka latihan.


“ Baiklah ayo kita mulai , tolong cobalah memanah terlebih dahulu “

__ADS_1


Akhirnya pria itu berbicara, suaranya sedikit berat dan agak serak. Tanpa basa basi Hans segera membidik target panahan, lalu melepaskan anak panah, suara udara gesekan terdengar setelah anak panahan di lepaskan.


Swooosh.... Duk


Jarak target itu dan Hans adalah 50 meter, dan Hans hampir mengenai titik tengah target itu.


“Ini tidak sesulit yang kukira” gumam Hans


“ Jangan membidik terlalu lama itu akan membuatmu cepat lelah “ Ucap Diu


Pria itu memberikan saran pada Hans. Dia mengambil busur milik Hans dan mempraktikkan cara memanahnya.


“ Perhatikan ini “ ucap Diun sambil mulai memanah


Pria itu menarik busur, dan setalah menyejajarkan anak panah dengan tulang matanya pria itu segera melepas anak panah, dan sebuah suara tumbukan samar terdengar. Gerakan yang dilakukan pria ceoat, dia seperti memanah tanpa membidik targetnya terlabih dahulu. Anak Panah yang dia lepaskan itu menembus target tepat di tengah dan hanya setegang bagian yang terlihat pada target


Setelah pria itu Memberikan busurnya kepada Hans, dia segera mencoba mempraktikkan apa yang dilakukan pria itu. Pada percobaan pertama Hans hanya menyerempet target. Meskipun Hans gagal pria itu memuji Hans. Latihan Hans berlanjut hingga siang hari, setelah kelelahan akhirnya Hans kembali ke penginapan.


.


.


.


Pada sore harinya Hans sedang makan dan dia cukup kesulitan karena lengannya terasa sakit akibat latihan memanahnya tadi pagi. Dia sedang makan daging Horned Rabbit panggang dengan bumbu istimewa.


“ Rasanya sama dengan daging ayam dari restoran terkenal, ini cukup enak ”


Setelah selesai makan Hans tetap duduk di sana beberapa saat. Dia sedang beristirahat dan memikirkan apa yang akan dia lakukan selanjutnya.


“ Aku hanya bisa mengenai target sejauh 100 meter, dan akurasiku cukup tinggi. Apa aku harus membeli panah beracun, sepertinya beli beberapa saja “


Hans terus memikirkan berbagai strategi yang bisa dia gunakan menggunakan panah, dan setelah lelah berpikir akhirnya Hans kembali ke kamarnya dan beristirahat

__ADS_1


__ADS_2