
*** maaf kakak2 yg cantik2 dan ganteng2, hance lg sibuk kerja jd baru sempet lanjut🤣🤣***
*bel pulang pun berbunyi kelima sahabat itu bergegas ke parkiran,mereka langsung mengarahkan kendaraan mereka ke arah rumah sakit...
* sampai di rumah sakit Rara Dan kawan-kawan langsung ke meja resepsionis untuk untuk menanyakan ruangan bu Nana *
"permisi sus ruangan atas nama bu Nana di mn ya" Rara dengan sangat sopan bertanya kepada suster tersebut"
* suster yg mendapat pertanyaan langsung mengecek pasien atas nama bu Nana*
" bu Nana ada di ruang melati mbak, dari sini lurus belok kanan nanti ad lorong melati no 4 di situ ruangan bu Nana mbak" jawab suster tersebut"
"makasih ya Sus" jawab mereka serempak
* mereka berjalan sambil asik bercerita, ntah mengapa Rara merasa ada yg memperhatikannya sedari tadi*
*ya Raihan lah yg sedari tadi terus memperhatikan Rara sampai Rara memaski ruang inap bu Nana "
" kita bertemu lagi baby " gumam Raihan sambil menyeringai
* cukup lama Rara dan kawan-kawan berada di ruangan bu Nana menanyakan keadaan bu Nana prihal sakitnya, mereka akhirnya berpamitan dan hendak pulang *
__ADS_1
*Rara hendak mengirim pesan ke ibunya tp ketika ia memeriksa handphone nya Rara tak mendapati handphone di dalam tasnya*
" ngapain sih lo Ra? " adel yg sedari td melihat Rara seperti mencari sesuatu menanyakan kepada Rara
"duh handphone gue kayaknya ketinggalan deh di ruangan bu Nana, gue ambil dl ya" ucap Rara memberi tau tmnnya
"ya elah Ra, gue temenin ya? "ucap Rini
*ngak usah deh lo pada duluan aja, ntar gue nyusul, cuma bentar kok" balas Rara langsung berbalik hendak kembali ke ruang bu Nana
* di salah satu sudut ruangan Raihan masih setia memperhatikan Rara sudut bibirnya terangkat tak kala ia melihat Rara kembali ke ruangan bu Nana *
"Hai baby,kita ketemu lagi" ucap Raihan lekat memandang wajah cantik Rara
"lo lagi,mau apa sih lo? , lepasin gue ngak" ucap Rara seraya menahan kesal
"mau apa? aku maunya kamu baby dan aku ngak akan lepasin kamu" jawab Raihan seraya menurunkan wajahnya mendekat ke wajah Rara, ketika bibir Raihan hampir menyentuh bibir Rara, Rara dengan cepat melihat ke arah lain sehingga ciuman Raihan tidak menyentuh bibirnya tp malah menyentuh pipi Rara, Raihan sama sekali tidak kesal akan tingkah Rara, baginya gadisnya sangat mengemaskan
" apaan sih lo, ih jauh gih gue ngak suka kayak gini"ucap Rara seraya mendorong Raihan agar menjauh darinya tapi sama sekali tidak membuat Raihan menjauhkan dirinya, Raihan malah makin merapatkan tubuhnya ke Rara, memeluk tubuh mungil Rara
" tapi aku suka baby " balas Raihan semakin erat memeluk Rara
__ADS_1
" lepasin gue, gue mau pulang " ucap Rara
" kamu pulang bareng aku baby dan aku ngak suka kamu panggil lo, gue ke aku, mulai sekarang kamu pacar aku, dan aku mau kamu panggil sayang ke aku " balas Raihan seraya merapikan anak rambut Rara
" gue ngak mau pulang sama lo, gue jg ngak mau jadi pacar lo, lepasin gue " jawab Rara seraya mendorong tubuh Raihan
* jawaban Rara berhasil membuat Raihan mengeraskan rahangnya,Raihan adalah orang yg tidak suka di bantah*
*di ciumnya bibir mungil Rara secara paksa, Rara terus berontak, mencoba melepaskan diri dari Raihan tapi Raihan malah menarik tengkuk Rara,menperdalam ciumannya kepada Rara,Rara mencoba mendorong tubuh Raihan namun sekuat apapun Rara berusaha tenaganya kalah jauh di banding kan dengan Raihan,Rara tak bisa menahan air matanya, air mata sialan itu mengalir tanpa di perintah, ia tak pernah di perlakukan kasar seumur hidupnya, Rara selalu di manja sejak kecil jadi ketika ada yg berlaku kasar ia akan merasa sangat ketakutan*
*Raihan yg melihat Rara menangis langsung menjauhkan bibirnya dari bibir Rara, mengusap lembut air mata yg membasahi pipi Rara*
" aku ngak nerima penolakan sayang, sekarang kamu pacar aku, dan aku ngak suka liat kamu nangis " ucap Raihan sembari mendekap tubuh mungil Rara
*Rara masih shok, airmatanya masih mengalir ia berusaha untuk menahan tangisannya tapi air mata sialan itu tak kunjung berhenti*
*melihat Raranya masih menangis Raihan membawa tubuh mungil itu duduk di sofa yg ada di ruangannya, di dudukannya Rara di atas pangkuan nya, membawa Rara kedalam pelukannya, Rara yg masih menangis menurut saja tanpa menolak, ia takut Raihan akan marah lagi jika ia menolak pelukan itu"
*lama Rara menangis sampai ia tak tau jika sedari tadi handphone nya berbunyi *
****sampe sini dl ya,semoga masih ada yg setia baca novel ini, jgn lp jempolnya kak🤣🤣***
__ADS_1