
akhhh ughhhhh "anna mendongak.
tangan reyhan memainkan bukit anna
reyhan meremas bukit anna
ukhhhh
tangan reyhan mengusap **** * anna
emh reyyy " anna bergelinjang.
sebut namaku babby akhh "reyhan mempercepat lajuaannya
jepit punyaku emh akhhh " reyhan semakin gencar.
pijatan di dalam sana semakin terasa dan kencang
honeyyy akhhh "desah anna.
reyhan menciumi punggung polos anna
arghhh babbby " desah reyhan.
kau semnpithhh sayang akhhhh
faster please ukhhh
sodokan di dalam semakin dalam
sampai anna merasakannya.
akhhh dearrrr "desah anna panjang.
arghhh " mereka pelepasan bersama
reyhan menggendong anna ke kasur
anna pun membalikan tubuhnya di atas reyhan
sekarang kamu akan merasakan apa yang aku rasakan di putaran kedua ini
jleb
anna pun menggoyangkan pinggulya
akhh annaaa ukhhh percepat babby ukhhh "reyhan merasakan miliknya di pijat oleh anna.
anna mempercepat ya
anna mencium leher reyhan
akhh " desah reyhan.
reyhan meremas bokong anna
akhh
emh ughhh percepat baby "desah anna yang sedang menikmati di atas reyhan.
reyhan pun mempercepatnya
reyhaaaan " anna pun pelepasan.
jam 3 pagi
reyhan memposisikan tubuh anna membelakanginya dan mengangkat kaki anna dan memasukan miliknhya
__ADS_1
sayanghh "desah anna.
reyhan menaruh kaki anna di bahunya supaya memperluas gerakannya
akhhh babby dont stop ukhhh
arghhh
emh akhhh
tangan reyhan memainkan ******** anna
akhhh ouhhhh
reyhan menghisap pungung anna
shhh
reyhan memberikan pijitan pada bukit anna.
reyhan melepas milik nyaa dan memasukan kannya lewat depan
akhhhh terushhh
ouhhh im coming "pelepasan anna yang sudah tidak tau ke berapa kalinya.
mereka melanjutkan dengan bermacam gaya sampai jam 6 pagi dari jam 2 siang
akhhhh makasih sayang
reyhan mencium kening anna.
mereka pun tertidur seharian karena kecapean melakukan olahraga dari kemarin
pagi hari
anna membuka mata yang pertama kali dia liat adalah suaminya yang di dalam pelukannya dengan pelukan. possesive nya
hmm "jawab reyhan yang masih menutup matanya.
bangun yu udah pagi " ucap anna mengelus muka reyhan.
masih ngantuk "jawab reyhan
reyhan semakin mengeratkan pelukannya
reyhan membuka matanya
mau ini " tunjuk reyhan pada bukit anna
nanti ya "jawab anna menolak permintaan rey lembut
sekarang " rengek reyhan.
anna hanya mengganguk saja
anna pun membuka selimutnya
reyhan langsung menyusu
reyhan menghisapnya secara rakus
shh "desis anna.
pelan-pelan aja baby ngak akan ada yang rebut " ucapa anna mengelus rambut reyhan.
reyhan hanya mengganguk saja sambil sibuk menghisapnya walaupun tidak keluar apa pun
__ADS_1
berasa punya bayi gue,tapi yang ini bayi gede
anna yang melihat tingkah laku suaminya hanya terseyum saja
ting
anna mengecek HP nya dengan satu tangan dan reyhan masih sibuk dengan aktivitasnya
Queen,gue udah nemuin siapa orang yang mengirim foto itu ke suami lo "pesan edwin.
siapa? " tanya anna.
musuh dari masa lalu "jawab edwin.
maksud lo viola? " tanya anna.
ya "jawab edwin.
mau apa lagi viona win? " tanya anna.
mungkin mau balas dendam lewat suami lo "jawab edwin menduga-duga.
buat apa? " tanya anna.
mungkin membalas yang pernah terjadi di masa lalu "jawab edwin.
win " pesan anna.
ya? "jawab edwin.
apa kakak gue baik" aja? "tanya anna.
kakak lo baik" aja gue kemarin sempet hubungin dia "jawab edwin.
syukurlah " balas anna.
win apa kevin,melvin,nadine, tasya dan sky udah balik dari London? "tanya anna.
memang nya kenapa? " tanya edwin.
kalau memang mereka balik ke sini gue mau mereka jagain rumah gue sekalian temen ngobrol kalau di rumah "balas anna.
bukannya di rumah lo udah banyak bodyguard ya " tanya edwin.
ya, di rumah gue memang udah banyak bodyguard tapi dengan baliknya viola gue jadi ngak tenang apalagi dia hampir buat berantem gue sama reyhan tentang foto kemarin. mungkin dengan adanya mereka gue jadi sedikit tenang "jawab anna.
ok ntar gue kabarin kalau mereka balik ya " balas edwin.
thanks win "balas anna.
urwell " balas edwin.
chat pun berakhir
anna menaruh hpnya di nakas
anna melihat reyhan tertidur dengan mulut yang masih berkerja
tidur ternyata dia "guman anna.
anna pun mencium kening reyhan.
.
.
.
__ADS_1
.
TBC