
"Chu ingat setiap pagi harus bawa 2 mangkuk/piring yang satu untuk aku dan satu lagi untuk mu ,makna sendiri sendiri itu tidak terasa nikmat makan bersama seperti ini lah akan sangat nikmat".
"baik nona ". bibir Xia tersenyum melihat Chu dengan patuh mematuhi nya .
~
~
~
~
__ADS_1
Setelah selesai makan Chu kembali ke dapur untuk membersihkan tempat makan tadi dan Xia pergi mandi ia menuju ke sebelah Utara dari kediaman kecil nya .
"seingat ku di sebelah Utara ada sungai yang airnya jernih dan segar,pagi pagi seperti ini untuk mandi di sana pasti akan membuat badan ku lega ".
Suara gemericik air dari sungai sudah terdengar ,air yang begitu jernih dengan pepohonan yang tumbuh di samping bibir sungai menambah kecantikan sungai itu sendiri .
Tanpa pikir panjang Xia langsung melapas baju yang ia kenakan dan menyisakan pakaian dalam yang melekat di tubuhnya,tidak mungkin Xia mandi dengan tubuh telanjang bulat, walaupun di hutan pengasingan ini tidak ada orang tapi Xia tetap waspada karena orang yang memiliki kemampuan yang tinggi bisa menyamar kan hawa keberadaan nya mereka dan berbaur dengan alam sekitar .
Tubuh dan rambut nya harum bunga mawar , kulit putih nya saat terpancar sinar matahari begitu putih seperti giok rambut nya hitam bersinar walaupun xia hanya memakai baju polos Xia terlihat menawan dan mempesona ia seperti seorang gadis yang suci dan yang melihat nya pasti ingin melindungi nya dan memberi nya kasih sayang yang sangat , tetapi tidak Xia sama sekali tidak mendapatkan kasih sayang dari keluarga nya ia hanya dapat dari Chu yang selalu bersama nya senang maupun sedih Chu sendiri tidak pernah mengeluh saat bersama dengan Xia ,ia selalu berada di sisinya . Dan itu membuat hati Xia hangat , walaupun keluarga nya tidak menginginkan nya tapi Xia masih mempunyai Chu di sisinya itu sudah cukup bagi Xia .
Setelah rambut nya kering Xia menyelusuri hutan dan mencari bahan obat dan bunga Xia ingin membuat sabun alami dari ekstrak bunga .
__ADS_1
Xia bersyukur karena ayah nya mengasingkan nya di hutan selatan ini karena di hutan ini begitu banyak bahan bahan yang mencukupi kebutuhan bagi Xia dan Chu ,Xia tidak bisa membayangkan jika ia di kirim ke pengasingan dingin karena di sana tidak ada tumbuh tumbuhan yang ada hanya es yang membekukan tubuh dan mungkin saja jika Xia dan Chu di sana tidak akan bertahan hidup.
Setelah menyelusuri dan mencari apa yang xia butuh kan Xia langsung pulang ke gubuk dan ia melihat Chu yang sedang menjemur pakaian .
"hemm,apa sebaiknya aku juga membuat baju ,tapi apakah di sini ada ulat sutra , besok aku ingin mencari ulat sutra". baju yang Xia kenakan semua nya polos dan itu sangat jelek Xia juga ingin memiliki baju yang ada motif nya dan juga Xia juga ingin membuat kan baju untuk Chu .
"Chu , lihat lah aku menemukan bahan makanan lagi dan lihat aku juga mendapat kan satu ekor kelinci ,aku ingin sate kelinci ,Chu ayo memasak bersama".
Chu melihat nona nya membawa satu ekor kelinci dan bahkan bahkan makanan dan obat, wajah nona nya kotor dengan darah dari kelinci yang di dapatkan nya baju nya juga telah kotor oleh darah dan tanah Chu hanya bisa menggelengkan kepalanya karena nona nya begitu aktif dan Chu senang karena nona nya tidak hanya berdiam diri di kamar dan menangis .
(mohon maaf jika update nya lama π)
__ADS_1