
-Haii readers, author udh update lagi nihh :) ,
-tolong di koreksi jika ada typo atau kesalahan kalimat nya :)
-jangan lupa vote & komentar nya yaa:)
Jangan jadi silent readers ya :)
-padahal author liat yang baca story aku udah puluhan, tapi ga ada yg nge vote & komentar nya juga kosong :)
Jadi kalo kalian suka dengan cerita aku tolong vote & komentar nya :)
THANKYOU^^
HAPPY READING :)
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Di pagi hari yang cerah, tampak cahaya mentari memasuki kamar seorang gadis yang kini tengah melepas penat di ranjang nya, ya gadis itu adalah Kejora.
Setelah kejadian di meja makan kemarin malam, dirinya langsung memasuki kamar & menangis tersedu sedu mengingat perkataan sahabat nya Zyan yang menyakiti hati nya. Membuat dirinya kelelahan lalu tertidur dengan air mata yang membasahi pipi cantik nya.
Tok Tok Tok
"Eeunghh"
Suara ketukan pintu membuat Kejora melenguh sambil membuka mata nya menyesuaikan dengan sinar matahari.
"Ra, bangun dong semua udah bersiap di meja makan tuh buat sarapan,masa lo yang tuan rumah nya ga nongol, gue juga jadi ga enak mau nikmatin makanannya, padahal menggiurkan bangett". Teriak salsa yang di dengar Kejora.
" Duh, iya bentar lagi gue turun, mau mandi dulu, lo duluan aja". Jawab Kejora tanpa membuka pintu nya. Ia langsung menyambar handuk & pakaian nya dan menuju kamar mandi.
••••
Selesai dengan mandi nya, Kejora langsung turun untuk bergabung sarapan bersama yang lainnya di meja makan.
__ADS_1
Meja makan yang berbentuk persegi panjang membuatnya harus duduk berhadapan dengan Zyan.
Samar-samar Kejora mengingat kejadian kemarin malam dimana Zyan mengatakan hal tersebut sebenarnya ada perasaan senang ketika mendengar Zyan akan melamarnya, namun alasan Zyan melamar nya lah yang membuat Kejora sakit hati. Bagaimana tidak? Dengan gampang nya Zyan berkata "tidak apa, jika terjadi sesuatu pun, gue bakal nikahin Kejora ini" , tentu perkataan nya yang seperti itu melukai hati Kejora.
Dan sekarang suasana di meja makan tampak sunyi, hanya ada suara dentingan sendok dan piring yang beradu mengisi kesunyian tersebut.
"Ra, gue minta maaf soal kejadian kemarin, gue gak bermaksud bikin lo sakit hati, sekali lagi maafin gue ra". Ucap Zyan mengisi kesunyian tersebut.
Kejora yang mendengar itu, hanya bisa menghela napas.
"Iya, udah gue maafin tapi jangan di ulang lagi ya, jujur kata-kata lo kemarin bikin gue sakit hati Zyan". Jawab Kejora membuka suara.
" Makasih ra, udah mau maafin gue". Ucap Zyan senang.
Yang dibalas senyuman dari Kejora & salsa yang ikut tersenyum.
Namun, di antara mereka, Iqbal lah yang tidak ikut tersenyum. Mungkin ia masih emosi dengan Zyan. Tetapi mendengar Kejora memaafkan Zyan, tentu ia juga ikut senang, karena baginya Kejora adalah jiwa nya, jika Kejora sedih dia akan ikut sedih namun sebaliknya jika Kejora senang & bahagia ia akan ikut merasa senang & bahagia.
Setelah selesai sarapan, mereka melakukan aktivitas nya masing-masing.
Dan ya, hari ini libur, tetapi besok mereka harus sekolah. Jadi untuk Iqbal & salsa, mereka akan pulang nanti sore menaiki mobil Iqbal.
Kejora tengah belajar di ruang tamu sambil memakan cemilannya.
Zyan sedang menonton televisi di ruang keluarga.
Sedangkan Iqbal & salsa tengah menyiapkan pakaian yang akan mereka bawa pulang nanti agar nanti saat mereka ingin pulang tidak meninggalkan barang-barang mereka.
••••
"Ra, mau gue ajarin engga? Kebetulan di kampus gue, lagi ngulang sedikit pelajaran di SMA jadi kita juga bisa belajar bareng". Ujar Zyan yang bosan menonton televisi. Akhirnya menuju tempat dimana Kejora belajar.
Dan ya, perlu diketahui Zyan adalah murid teladan & cerdas, hal itu juga yang menjadi kan mama & papa nya ingin agar dia meneruskan perusahaan mereka.
Kejora yang tengah memikirkan cara menyelesaikan sebuah soal yang menurutnya sedikit sulit, lantas mendongakkan kepalanya dan mendapatkan Zyan yang tengah berdiri di samping nya, karena posisi Zyan berdiri sedang kan Kejora duduk menimbulkan selisih tinggi badan mereka. Dan sebenarnya Zyan lebih tinggi juga dari Kejora.
__ADS_1
"Oh, oke ayo, gue lagi mikirin penyelesaian soal yang ini nih". Ujar Kejora menunjuk soal yang menurutnya sulit.
" Oh, ini gue ngerti, jadi ini kayak gini... ". Ucap Zyan mengajari Kejora.
Kejora yang diajari nya pun langsung mengerti, karna memang Kejora pun merupakan murid cerdas dengan sebutan 'Dewi cerdas' .
" Oh, gitu berarti ini kalo di gabungin sama ini jadinya segini...? ". Tanya Kejora.
Zyan yang tengah memperhatikan Kejora sedari tadi pun tidak konsen dengan pertanyaan Kejora.
" Zyan, zyan?, woy Zyan! ". Ujar Kejora menghentikan lamunan Zyan.
" Ehh iya kenapa tadi? Hehe maap tadi gue lagi ga konsen, soalnya lagi mikirin bidadari ". Jawab Zyan cengengesan.
" Hah? Lo udah punya pacar ya Zyan? Siapa? Kenalin dong ke gue,". Ujar Kejora sambil bertanya penasaran, karena setahu nya, seorang Zyan tidak pernah dekat dengan wanita apalagi memiliki kekasih.
Dengan menolak wanita yang dijodohkan papa nya pun membuat Kejora yakin bahwa seorang Zyan tidak tertarik dengan yang namanya wanita.
"Hmm, bidadari yang gue pikirin tuh orang nya cantik bangett, baik, cerdas, pokoknya my life lah". Ucap Zyan berlebihan dengan mata yang tak lepas menatap Kejora.
Kejora yang mendengar jawaban Zyan pun seakan mati penasaran, siapa gadis yang membuat Zyan berkata lebay begitu? Pikirnya.
" Hahh, gue gak tau siapa yang lo suka, tapi gue pengen bisa ketemu sama orang nya ya?! ". Ucap Kejora pasrah karena tidak diberitahu oleh Zyan.
" Orang nya ada di depan gue tau ra". Gumam Zyan yang tidak dapat didengat jelas oleh Kejora.
"Apa? Orangnya ada di mimpi lo? ". Tanya Kejora bingung.
" Hahh, udahlah lupain ucapan gue tadi, sekarang kita fokus dulu belajar nya". Ujar Zyan kesal, karena Kejora tak paham - paham dengan kode yang di berikan nya.
"Huhh dasar, gak peka banget si lo ra, kalo gini cara nya mah, gue harus lebih rajin lagi kode in lo hufthh". Batin Zyan
Namun, di tengah perbincangan mereka, ternyata ada sepasang mata yang tengah mendengar & melihat pembicaraan mereka sedari tadi. Ya, orang tersebut adalah Iqbal.
Karena saat tadi, setelah selesai merapikan pakaian nya. Ia ingin mengajak Kejora jalan-jalan, namun niat nya ia urungkan setelah perbincangan mereka.
__ADS_1
Membuat nya emosi dengan Zyan yang terus mendekati Kejora, namun tak lama kemudian ia menyeringai.
"Gue bakal rebut Kejora dari lo Zyan Aidyn karena hanya gue lah yang pantas untuk bersama nya, lihat & tunggu aja permainan gue kali ini". Gumam nya sambil menyeringai dengan seringaian yang tidak dapat di artikan.