
keanu pov
🚘🚘
perjalanan kerumah sakit pun yang tidak banyak menghabiskan waktu tapi bagiku sungguh sangat lama , setibanya di halaman rumah sakit aku langsung bergegas keluar dari mobil meninggalkan taeyang yang harus memarkirkan kendaraan kami dulu .
kulangkahkan kakiku agar cepat sampai keruangan shirlanita , semua yang menyapa dan memandangku ku abaikan karna fokusku hanya pada wanitaku seorang .
sesampainya aku didepan ruangan shirlanita , kulihat ada seorang suster yang tersenyum dan langsung menganggukan kepalanya padaku dan aku yakin itu adalah suster asisten shirlanita.
kubuka pelan pintunya ,,
ceklek ..
kupandangi punggung belakang shirlanita ,karna dia sedang menghadap ke jendela .
" suster , untuk saat ini saya tidak menerima pasien dulu !" ucapnya
" honey ... " panggilku yang langsung membuat dia menoleh kepadaku.
diapun langsung menatapku sayu dan buliran air mata yang sempat mengering kembali menetes lagi, kuhampiri dia , langsung aku bawa dia kedalam pelukanku dan ia pun membalas pelukanku dengan erat . sekilas kulihat punggungnya yang bergetar , aku yakin saat ini dia kembali menangis dalam pelukanku . kuusap lembut punggungnya mencoba memberikan dia kekuatan agar dia sedikit lebih tenang . aku berpikir apa yang telah dia alami sampai dia serapuh ini bahkan kurasa lukanya ini sangat dalam .
__ADS_1
setelah dia merasa agak tenang , dia pun mendongakan kepalanya menatapku dalam ..
" maaf ken .. " ucapnya lirih
" no , honey ! kau tak ada kesalahan apapun .. kenapa harus minta maaf padaku ? hemm " jawabku lembut dan aku membalas tatapan mata indahnya .
" maaf karna aku masih menangisi lelaki b******* ! itu " ucap shirlanita sendu , dan bisa kulihat dia merasa bersalah padaku karna masih menangisi mantannya .
" tak apa honey ! aku mengerti . mungkin lukamu itu belum sembuh sepenuhnya , tapi aku akan berusaha membuat lukamu itu hilang . bahkan menggantikan kesedihanmu dengan kebahagiaan . aku takbisa menjanjikan akan memberikan dunia ini kepadamu , tapi aku bisa menjanjikan bahwa memberikan duniaku padamu !!" ucapku sungguh sungguh padanya , sambil ku kecup singkat bibir merah mudanya itu .
shirlanita pov
aku sungguh terharu dengan semua kata kata yang diucapkan oleh keanu , bahkan aku mencoba mencari kebohongan di matanya tapi aku tak menemukan itu melainkan aku bisa melihat dengan jelas dimatanya cinta yang begitu besar untukku .
kulihat dia tersenyum lebar menatap diriku yang tengah malu ini .
" honey ,, apa sekarang sudah membaik ?" tanya keanu padaku
" sudah ken , perasaanku sudah lebih baik " jawabku pada keanu, kuyakin maksud dari pertanyaan keanu ini adalah dia sedang bertanya kenapa aku menangis .
" jangan sungkan untuk berkata apapun padaku honey .. aku akan selalu ada untukmu ." ucap keanu padaku
__ADS_1
mendengar perkataan keanu aku menghembuskan nafas pelan , memang aku harus menceritakan apa yang terjadi antara aku dan mantan kekasihku dulu .. agar kelak tidak ada kesalah pahaman yang terjadi .
" ken .. apa kau ingin mendengar ceritaku ? "
tanyaku pada keanu
" tentu kalau kamu tidak keberatan , honey .. aku akan dengan sangat senang mendengar ceritamu " ucap keanu padaku .
" tapi bisakah aku menceritakannya di tempat lain ? di apartemenmu atau apartemenku ?!" tanyaku padanya , karna aku kurang nyaman bercerita di rumah sakit.
" bagaimana dengan apartemenku , honey ?" sambung keanu .
" baiklah , kita ke apartemenmu . tapi bisakah kita mampir ke supermarket dulu membeli bahan masakan biar aku bisa sekalian memasak untuk makan malam kita disana ? " pintaku pada keanu .
keanu yang mendengar permintaanku ini , sangat senang karna terlihat jelas di wajahnya .
" kau akan memasak untukku ??" tanyanya dengan wajah yang senang seperti anak kecil
" tentu sayang " jawabku cepat
" baiklah , ayo kita bergegas pulang .." jawab keanu sambil menarik pinggangku , aku pun sedikit kaget dan tersenyum tipis .
__ADS_1
kuambil ponsel dan tasku , dan kami pun keluar dari ruanganku . lagipula jadwal praktekku sudah habis .
kami pun berjalan di lobby rumahsakit sambil berpegangan tangan , banyak mata memandangi kami tapi aku hanya menunduk saja karna malu .