Re Write Anubis God System

Re Write Anubis God System
BAB 12


__ADS_3

"Apakah kamu yakin tidak masalah menggunakan senjata asli saat berlatih sihir ini ?” Tanyaku sambil menangkis pukulan demi pukulan dan tebasan demi tebasan pedang yang terbuat dari platinum yang dimiliki oleh Lucas.


“Tidak apa-apa, dan jika terjadi sesuatu, kita memiliki Stephanie di sini untuk mengawasi jalannya latihan kita,” dia menjawab ketika dia melangkah mundur untuk menghindari tebasan pedangku yang merupakan rank SSS+ yang terbuat dari 100 inti beast monster tingkat dewa yang dilebur bersama oleh perak dan emas sebagai bahan utama pembuatan pedang tersebut


“Baiklah kalau begitu, .Aku bisa merasakan tanganku sudah pegal apalagi sudah tergores pedangmu” Kataku sambil mengangkat bahu lalu mengayunkan pedangku padanya agar dia mudah menghindarinya lalu mengayunkan pedangnya dan berhenti sebelum hampir memotong leherku.


“Aku sudah melakukan Vayne, kamu terlalu lemah dalam berpedang,Serius apakah ini benar-benar pertama kalinya kamu memegang pedang? Yah, mari kita istirahat sebentar, ini sudah kemenanganku selama tiga jam dan berkali kali mengalahkanmu berturut-turut.”


“Ya. apa apaan Kemenanganmu tiga puluh kali berturut-turut selama 3 jam tetapi tunggu saja, begitu aku sudah terbiasa menggunakan pedang dan tombak aku pasti akan mengalahkanmu dan membalas ejekan rekan sepertimu dalam berlatih tanding hahahahaha . ”


Kami berdua kemudian menyarungkan pedang kami dan pergi ke hadapan Stephanie yang dimana Stephanie memukulkan tongkat sihirnyanya di kepala kami sambil mengomentari kami tentang pelatihan dan tanpa pengawasan dan serta bagaimana serangan Lucas bisa mematikan jika dia tidak bisa berhenti tepat waktu di hadapanku tadi saat latih tanding tersebut.

__ADS_1


Bagaimana hal ini terjadi?


Ketika saya meninggalkan ruang perpustakaan, saya bertemu dengan Lucas, dia sepertinya mencari seseorang untuk berlatih, jadi saya menawarkan diri ikut berlatih, Setelah kami tiba di ruang pelatihan, Stephanie datang dan bertanya apa yang kami lakukan dan kami mengatakannya dengan jujur apa adanya tanpa di disini kebohongan sedikitpun.


Setelah itu dia menjadi marah dan mengancam kami dia akan mengadukan kami ke guru jika aku bertengkar dengan tangan kosong dan itulah bagaimana aku mendapatkan pedang tua legendaris milik Ayah Lucas.


Babak pertama cukup menyedihkan, pada saat itu dimulai, Lucas mengeluarkan pedang dari tanganku, Babak kedua aku ditendang setengah jalan melalui ruang pelatihan, dan barusan adalah yang ketiga.


Ngomong-ngomong di mana Elea?


Dia biasanya bersama kalian berdua kan?” Setelah mengoceh panjang lebar, akhirnya dia bertanya, aku lebih menyukainya ketika dia tidak mengatakan apa-apa.

__ADS_1


Pokoknya pertanyaannya membuatku penasaran.


“Ya itu benar-benar mengingatkanku, biasanya kamu dan dia akan bersama-sama melakukan sesuatu itu kan?” Kataku lalu menyesap secangkir kopi panas yang diberikan Stephanie padaku sambil menghisap sebatang rokok cerutu yang kutemukan di laci meja kecil itu, Dari mana asalnya? Ini dari ransel yang dia bawa. Apa isinya? Tidak ada yang tahu .


“Tidak, dia hanya melakukan sesuatu hari ini dan mengapa kita harus selalu bersama?” Dia menjawab dengan wajah bingung.


Nah, jangan khawatir tentang hal itu.” Aku tidak bisa memberitahunya aku pikir mereka cocok satu sama lain. “oh yeah, mengenai ujian sihir minggu depan, bisakah kalian mengajariku cara menggunakan sihir dan mengatur mana ?”


setelah pertanyaan saya mereka berdua melihat satu sama mengangguk kemudian satu sama lain sebelum Stephanie menjawab “Untuk belajar mempraktekkan teknik sihir saya pikir akan lebih baik jika Anda meminta Luna untuk mengajarkan Anda, dia yang terbaik yang pernah ada. selain gadis itu bisa menggunakan beberapa teknik teknik sihir kuno.”


Saya hendak membalas, tetapi Lucas tiba-tiba memotong dengan alasan yang jelas kemudian membawa Stephanie pergi.

__ADS_1


‘Yah, apa yang lebih buruk yang bisa terjadi, mari kita lakukan saran ini. selain itu sihirnya bagus dan saya mendapat skill dari sparing ini. “Aku berpikir ketika aku meninggalkan aula pelatihan untuk menemukan Luna.


__ADS_2