
"Hikari !kamu baik baik saja ?" Sakura bertanya
"apanya yang baik ,ketika aku masuk gate tiba tiba aku terjatuh dari air terjun "ucap Hikari kesal
"iya tapi kan kamu masih selamat seharusnya bersyukur"ucap sakura
"wahahaha.. kamu sial sekali Hikari tapi aku juga tiba tiba datang di kelilingi banyak monster untung saja ada ka zein"ucap Miya
"Halo ,apakah benar dunia kalian begitu nyaman?" zein tiba tiba bertanya
"hhahh .. pertanyaan konyol dimana pun hidup pasti ada nyaman dan tidak nyaman "Hikari menjawab
"Tentu saja terbilang nyaman karena tidak ada monster dan peperangan " balas zein
"haduh ,walau pun tidak ada monster tetap aja jika orang miskin sepertiku tidak bahagia sedikitpun!" balas Hikari
Sakura dan Miya yang mendengar hal itu menjadi merasa prihatin
"ya aku pikir Hikari orang yang kuat tapi diam diam dia juga sangat putus asa berbeda dengan aku yang punya segalanya bahkan apapun yang aku mau aku selalu mendapatkannya "pikir Miya
"Kan aku sudah bilang kalo kamu lagi butuh bantuan hubungi aku !apa sesusah itu kah ?" ucap Sakura
"Tidak susah ,aku hanya tidak suka aja ,aku takut menjadi sebuah kebiasaan dan bergantung kepadamu "ucap Hikari
pakkk.. "Hikari kau laki laki hebat !" ucap Via sambil menepuk punggung Hikari
"Tak bisakah kau mengurangi tenagamu !"ucap Hikari
"hahaha..ternyata mempunyai teman dekat dan saling melindungi itu asik juga ,aku jadi iri dengan persahabatan yang ada didunia kalian"Ucap Neji
"ya aku juga ,bahkan sebelumnya disini aku hanya sendiri dan tak punya teman ,tapi berkat Miya dan Sakura aku merasa hangat "ucap Zein
Mereka yang mengobrol sepanjang perjalanan tidak terasa bahwa mereka telah berada di gerbang kerajaan
__ADS_1
Neji pun mendatangi petugas gerbang dan menunjukan lencana
lalu penjaga istana pun membukakan pintu gerbangnya dan sampailah didepan singgah sana sang Ratu
"hormat kami ya mulia Ratu ,ucap Neji sambil menunduk
Semuanya menundukan kepala sebagai penghormatan akan tetapi hanya Hikari yang tidak
"Kauuu berani sekali ,!" ucap kasim
"heh aku?" balas Hikari yang bingung
"bisakah dijelaskan semua ini Neji"ucap Ratu
"aku minta maaf atas ketidak tahun rekanku "ucap Neji
"baiklah ,aku memaafkan tapi apa yang membawamu kemari?" Tanya Ratu
"aku kemari ..
Via dan Neji beserta Zein ,Miya ,Sakura kaget
"heh ,tolol kau ga pernah belajar sejarah apa?"Ucap Miya berbisik
"belajar lah ga liat nilai ku bagus semua?" Balas Hikari
"bukan soal nilai ,tapi sopan santun mu itu yang jadi masalah bego !" ucap Miya
"ahh sudah lah itu bukan urusanku ,heh kau Ratu aku ingin cek sihirku !" ucap Hikari
"Hahha.. kamu berani sekali berbicara tidak sopan seperti itu!,apa kau tidak takut dihukum mati?"ucap Ratu
"Haha.. hukum mati ,aduhh emang aku salah apa ? bukankah perlu sebuah kesalahan untuk menghukum ? ucap Hikari
__ADS_1
"Kau tidak sopan kepada Ratu ! ucap kasim
"Denger ya aku tidak peduli mau Ratu atau apalah itu !"ucap Hikari
"aduh hehh Hikari kau bosan Hidup?ucap Via dengan tatapan marah
Hikari yang biasanya takut melihat Via marah tapi justru malah bodo amat
"Ahh satu hal lagi ! bawa kemari orang gila yang membuat portal konyol itu padaku !aku ingin membuat perhitungan Dengannya !"ucap Hikari
"hey hey ,ada apa kenapa kau marah seperti itu padaku" ucap Sira
"apa kau yang membuat ?" Hikari bertanya
"iya aku lah yang membuat Kau ke dunia ini!" ucap Sira
"hah ,kalo gitu buatlah kembali !aku ingin pulang !"ucap Hikari
"tentu tidak bisa ,itu kekuatan ku yang terakhir jadi aku tidak bisa membuatnya kembali "Ucap Sira
"Hadeuhhh ,hehh Neji kau bilang yang bisa melakukan pemanggilan ke dunia berbeda itu adalah penyihir kuat?" tanya Hikari
"Ya dia adalah Sira penyihir terkuat !" ucap Neji
"apanya yang kuat jika dia cuma bisa membuat satu kali ,itu namanya lemah !" ucap Hikari
"apa kau bilang lemah ,woy cari mati kau yah !ucap Sira kesal
"Dasar penyihir gaguna !" ucap Hikari
"kau memang tidak bisa diam Hikari, ceroboh dan tidak sopan !" ucap Ratu
"sudahlah aku pergi !" ucap Hikari berjalan meninggalkan ruangan Ratu
__ADS_1
"haahhh.. aku meminta maaf yang sebesar besarnya " ucap Neji.
Hikari yang sangat marah karena dia berfikir jika menemukan penyihir yang memanggilnya ke island dapat mengembalikan Hikari ke dunia asalnya justru sangat kecewa dan memilih pergi untuk menenangkan diri.