
Mereka ke rumah Nathan dengan menaiki motor. Shasa menaiki motor Leo sambil cemberut. Sedangkan Natasya menaiki motor Nathan sambil tersipu dengan pipi nya yang mulai me merah.
Di tengah tengah perjalan ke rumah Nathan tiba tiba hujan deras. Kebetulan di sana ada sebuah bangunan bambu yang sudah terbengkalai.
Nathan dan Leo memberhentikan dan menepikan motor mereka di depan bangunan tersebut. Dan berteduh di bawah atap bangunan tersebut.
Setelah beberapa menit berlalu hujan mulai mereda. Saat Nathan dan Leo mengajak Natasya dan Shasa untuk pulang dan mengerjakan tugas nya lewat computer (online) di rumah masing masing. Tetapi Natasya dan Shasa hanya terdiam. Tanpa terdengar suara apapun bahkan suara nafas pun tidak terdengar. Padahal suasana di bangunan itu sangat sunyi, membuat suara kecil pun terdengar (seharusnya).
Leo: Shasa, Natasya kalian kenapa sih diajak ngomong malah nggak nyaut sih ( Sambil menepuk kedua pundak mereka)
Setelah beberapa menit Leo mengoceh Shasa dan Natasya pun tersadar
Shasa: Ayo pergi aku takut! Ayo cepet anterin aku pulang ke rumah. hiks hiks
__ADS_1
Leo:Kamu kenapa Sha?
Nathan:Udah jangan di tanya dulu mungkin mereka denger sesuatu jadi pengen cepet pulang
Leo: Ya udah ayo pulang udah sore juga
Nathan menarik tangan Natasya. Dan mengajak untuk pulang
Nathan: Natasya ayo pulang udah sore.....
Nathan: Kamu kenapa sih,,, Natasya
Natasya: Aku nggak kenapa kenapa kok. Aku mohon jangan biarin mereka pergi dulu
__ADS_1
Nathan: Iya aku akan minta mereka untuk nggak pergi dulu........ Tapi kamu harus janji akan ceritain semua nya
Natasya:Iya aku janji akan kasih tau kalian
Nathan pun meminta kepada Leo untuk jangan pulang dulu. Leo pun bicara kepada Shasa dan ia setuju untuk menunggu dulu.
Nathan: Ini ada apa sih Natasya
Natasya: Cepat telfon detektif polisi dan ambulance
Nathan:Iya
Natasya menjelaskan kalau di dalam bangunan ini ada korban pembunuhan yang belum mati sempurna jadi kita anggap ini arwah gentayangan. Dia dari tadi menampakkan wujud nya yang sudah penuh dengan darah, Shasa yang hanya melihat nya saja tanpa mendengarkan perkataan arwah tersebut sangat ketakutan bahkan rasanya ia akan pingsan di situ juga jika terus melihat nya dan tidak segera pulang. Saat arwah itu mulai berbicara Shasa hanya membayangkan hal yang tidak tidak itu membuat nya sangat ketakutan. Tetapi Natasya mendengarkan dari awal sampai akhir cerita sang arwah tersebut.
__ADS_1
Konon katanya ia sering gentayangan di daerah sekitar sini untuk meminta bantuan kepada warga sekitar ,karena kata arwah tersebut ia adalah warga asli di sekitar tempat ini. Tapi sayang nya tidak ada satu pun warga yang mau menolong nya karena takut. Warga sekitar merasa takut karena melihat muka yang sudah tidak jelas karena berlumuran darah, bola mata yang hampir keluar, kepala nya yang retak, tangan yang sudah tidak tegak dan retak yang di baluri dengan darah di tambah kaki yang di seret yang baluri dengan darah.
Arwah tersebut meninggal dengan cara di tembak dan di tusuk. Ia di bunuh karena kakak nya yang memiliki hutang sebesar 10jt dan tidak sanggup membayar nya. Karena tidak sanggup membayar hutang nya kakak nya ini menumbalkan adik nya. Tapi dengan syarat hutang nya itu lunas, tapi para penagih hutang itu tidak setuju dengan persyaratan nya. Tetapi tetap saja mereka membunuh korban.