
" tabib...dimana Tabib kalian ! " Ucap seorang Wanita Paruh Baya yang tengah panik menggendong Seorang anak Kecil Berusia sekitar delapan tahun. wanita itu menggendong putrinya yang tengah sakit mengunjungi Tabib yang di percaya bisa mengobati berbagai macam penyakit.
Orang-orang yang berada di Ruangan Tabib itu melihat wanita yang tengah membawa putrinya berada di depan gerbang lalu membawanya masuk untuk menemui tabib.
" Silahkan Masuk Nyonya ! " kata pelayan itu yang membantu Wanita yang sedang panik itu. seraya berlari memasukin ruangan dimana tabib berada.Setelah berlari beberapa menit akhirnya sampailah di ruangan tabib itu dan lalu memasukinya.
" Tabib ! tolong selamatkan putriku " Wanita itu sedih melihat Putrinya yang sedang sakit tak kunjung sembuh. karena ini adalah putri satu-satunya yang ia miliki , suaminya telah meninggal dua tahun yang lalu akibat kecelakaan tinggal seorang ibu yang merawat putriny seorang diri.
" silahkan Baringkan putrimu disini " tabib mempersiapkan tempat tidur dan membaringkan putrinya di sana.
lalu sang tabib mengecek kondisi kesehatan sang anak ibu ini. setelah beberapa menit mengecek kondisi Sang anak, tabib itu tak menyangka bahwa anak ini memiliki penyakit yang langka dan sangat berbahaya bagi hidupnya.
wanita itu seperti tak berdaya mendengar kondisi tentang anaknya , dan setetes air mata membasahi kedua pipinya dia terjatuh dengan menempel di tembok ruangan itu sambil menangis
__ADS_1
Wanita ini tak tahu apa yang harus dilakukan untuk menyembuhkan putri semata wayangnya ini setelah kepergian sang suami di hidupnya yang meninggalkan dirinya dengan satu putri tunggal disisinya .
dan sekarang takdir ingin memisahkan wanita itu dengan putri semata wayangya ini, membuat sang ibu pasrah tak bersemangat untuk melanjutkan hidupnya.
sang tabib yang melihat hal itu memberikan sedikit Obat untuk memperlama usia putrinya untuk menekan penyakit di tubuh gadis itu. Sang ibu menerimanya dengan senang hati meskipun hatinya sangat tersiksa jika harus kehilangan Putrinya ini.
Hari-hari berlalu Seperti biasa Sang Ibu terus menerus mengawasi Kondisi sang anak yang semakin hari kian memburuk . Sang gadis yang melihat ibunya selalu bersedih berusaha untuk menghiburnya.
" Ibu jangan bersedih.. Yuer akan baik-baik saja " Ucap gadis itu kepada ibunya.
....
Nama aku adalah Xiao Ning Yue Putri satu-satunya dari keluarga ku, dahulu ketika masih kecil aku Terbilang sangat ceria dan aktif bermain layaknya seorang anak gadis berumur 6 tahun Kedua orang tua ku sangat menyayangiku .
__ADS_1
kedua orang tuaku selalu tersenyum kepadaku, kami bertiga Hidup dengan sangat bahagia dan juga Kondisi yang serba berkecukupan di keluarga kecilku ini.
namun Suatu ketika Ayahku meninggal akibat kecelakaan dan meninggal saat hari itu juga. atas kepergian dari ayahku membuat Aku dan ibuku Bersedih . Hari demi hari di lalui dengan perasaan yang tidak menyenangkan karea ketidakhadiran dari sosok sang ayah . ibuku bekerja keras menjadi tulang punggung Keluarga demi aku.
Ibuku kerja setiap hari dari pagi hingga sore hari dan malamnya menyisakan waktu bersama dengan putrinya.
Namun Takdir kesengsaraan terus menghampiri keluarga ku. Karena Di umur kedelapan tahun aku mengidap penyakit yang langka dan berbahaya, dan yang paling parahny adalah penyakitku tak bisa di sembuhkan.
Berbagai macam hal telah ibuku lakukan demi kesehatan sang putrinya,, apapun cara yang di lakukan asalkan putrinya bisa kembali sehat.
namun Takdir buruk terus menghantui ibuku karena Di umur Ke sepuluh Tahun. Aku tak bisa menahan penyakit yang terus saja menghisap kehidupan ku . dan membuat aku kalag dengan Penyakit yang mendiami di dalam tubuhku.
Ibuku terus menjerit menangis melihat Tubuhku yang sudah Tak bernyawa lagi, ibuku sangat terpukul akan takdir buruk selalu menimpanya. Atas kehilangan Suami tercintanya dan sekarang putri kesayangannya harus pergi dari sisinya.
__ADS_1
Sang ibu Pasrah Akan hidupnya karena telah kehilangan dua pilar yang menopang kehidupannya. sang ibu akhirnya Menyusul ketempat suaminya dan juga putri semata wayangnya ... Yaitu Di surga