
Itu, berisi kegelapan yang tak terbatas.
Tidak peduli seberapa jauh seseorang berjalan, tidak akan ada akhir.
Tidak peduli berapa lama seseorang menunggu, tidak akan ada fajar.
Hanya ada satu tempat, di mana sorot cahaya bersinar.
Singgasana yang melayang dalam kegelapan──Hanya di sana.
Gumpalan hitam yang berbentuk seseorang duduk di atas takhta itu. Itu memiliki mata merah yang bersinar, mereka menegaskan bahwa itu bukan hanya kegelapan atau sejenis bayangan.
Dan lagi, itu bukan bentuk aslinya.
Tapi, itu tidak berarti dia memiliki bentuk asli. Menjadi seperti ini hanya karena dia merasa bentuk ini cocok saat melepaskan hak dan tanggung jawabnya. Itu saja.
Makhluk itu yang turun dari tahtanya, bahkan untuk namanya …… Itu adalah sesuatu yang disebut “Dewa Iblis” dia tidak memiliki nama spesifik.
Dewa Iblis.
Puncak dari semua iblis.
Pencipta dari semua iblis.
Musuh semua hal baik.
Musuh semua hal kejahatan.
Penoleransi semua kebaikan.
Penoleransi semua kejahatan.
Orang yang dapat menegaskan semua kontradiksi.
Orang yang dapat melampaui semua logika.
Di tempat ini di mana masa lalu dan masa depan bergabung bersama, Dewa Iblis menari dengan gembira.
“Ahaha …… AHAHAH, HAHAHA!”
Wajah tersenyum yang sangat sesuai dengan bentuk gadis kecil itu.
Penuh akan suara manis yang sesuai dengan bentuk gadis kecil itu.
Dia berputar terus menari.
[tan, tan] Dia berjalan dengan langkah ringan.
“Yang terbaik, benar-benar yang terbaik! Kamu yang terbaik, Varvatos!”
Tingkahnya berbalut rasa manis yang akan membuat semua yang melihatnya tersenyum, dan penuh akan kegilaan yang dapat membuat semua yang melihatnya hancur, Dewa Iblis menari.
“Aku tidak berpikir bahwa Kamu akan menciptakan seorang Pahlawan! Itu adalah Pahlawan, sesuatu yang bahkan tidak dapat terjadi….Fufufu, kamu adalah anak yang melakukan hal yang absurd!”
__ADS_1
Menjadi Raja Iblis, Varvatos memiliki kekuatan untuk menciptakan Monster. Namun, penciptaan Pahlawan melampaui lingkup tindakan itu.
Pahlawan adalah sesuatu di luar batas normal.
Mereka tidak dilahirkan secara alami, dan akan selalu muncul dengan semacam alasan sebagai penyebabnya.
Entah itu semacam mutasi, atau mungkin semacam elemen dari dunia lain. Pasti selalu ada suatu pemicu.
Mengandung unsur makhluk dari dunia lain, Varvatos hanya memiliki “kunci”. Namun, dia tidak dapat membuat Pahlawan hanya dengan hal itu.
“Tidak bisa dipercaya, ini tidak bisa dipercaya! Memikirkan bahwa dia akan menggerakkan hatiku! Ahhh! Aku secara refleks meminjamkan kekuatanku!”
Tersenyum.
Dia yang mengejek.
Dewa Iblis tertawa.
Langkah-langkah Dewa Iblis bergema di ruang tanpa suara. Suara memantul seperti sebuah gema, walau tidak ada dinding di sana.
“Tapi tahukah Kamu, Varvatos. Dewi bodoh Remfilia itu, tidak seperti aku, dia tidak akan lembut, Kamu tahu?”
Demon God menari tarian yang tidak memiliki awal atau akhir yang pasti. Tapi dia tetap bersenang-senang akan hal itu.
“Fufufu ...... Ahh, menyenangkan sekali. Tidak, ini melebihi harapanku! Aku ingin tahu sudah berapa lama sejak aku bersenang-senang seperti ini?”
Tidak ada yang menjawab kata-kata itu. Semuanya kehilangan artinya, di dalam ruang ini.
Dalam kehitaman tak terbatas itu. Dewa Iblis, dia melihat ke suatu tempat yang tidak ada di sini.
Itu adalah tempat yang sangat jauh.
Itu adalah waktu yang tidak sekarang.
Apa yang dilihat oleh mata itu, adalah seorang pemuda lajang yang hidup di dunia yang dulunya Varvatos tinggal──Oozora Yuuki.
_____
Di tempat yang mempesona, Oozora Yuuki membuka matanya.
Dia ingat, jika dia bergegas berlalri ke depan sebuah truk untuk mencoba menyelamatkan seorang gadis dari tabrakan.
Kenangan setelah itu tidak pasti, tapi dia lega ketika sepertinya dia masih hidup.
“Tidak, kamu sudah mati.”
Yang mengatakan pada Yuuki itu adalah suara misterius yang akan meringankan beban semua yang mendengarnya.
Mungkin karena itu. Yuuki menerima kenyataan bahwa dia telah mati tanpa rasa tidak nyaman dan keraguan di hatinya.
“Begitu... Jadi aku sudah mati...” jawabnya.
“Ya, bagaimanapun ...... Kecemerlangan hidupmu ...... Keindahan itu, aku tahu akan hal itu.”
__ADS_1
“Itu bukan kematian yang tidak berarti,” begitu kata suara itu.
Pemilik suara itu dengan lembut menyentuh kepala Yuuki, yang duduk seperti sedang berada di kelas olahraga.
Dia memiliki rambut keemasan yang indah dan mata yang biru seperti laut dalam. Yang menutupi tubuhnya yang luar biasa adalah gaun perak yang memancarkan cahaya kemurnian.
Seorang wanita yang mengekspresikan senyum yang sepertinya itu adalah perwujudan dari semua cinta di dunia──Dia adalah Dewi yang mengawasi Dunia Remfilia.
Dewa Penjaga Philia.
Sang Dewi yang disebut seperti itu memberikan sebuah proposal tunggal kepada Yuuki.
“Apakah Kamu ingin mencoba menjalani kehidupan baru di dunia ini?”
Itu adalah kontrak untuk reinkarnasi. Sesuatu yang biasa terjadi di dalam sebuah novel.
Itu adalah sebuah upacara perlindungan demi melahirkan Pahlawan baru di Remfilia.
“….” Jawab Yuuki, suara itu hanya terdengar oleh sang dewi.
Dewi Philia mengangguk pada jawaban yang diucapkan dari mulut Yuuki.
_______
Itu adalah hal yang terjadi tempat yang tidak ada di sini.
Dan waktu yang bukan dari sini.
Sementara tidak ada menyadari bahwa Dewa Iblis sedang mengintip ke adegan itu dari dunia masa lalu.
“Fufufu ...... Hei, hei, Varvatos! Tampaknya Pahlawan pihak Manusia hampir saja dilahirkan, Kamu tahu? Apa yang akan kamu lakukan ke depan, aku ingin tahu apa yang akan kamu lakukan!?”
Dewa Iblis menari.
Dia tahu bahwa suaranya tidak akan mencapai Varvatos. Namun, dia tidak punya niat untuk khawatir akan hal itu.
Dewa Iblis tetap menari.
Dengan senyum penuh kegembiraan, seperti senyum dari seorang anak kecil yang dengan semangat menunggu kelanjutan buku bergambar miliknya.
“Ah, tunggu sebentar?”
Tiba-tiba, Dewa Iblis berhenti menari.
Dia meletakkan jari telunjuknya di dagunya, dan menunjukkan perilaku merenungkan yang indah.
“Kalau dipikir-pikir, seharusnya tidak ada apa pun alasan baginya untuk mencari di Benua Hitam ......”
Dengan [U ~ n], Dewa Iblis menunjukkan penampilannya mengkhawatirkan sesuatu.
Itu karena aku tidak melakukan apa-apa selain membantu dengan masalah Pahlawan ...... adalah apa yang dia gumamkan.
“Yah, terserahlah. Sebanyak ini akan dapat menjadi bahan yang layak ditonton.”
__ADS_1
Ketika dia mengatakan itu dan meyakinkan dirinya sendiri, Dewa Iblis menjentikkan jarinya.
Adapun apa yang terjadi dengan itu, hanya Dewa Iblis yang tahu.