
Fano membelalakkan matanya namun keningnya kemudian berkerut tanda tak mengerti,
" Apa maksudmu ?"
" Maksudku , jika kau kehilanganku kau akan kehilangan sebuah informasi berharga . Pikirkan itu baik-baik , mungkin ada sesuatu yang membuatmu tidak ingin mengingat masa lalumu ,tapi masa lalu dan masa depan itu berhubungan . Kau tidak bisa memandang masa depan tanpa melihat masa lalumu, Tidakkah kau mengerti akan itu?"tanya Bryan
Vano hanya bisa terdiam mendengar perkataan Bryan.
" Ku beritahu satu hal , tatap matanya dan kau akan tahu bahwa semua dugaan kekanakan mu tentangnya adalah salah besar !"sambung Brian lagi sambil berlalu .
Tanpa menyebutkan nama , kamu tahu siapa yang dimaksud oleh Brian .
Vano menggigit Sandwich yang seperti biasa selalu ada di mejanya sambil membuka-buka lembaran foto yang baru saja di cetak dengan tampang malas. Tak seperti biasanya, ia tidak berteriak marah , memprotes sana-sini , Ia hanya mencoretkan spidolnya , lalu menyimpan foto tersebut di mejanya . begitu terus sehingga lembar terakhir .
" Ada apa dengannya?" tanya Brian sambil mengedikkan dagu pada Vano di meja kerjanya pada waktu istirahat setelah ia kembali berganti pakaian dengan kostum ke-8 pura-pura tidak tahu apa yang terjadi.
Kiara ikut memperhatikan arah yang Brian tunjuk lalu mendesah sambil tersenyum geli kemudian menggeleng .
" Entahlah "
" Hei, ada apa ini ? Kemarin-kemarin ketika aku tanya tentangnya kau selalu menjawabnya muram, kau bahkan sempat menangis . Ada apa ini ? Apakah dia sudah mulai mengingat ?" tanya Brian .
Sayangnya, Kiara menggeleng." Tidak , dia tidak ingat sama sekali " ujarnya .
" Tapi aku akan membuatnya ingat kembali !" sambungnya kemudian
" Bagaimana caranya ?" tanya Brian mengerutkan keningnya bingung .
" Aku baru saja mendapatkan ide cemerlang ! Dan sepertinya aku akan masuk ke dalam jebakanku kali ini "
" Wow ... Rencana Apa itu ? Kiara kau tidak mau memberitahukannya kepadaku ?
" Sayangnya tidak , belum saatnya . Aku belum tahu apakah rencana ini akan berhasil atau tidak ."
" Baiklah, baiklah. Lakukan sesuka hatimu saja ! Asalkan dia bisa mengingat lagi segalanya , tidak masalah . Jika ia sudah ingat , dia pasti akan sangat menyesal telah memperlakukanmu seperti ini"
__ADS_1
"Tc, Ada Apa Denganmu?" Kiara tersipu dan tiba-tiba menyikut perut Brian yang disambut oleh rintihan dari pria itu. Kiara hanya bisa tersenyum melihat Brian " sorry"
" Sepertinya ada seseorang yang sangat bersemangat hari ini " ujar Brian akhirnya sambil tersenyum secara misterius .
___
Kiara sampai di rumahnya dengan selamat setelah berjalan kaki dari halte bus. Ketika ia baru saja memasuki pagar rumahnya , sebuah suara motor yang terdengar dari kejauhan membuatnya tersenyum . segera saja gadis itu bergegas masuk ke halaman rumahnya lalu memangku tangan di atas tembok rendah pembatas rumahnya dan rumah Vano.
Benar saja , ternyata itu motor Vano dan ketika pria itu hendak memarkirkan kendaraan roda duanya di halaman, ia sempat menatap wajah Kiara dan mendesah keras lalu memalingkan muka sambil berpura-pura tidak melihat . Tapi Tiara tahu Vano telah melihatnya.
" Hai Vano , Aku punya penawaran bagus untukmu " seru cara
Vano turun dari motornya dan melepas helmnya lalu menatap ke arah malas sambil menghembuskan nafas .
" Apa kau mau mendengar penawaran ku tidak ?" tanya Kiara
"Aish... Gadis itu benar-benar keras kepala!" batin Vano.
" Iya apa?" tanya Vano malas .
" Bukankah ia sendiri yang bersuara keras ?" batin Vano lagi.
Tapi ia memilih mengalah dan mendekati gadis itu .
Kiara terlihat senang ketika Vano mau mengikuti kemauannya . Karena itu ia hanya diam dan tersenyum memperhatikan Vano meskipun pria itu tidak menatapnya balik .
Merasa terlalu lama di tatap , Vano pun akhirnya gerah sendiri . " Aish.. Mau bicara apa? Katanya ada yang ingin kau bicarakan ? Aku sudah di sini dan kau hanya diam menatapku seperti itu ? Bicaralah sekarang !" seru Vano .
" Iya iya, kau ini masih saja suka memerintah seperti dulu ."desis Kiara.
"Baiklah aku akan bicara sekarang..."
"Bicaralah!"
"Jangan memotong ucapanku!"Protes Kiara.
__ADS_1
Vano pun diam, ia terlihat malas berada di sana, berbanding terbalik dengan Kiara yang terlihat sangat bersemangat.
"Kau tidak lelah, ketika orang-orang selalu mengatakan ' padahal Kiara mengingatnya, kenapa kau tidak?' setiap hari ? kukatakan dari dulu ,aku bisa membantumu . Aku bisa membantumu mengingat masa lalumu .Walaupun kau mungkin tidak ingat , aku bisa membantumu mengenangnya . Akan ku ceritakan semua masa lalu kita , siapa tahu kau pelan-pelan bisa mengingatnya , bagaimana ?"tawar Tiara
Mendengar penawaran Kiara ,Vano tertawa " Kau kira aku ini orang yang semudah itu ? Bukankah aku sudah bilang aku tidak ingin mengingatmu ?" ujar Vano sambil mencondongkan wajahnya ke wajah Kiara . Membuat Kiara harus menjauhkan wajahnya yang mulai memerah .
"Oh, wajahmu memerah ? Apa jangan-jangan kau menyukaiku ? Apa di masa lalu Kau juga menyukaiku ?"lanjut Vano ketika melihat wajah Kiara memerah
" Tidak! Aish... Aku sedang flu ! Jadi kau mau menerima tawaranku atau tidak ? Aku tidak akan menawarkan hal ini untuk kedua kalinya " ujar Kiara lagi
"Tidak, lebih baik aku tidak tahu daripada aku mengetahuinya darimu " tolak Vano
Kiara terlihat kesal , meskipun ia berusaha menyembunyikan kekesalannya , tetap saja terlihat jelas di wajahnya. " Baiklah ! Jangan menyesal jika kau tidak bisa mengingat masa lalumu !" serunya lalu bergegas masuk ke dalam rumahnya .
Di dalam rumahnya yang sepi, Kiara segera berlari ke lantai 2 , ke kamarnya dan membanting pintunya keras-keras . Iya segera membuka album foto lamanya dan membuka foto di mana hanya ada panu sendiri di sana.
Foto itu diambil ketika karya wisata ke Bandung , dan Kiara sendiri yang mengambil fotonya .
" Vano Alexander, kau sangat menyebalkan !" teriaknya sambil menunjuk wajah Vano dengan jari telunjuknya . Setelah puas menunjuk-nunjuk wajah Vano yang akan akan itu akan berpengaruh terhadap warna yang asli . Ia memeluk album foto tersebut lalu duduk di pinggir kasurnya .
" Apalagi yang harus kulakukan ?" gumamnya lirih. Air matanya hampir keluar tanda putus asa . Dia sungguh tak tahu lagi harus bagaimana .
Beberapa saat kemudian, hening menerpa . Tapi kemudian ...
"Uhuk!.." Kiara mulai terbatuk. Dadanya terasa sesak sekali seakan-akan ada yang meremas paru-parunya. ia kesulitan bernapas .
Dengan spontan , ia berdiri dari kasurnya , tak menghiraukan album fotonya yang terjatuh ,ia beranjak menuju lemarinya mencari sebuah inhaler yang selama ini disembunyikannya dari orang tuanya .
" Di mana...Di mana ... " ucapnya mencari benda itu .
...****************...
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terimah kasih💜
__ADS_1