
Pesta dirayakan dengan meriah sore itu, beberapa tamu yang diundang berasal dari keluarga yang tidak sederhana. Rin memerhatikan banyak sekali orang yang datang.
“Aku mau tanya sama kamu, boleh?” Suara dari belakang Rin terdengar.
Rin berbalik, dan melihat Zidan dengan wajah yang sedikit pucat.
“Boleh, mau tanya apa, Zii?”
“Bolehkah aku mengganti nama mu?”
“Maksudnya?”
“Jadi aku punya rencana, aku berencana mengubah identitas mu. Akan ku buat kamu seakan kecelakaan dan meninggal. Jadi, aku ingin buat kamu dengan identitas baru. Bukan lagi menjadi Isabela Sabrina!” kata kata Zidan membuat hati Rin gelisah, tetapi Rin juga belum dapat melakukan hal itu semua.
“Oke, ubah identitasku. Aku akan selalu disisi mu!” jawaban Rin yang tak terduga membuat Zidan terdiam sejenak.
“•••”
“kamu kenapa?”
“Maaf Zidan, aku menerima ini semua karena aku merasa sangat berhutang nyawa sama kamu!" -Batin Rin.
“Gandeng aku ya, aku mau kenalin kamu sebagai calon istri ku.”
“Iya, oke. Aku ikut semua rencana kamu!”
__ADS_1
Mereka berdua akhirnya turun dari lantai dua, Zidan dan Rin nampak serasi dengan pakaian nuansa putih. Hari itu menjadi hari balas budi Rin kepada Zidan.
“Mohon perhatiannya, Ketua akan berbicara.”
“thanks.”
“Hadirin semuanya saya akan memperkenalkan calon istri saya yang bernama Isabella Sabrina.”
Suara tepuk tangan terdengar gaduh di rumah itu. Mereka saling bersulang dan menikmati pesta saat malam itu.
•••
Pagi hari setelah pesta, kepala rin terasa pusing ia tidak menyadari ada Zidan yang tertidur di sampingnya. Rin mencoba mengingat apa yang telah terjadi semalam.
"Umm...siapa yang ganggu tidur ku?"
"Aku. Kamu kenapa bisa di sini?"
"Ini bukan kamarku! Eh apa yang kulakukan disini. sebentar aku cerna dulu."
"Iyaa.."
"Kamu semalam ketiduran saat pesta, aku liat kamu abis minum, minuman yang di kasih kakakku. Terus aku bawa kamu kekamar. Dan aku gak bisa nahan nafsuku. Aku mencium bibir mu terus sadar dan menahan nafsuku itu ke kamu. Makannya aku tidak memakai baju. "
Ingin sekali Rin membekap mulut Zidan yang menjelaskan itu, wajah rin menjadi malu. Bisa di katakan seperti kepiting rebus. ia tidak percaya jika berciuman dengan Zidan itu adalah nyata. Ia kira hanya bermimpi.
__ADS_1
"Rin kamu kenapa? Apa masih sakit?"
"Gak apa apa, drees semalam kamu juga yang lepasin?"
"Maaf, iya aku yang ngelepasin. Dan ada sedikit itu di leher mu. Aku hampir hilang kendali tadi malam." Jelas Zidan pada Rin.
"Udahlah udah terjadi juga. Aku mau mandi dulu."
"Zidan lu kenapa sih semalam? Pasti ada yang kasih obat ke minum itu. Tapi Reo gak mungkin gitu."
Zidan memeriksa cctv semalam di ponselnya, tapi sebelum ia memeriksa hal itu. Ia mendapat pesan anonim
...NOMOR PRIVATE...
Jika, kamu ingin bersamanya. Ubahlah dia! Jauhkan dia dari Gibran dan keluarganya! Dan aku yang memasukan obat itu. Aku ingin kamu dan dia menyatu dan dia engan berpaling. Dan aku juga lampirkan link https://drive.webtoon.com/drive/z/ii/d/a/n
Berisi semua aksimu tadi malam, dari kamu menciumnya saat acara dia pingsan.
Bawalah dia menemui seluruh keluarga saat makan malam di adakan untuk 3 hari ke depan.
Kamu akan tau konsekuensinya jika tidak membawanya!
Pesan ini akan terhapus dengan sendirinya mulai 00:05:37
______
__ADS_1