Romansa Gadis Ambis

Romansa Gadis Ambis
Semangat Mike


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, Sabtu tetap menjadi hari yang selalu memberi warna baru, pengalaman baru, seperti petualangan yang selalu di nanti kan untuk menjadi energi semangat baru melepas kesesakan dari buku, laptop dan relaksasi otak.


Dan juga menjadi pengobat kesepian dari kerinduan pada Glen.


Cleo sadar dan tidak menuntut ketika sekarang hubungan komunikasi dia dan Glen lebih tidak se intens waktu Glen road show asia, tempat baru mungkin Glen masih kerepotan adaptasi.


WA audio baru bisa di balas 3 hari sejak tanggal pengiriman.


Kali ini yang lebih perhatian adalah pihak gue karena baru berasa Glen jauh banget ada rasa kehilangan atau juga karena kepadatan gue yang mulai melonggar.


Tapi gue enggak pernah kesepian ada Mike yang seperti tahu saja jadwal longgar gue, sering culik gue nemenin dia explore ke panti atau ke rumah singah atau kegiatan cari barang-barang keperluan buat kegiatan amal nya.


Mulai dari temen debat, Mike type yang kekeh keras kepala gak mau ngalah juga kalau adu argumen. yach gue juga biarin aja, kita sering debat tar keki Mike ngilang bisa tidak hubungin gue 1 minggu dan bisa mendadak muncul di Sabtu pagi banget ajak gue ke hidden place kadang bisa sampai jauh ke luar Jakarta, nyebelin nya selalu aja mendadak dia kaya gak tau kalau urusan perbekalan cewe banyak.


Dan anehnya gue gak pernah nolak,selalu penasaran ada kejutan apa dari tempat yang akan kita singahi


Kita makin akrab begitu saja, teringat Vio , dari awal gue pengen kenalin dengan Vio, cuman sedikit meragu khawatir bahas ke rana pribadi mengingat belakangan caption dalam setiap feed instagram selalu penuh dengan selipan kata bersayap orang yang kasmaran, contoh kalau ada tangkap matahari pagi, keindahan matahariku menghangatkan hati.


Kalau ada pelangi, daun berjatuhan bunga bermekaran, ada selalu di hubung-hubungkan dengan hal puitis.


Dan gue gak mau jadi sahabat yang kepo kalau Mike gak cerita gue gak mau angkat pembicaraan ke arah pribadi.

__ADS_1


Sebab Mike juga tahu gue sama Glen dia pun gak pernah kepo.


Dan sejak gue tahu Mike dari keluarga konglow juga gak pernah berubah sikap, gue kenal sebagaimana Mike yang gue kenal sesuai kesan yang gue dapat dari awal.


Mike yang sangat perduli ,tanggap lingkungan , penuh pandangan luar biasa tentang hidup, dan senangnya hidup dia bener untuk mengejar apa yang di namakan kepuasan batin, bahagia , yach untuk hal ini dia menang langkah karena tentu dia gak perlu pusing tentang uang.


Dan kalau gue pikir gimana dia bisa jadi pribadi seperti hari ini, badan tidak takut item, perut kebal gak takut makan di sembarang tempat, gak jijik bahkan di bale-bale tanpa kasur bisa terlelap. Gue kadang minder tetap belum bisa adaptasi untuk hal tersebut.


Tetapi Mike bijak kalau pas ajak gue aktivitas yang perlu menginap dia selalu perhatian udah maklum paling tidak dia perhatikan standar kebersihan saja, ada kasur bersih gak bau, kamar mandi bersih itu aja standar gue gak pakai hotel bintang.


Dan belakangan Gue juga udah cukup nyaman jalan kemana aja bareng Mike, jika sebelum nya dia asyik sendiri sekarang gue udah bisa jadi asisten yang bermanfaat buat menjadi temen aktivitas fotografi nya, udah ngerti lensa apa buat jarak sekian dan pengambilan gambar yang menunjang , udah jadi temen yang cekatan buat siapin pertukaran lensa, bisa atur jarak pencahayaan.


Dan Mike juga udah jauh pengertian gak langkah lebar-lebar cowo karena dia tinggi , langkah kaki pasti lebar dan beberapa minggu awal gue cukup kewalahan ngimbangi langkah dia biar gak ketinggalan.


Sebelumnya dia tergesa-gesa ngejar momentum atau tahu-tahu udah ngilang aja kalau lagi hunting foto buat dapatin sport terbaik.


Sekarang Mike berubah menyadari kehadiran gue dan gue juga udah jauh terlatih gak terlalu menjadi beban Mike.


Sekarang gue assisten fotografi Mike dan gue bangga.


Dan gue punya personal fotografi handal Mike yang punya uang berapa pun tidak akan mau foto in orang, kecuali khusus ke gue dia suka foto candid yang menjadi karya istimewa di folder laptop gue. menghiasi galery tanpa gue publis.

__ADS_1


Memasuki Juni Minggu ke 3 libur hari Raya, gue tanya agenda liburan Mike apa?


Dan gue bakalan menghabiskan waktu sama keluarga, kalau pengen sih gue pengen ke USA nyusul Glen cuman masalah di urusn Visa.


obrolan ringan gini tidak nyangka dapat respon serius, dengan enteng Mike bilang gue bantu, gue yang akan menjadi penjamin.


Tapi Mike bilang berangkat harus sama-sama tar kalau udah di drop ke tempat Glen baru kita jalan masing-masing.


Ihhh seneng nya gak terhingga sampe gak nyadar gue peluk Mike saking seneng, dan 3 menit kemudian baru nyadar ketika gue ngerasa ngedenger detak jantung Mike yang kenceng banget, gue buru-buru melepaskan diri.


"Maaf Mike kelepasan maaff...maaaf"


Hanya bisa melihat rona merah pipi Mike dan kiku bahasa tubuh Mike


Dengan senang hati bisa bantu sahabat terbaik , assisten fotografi anggap bonus , kata nya.


Visa akan segera di urus kata Mike.


Dan malam ini pun gue tidur dengan sejuta khayal di pertemuan nanti dengan Glen.


Dan gue sengaja gak bilang-bilang,buat surprise.

__ADS_1


Glen tunggu gue datang......


__ADS_2