ROSETA

ROSETA
BAB 12


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Roseta bercanda dengan Brian, tanpa terasa mereka sudah sampai di sebuah mall


" Brian, nanti mau nonton apa sih? " tanya Roseta


" Kamu mau nonton apa? " Jawab Brian


" Terserah kamu deh, aku bingung harus nonton apa " jawab Roseta gugup


" Bener nih terserah aku? " tanya Brian


" Heem " jawab Roseta tersipu malu


Aduh kenapa gue jadi kayak gini gugup gak jelas padahal dulu nggak begini kalau keluar nonton sama Adi


" Yaudah aku mau beli tiket sama cemilan " jawab Brian


" Oh ok aku tunggu " jawab Roseta


Roseta menatap punggung Brian yang mulai berbaur dengan antrian


Tenang Roseta, tenang, ini bukan pertama kalinya kamu jalan sama cowok! batin Roseta menghilangkan kegugupannya


" Hai Ros " Sapa laki-laki itu


Roseta membalikan badannya dan menatap laki-laki tersebut


" Ngapain loe disini? " jawab Roseta


" Ehhmm lagi pergi bareng temen-temen aja " jawab Adi berbohong


" Ayo sayang, kamu lagi ngomong sama siapa sih? " Ucap perempuan itu " Loe? ngapain loe kesini? mau ngikutin kita? " Tanya Rara


" Idih gr banget sih ngapain gue ngikuti loe, nggak penting banget deh " jawab Roseta membuang mukanya


" Eh kalau ngomong itu lihat ke orangnya, loe gak pernah diajarin sopan santun apa? " jawab Rara semakin kesal


" Ros ini aku udah beli tiket sama cemilan, masuk yuk mau mulai nih " celoteh Brian menatap ke Roseta " Kenapa Ros kok ditekuk gitu mukanya? " tanya Brian


" Tuh lihatin " jawab Roseta menunjuk ke arah Adi dan Rara


" Oh ada ini, ngapain sih loe ganggu Roseta? " tanya Brian


" Cewek loe itu yang ganggu gue sama Adi " jawab Rara dengan muka kesal


" Gak usah kepedean deh, Roseta kesini gue yang ajak gak ada sangkut pautnya dengan cowok loe yang brengsek itu " jawab Brian


" Dengar kan! dan asal loe tau cowok loe yang nyamperin gue dan bilang lagi jalan sama temennya, loe bisa pikir kan kenapa Adi harus bohong segala ke gue? " jawab Roseta menantang Rara


" Udah Ra, udah jangan bikin malu " jawab Adi menahan malu


Adi pun menarik Rara untuk menjauh dari Roseta dan Brian


" Yuk Brian, katanya mau mulai filmnya? yuk ah " jawab Roseta tanpa disadari menarik tangan Brian menuju ke dalan room, Brian pun tersenyum mereka pun berjalan dan menentukan tempat duduk di belakang, Brian memutuskan untuk menonton film horor

__ADS_1


Selama film dimulai Roseta tak henti-hentinya menutupi matanya dengan tangan, sebenarnya dia pun takut untuk menonton film horor, namun bagaimana lagi Roseta sebelumnya sudah menyetujui apapun yang dipilih oleh Brian


" Takut ya Ros? " goda Brian terkekeh


" Nggak kata siapa takut, aku berani kok " jawab Roseta berbohong namun seketika kebohongan itu terkuak pasalnya adegan dan musik mengejutkan Roseta tanpa sadar dia memeluk lengan Brian dengan erat


" Katanya berani kok meluk-meluk aku, apa jangan-jangan kamu lagi cari kesempatan dalam kesempitan " goda Brian lagi


" Apaan sih, enggak aku cuman kaget aja sama musiknya " jawab Roseta merapikan rambut alih-alih menutupi rasa malunya


" Idih salah tingkah " jawab Brian terkekeh


Satu jam kemudian film pun selesai mereka pun keluar dari bioskop


" Ros, makan yuk? " Ucap Brian


" Yuk, disini apa di tempat lain? " tanya Roseta


" Di luar aku udah booking tempat, yuk " jawab Brian


Mereka pun meninggalkan mall dan menuju restoran tersebut, disepanjang perjalanan Brian merasa gelisah


Roseta suka nggak ya?


Banyak pertanyaan yang muncul dibenak Brian antara melanjutkan niatnya atau tidak


" Brian kamu lagi mikirin apa sih? Naik motornya yang bener dong! " Teriak Roseta dibelakang


" Eh.. Maaf maaf Ros, lagi nggak mikirin apa-apa, pegangan ya mau ngebut biar cepet sampai " teriak Brian


Brian pun hanya terkekeh mendengar teriakan Roseta, dia menambah laju kendaraannya tanpa memperdulikan teriakan Roseta


10 menit kemudian mereka pun sampai di restoran tersebut


" Nah udah sampai " jawab Brian turun dari motor disusul dengan Roseta


" Iya tapi pelan-pelan besok lagi kalau kamu naiknya begini lagi aku gak mau naik motor sama kamu lagi, jadi berantakan nih " jawab Roseta kesal merapikan rambut serta bajunya


" Idih ngambek, makin cantik aja kalau manyun-manyun gitu " goda Brian


Mereka pun berjalan menuju restoran


" Selamat malam tuan Brian dan Nona Roseta " Sapa salah satu pelayan


" Silahkan lewat sini tuan dan nona " sambung pelayan itu lagi


Roseta pun menelusuri ruangan demi ruangan sembari berdecak kagum akan interior restoran tersebut, mereka pun memasuki lift, pelayan itu pun menekan tombol lantai yang dituju


" Brian kita mau kemana " tanya Roseta


" Ssstt.. nanti juga kamu bakal tau " jawab Brian tersenyum


Roseta hanya mengelengkan kepalanya dan menatap punggung Brian, dia merasa heran akan sikap Brian

__ADS_1


Ting ( lift terbuka)


" Silahkan tuan dan nona " ucap pelayan itu


" Brian ini dimana, katanya mau makan kenapa harus di lantai 5? " tanya Roseta


" Iya memang mau makan, Ros bisa tutup mata nggak? " pinta Brian


" Nggak aneh-aneh kan Brian, kamu nggak lagi ngerjain aku kan? " tanya Roseta


" Nggak kok, tenang aja aku gak bakal ngapa-ngapain kamu " jawab Brian


Roseta pun menutup matanya, kemudian Brian menuntun Roseta berjalan ke tempat yang dituju, dinginnya semilir angin pun menyentuh kulit Roseta


" 1, 2, 3... Sekarang buka matanya " Ucap Brian


Perlahan Roseta membuka matanya, penglihatannya pun mulai terlihat jelas, betapa terkejutnya apa yang kini dilihatnya, dengan menutup mulutnya yang ikut mengekspresikan betapa terkejutnya dia


" Surprise " Ucap Brian


" Kamu yang nyiapin ini Brian? " tanya Roseta


" Iya lah aku emang siapa lagi yang mau nyiapin kan yang ajak kamu jalan aku, walaupun gak sepenuhnya aku yang ngerjain dibantu sama beberapa orang " Jawab Brian


Roseta masih terpaku akan apa yang dilihatnya kini, dia melihat di sekelilingnya hamparan cahaya lampu berkelap-kelip


Indah sekali ya Allah


" Duduk yuk Ros " Ucap Brian mempersilahkan Roseta untuk duduk dikursi yang telah di hias, Roseta pun tersenyum dan menghampiri Brian


" Iya Brian " Jawab Roseta tersenyum


Mereka pun makan hidangan yang telah disiapkan, Roseta masih tak mempercayai apa yang dilihatnya kini


" Suka gak Ros? " Tanya Brian


" Suka banget Brian, walaupun dingin tapi terkalahkan oleh indahnya pemandangan di sekeliling ku " Jawab Roseta


" Maaf ya Ros, aku ingin ngasih kamu kejutan yang gak akan kamu lupain " jawab Brian merasa bersalah


" Nggak apa-apa Brian, ini sangat sangat bagus dan aku suka, terimakasih Brian " Jawab Roseta


" Iya Ros... eh Ros ada yang mau aku omongin " ucap Brian


" Apa Brian? " tanya Roseta


Brian pun mengajak Roseta untuk tepi gedung restoran, Brian mengenggam tangan Roseta


" Ros aku cinta sama kamu, maukah kamu jadi pacar aku? " Tanya Brian dengan muka serius


Roseta terkejut untuk kedua kalinya, dia tak percaya Brian akan menyatakan perasaan di tempat se-romantis ini menurutnya


Roseta masih terpaku terdiam, sementara Brian harap-harap cemas dengan jawaban Roseta

__ADS_1


Maukah kamu menerima ku Ros


__ADS_2