
Hari berganti hari,bulan pun berganti ,raya dan prast menjalani hari hari mereka bersama,walau tidak setiap hari bisa pulang kerumahnya karena mengurusi proyek juga,tapi tidak mengurangi rasa cinta mereka berdua.
Pagi itu ,prast sedang menikmati secangkir teh dan pisang goreng,sementara Nanda tengah memberi makan ikan hias di kolam kecil ...."mas...badminton Yo nanti sore",ajak prast
"memang ayah bisa ngalahin mas" ledek Nanda pada ayahnya .
" perut ayah aja gendut gitu"sambungnya ,sambil duduk disampingnya ayahnya.
"ini kan gara gara ibumu,perut ayah jadi penuh lemak" kata prars sambil melirik istrinya,
" ko Bue?!" kata raya sambil menghampiri anak dan suaminya...
"yaaaa" suara prast terputus karena ada panggilan dari hpnya,dilihatnya ada nama Heru,segera digesernya tanda hijau keatas .......
" ada apa gerangan..?"tanya prast cepat.
" suami Rina meninggal her,...kita bertemu di rumah Wuri ya" seru Heru cepat,telp pun terputus.
" ada apa mas?"
"suaminya Rina meninggal ,kamu siap siap ya!" ujar prast.
" innalillahiwainnalillahi rojiun,!"raya mendekap mulutnya...pelan Raya berjalan ke kamarnya.
"mas,.......?"panggil Raya.
" perasaanku ko jadi nggak enak ya" kata raya sambil menganggukkan kemeja pada suaminya.
__ADS_1
" sudahlah....semua akan baik baik saja Bu"prast berjalan keluar kamar setelah sebelumnya mencium kening istrinya
"aku tunggu diluar" ujarnya sambil melangkah keluar.
"mas Nanda.....ayah sama ibu takziah dulu nggih" ujar prast pamitan pada anak semata wayangnya.
Nanda menganggukkan kepalanya,dan mencium tangan ayah dan ibunya.
" hati hati yah"
" ok" jawab prast.
Mobil prast pun sudah melaju menuju kota K,menuju rumah Wuri....
tak sampai satu jam mereka telah sampai,dan mobil Heru juga sudah terparkir .
"kita pakai satu mobil aja ya....?" mas Anto nggak ikut ko" kata Heru.
"0k,ayo berangkat" jawab prast sambil menyerahkan kunci mobilnya pada Heru.
" mas ,kami pamit dulu ya!?"seru Heru pada suami Wuri." hati hati" jawab Anton .
"aku nggak nyangka takdirnya sampai di sini,"kata Wuri ....begitu berada di mobil.
" perasaanku ko jadi nggak enak ya Bu" raya berucap pelan.
" pikiran kita sama ya Ray?" apalagi Rina nggak tau kalau kalian sudah nikah ."kata Wuri.
__ADS_1
" semoga ...Rina tidak jadi duri dalam rumah tangga kalian ya Ray"! " sambung Heru dari balik kemudi.
"Aamiin......" seru ketiga sahabatnya.
Tidak berapa lama mereka sampai dirumahnya duka,dan bergegas menemui Rina yang masih terisak dikelilingi keluarga dan ketiga anaknya,raya segera mendekap anak anak Rina,tak kuasa menahan air mata yang menetes,sedang Wuri memeluk Rina......" sabar Rin....semua sudah tertulis...kamu harus kuat ...lihat anak anakmu !" ucap Wuri.
Rina cuma mengangguk tak kuasa menjawab.
setelah upacara pemakaman selesai ,dan waktu sudah menjelang magrib mereka pamitan .." terimakasih kalian sudah datang" ucap Rina
" yang tabah Rin ....kasihan anak anakmu" ucap raya ....dipeluknya sahabatnya erat.
" aku juga pamit ya" ucap Wuri sambil memeluk Rina
" ati ati" sampaikan terimakasih pada Heru dan Prast" kata Rina
" iya nanti tak sampaikan" assalamualaikum Alaikum" pamit kedua sahabatnya.
" waalaikunsalam" lirih suara Rina.
Heru telah kembali melajukan mobilnya menuju ke kota K.
" cari masjid her,magriban dulu " prast sambil menoleh kearah Heru.
" yaa ,sambil cari tempat makan yaaa" kata Heru.
tak berapa lama mereka memasuki restoran yang ada musholanya.heru memarkir mobilnya sementara ketiga sahabatnya menunaikan kewajibannya .
__ADS_1