Sama Tapi Berbeda

Sama Tapi Berbeda
Arash Dan rossa


__ADS_3

" haha siapa orang dalam nya? "


"tuh si arta la siapa lagi,kan kamu barusan telfonan sama arta"


"emang iya si,tapi si arta juga gak tau apa pun.dia sama aja kayak kita baru tau juga" jelas nya lemas dan penuh kecewa


"hm yauda kita tunggu aja rossa pulang.nanti dia bakalan cerita .kamu lanjut lagi belajar sana,gak usah kepo sama hubungan orang" ledek jimin sambil mengacak ngacak rambut laura dan pergi kekamar nya


"ihh dasar,kan jadi berserak rambut ku" kata laura sambil merapikan rambutnya


laura kembali masuk ke kamarnya dan mulai mengerjakan semua tugas tugas sekolahnya.


jam 20.45 wib rossa pulang kerumah di antar oleh arash sang kekasih. mama dan papa rossa sedang duduk menonton televisi segera bangkit dari tempat duduknya saat mendengar suara rossa dari dalam rumah.


"assa.." belum rossa selesai mengucap salam saat mau masuk kerumah nya ,mamaa Maureen sudah lebih dulu menjawabnya


"waalaikumsalam,uda pulang anaak mama?" tanya Maureen sambal melihat lelaki yg berada di samping rossa


"assalamualaikum tante dan om apa kabar?" kata arash sambal menyalami kedua orang tua rossa


"waalaikumsalam nak arash,alhamdulillah kami smua sehat ."jawab mama Maureen


"masuk dulu yuk,tante mau ngobrol ni" tawar mama Maureen lagi


"lain kali aja ma,arash mau ketemu sama rekan bisnis papanya.gak papa kan ma ,pa?" ucap rossa mewaakili arash


"yauda saying lain kali aja,ssalam sama mama dan papa kamu ya. hati-hati di jalan" ucap mama Maureen


arash pun pamit kepada mama dan papa rossa


rossa masuk kedalam rumah di ikuti oleh mama dan papaa nya,mereka sangat menantikan penjelasan rossa atas hubungannya dengan arash.


jimin dan laura yg mendadak turun untuk mengambil cemilan di kulkas pun ikut berbelok mengikuti meeka menuju balkon kamar rossa. rossa berbalik badan dan terkejut seluruh keluarganya mengikuti dia sampai kedepan kamarnya.

__ADS_1


"kalian apa-apaan si?" ucap rossa kessal


"kakak kan uda janji mau menjelaskan semua sama kami" laura dari belakang menjawab pertanyaan rossa. mama dan papa nya juga terkejut melihat jimin dan laura juga mengikuti rossa ke kamar nya


"ya ampun,nanti kan bias .aku mau mandi dulu" rossa menepuk jidatnya melihat kelakuan keluarganya yg kepo


"tapi sayang,mama mau nya sekarang." pujuk mama nya


"oke deh,demi mama. ayo masuk ,kita duduk di balkon kamar aku aja ya" rossa menuntun smua menuju balkon kamarnya yg rapi dan nyaman dangan tataan bunga yg di atur tangannya sendiri


"oke,ini aku jelasi sedetail mungkin hubungan aku dengan arash dan aku hanya menceritakannya sekali.jika ada pertanyaan boleh tapi tunggu aku selesai cerita dulu,jangan ada yg memotong cerita dulu,atau aku anggap selesai" terang rossa kepada keluarga nya yg sedang duduk memandangnya dengan tatapan anak sd melihat gurunya sedang mengajar.


mama dan papa mereka duduk di bangku ,sedangkan jimin dan laura duduk di lantai tepat di depan mama ddan papa.rossa berdiri depan mereka dan mulai menceritakan semua nya


flashback on rossa dan arash


"duhh maaf" ucap rossa yg tak sengaja menyenggol seseorang di café


"iya gak papa mbak,eh lohh kamu bukannya kakak nya laura?" ucap lelaki tersebut dan membuat rossa bingung


"laura nugraha" ucap lelaki tersebut


"oh,iya benar saya kakaknya laura. maaf anda kok kenal saya? apa sebelumnya kita pernah bertemu?" rossa mulai berfikir siapa lelaki tampan ini kenapa bias kenak dengan adiknya


"saya arash,abang nya arta. kamu lupa dengan saya?" ucapnya kecewa


"ohh maaf arash ,aku tidak mengenalimu karena kamu berbeda jauh.tapi bukannya kamu lagi diluar negri ya?" tanya nya penasaran


"lagi ada urusan di kantor papa,uda mau balik ini?"


"iya ini,aku mau mau balik"


"naik apa? aku juga mau balik .bareng yuk"

__ADS_1


flashback off


"jadi mulai dari situ aku dan arash dekat dan jadian.lagian baru 2minggu kok aku jadian sama diaa jadi wajar aku gak kasih tau kalian .karena kan masih baru dan belum ada ke serius "


"taapi lain kali kalian terbuka dong sama mama,apa pun itu.mama serasa gak dianggap tau gak sih" ucap mama Maureen dengan sedih nya.


"tuhh kan maama jadi sedih.tanggung jawwab tuh kak rossa" ledek laura


"kamu dasar kompor." kata rossa sewot


"maafi rossa ma,uda jangan sedih lagi ya ma.rossa janji mulai dari hari ini rossa terus terbuka dengan mama" rossa memeluk mamanya dan papa nya ikut memeluk dari sebelah rossa


"serasa lihat Teletubbies ya kita bang" kata laura kesal


"iya dek,kita jugsa serasa patung disini.kita gak diajak pelukan" balas jimin


laura langsung memeluk abangnya


"kita pelukannya berdua aja bang,trus kita keluar yok bang .aku pingin es krim." kata laura sambal menatap abang nya yg masih dia peluk


mama ,papa dan rossa tertawqa melihat kelakuan laura dan jimin yg seperti anak kecil dan di tambah lagi laura meminta es krim kepada jimin seperti anak yg minta sama ayah nya.


"pergi sana kalian para manusia kepo,aku sama papa dan mama mau ngomong bertiga" ussir rossa


"iya bang,yok kita beli es krim yok.plissss sekalian kita ngomongi rencana kita untuk pesta teman abang itu"


mendengar ucapan laura yg keceplosan membuat rossa dan papa mama nya penasaran


"rencana apa nak?" tanya mamanya kepada laura


laura memang tidak bias menyimpan rahasia abang dan kakak nya. apalagi ada yg menyogoknya dengan hal yg dia suka


"gak ada ma,yauda kami pergi dulu beli es krim ya. ayok dek" jimin langsung buru-buru menarik adiknya keluar dari kamar rossa dan melarikan diri agar laura tidak menceritakan rencana dia ,membuat arta pergi undangan pernikahan bareng dia

__ADS_1


karena jimin tau sifat keluarganya yg kepo tingkat dewa dan suka julid kepada hubungan orang .apa lagi rossa baru saja menakui tentang hubungannya dengan arash abang kandung arta sendiri


__ADS_2