Señorita : The Evil Symphony

Señorita : The Evil Symphony
The Evil Symphony


__ADS_3

Lucas masih terduduk di sana, tangannya meraih jari jemari Rachel. Mengecup tangan yang tak bergerak itu. Mata Rachel masih tertutup dan dia belum bisa bangun karena efek infus setelah operasi. Pandangan mata Lucas turun, melihat perut Rachel yang


terbalut perban. Empat belas jahitan, setiap luka meninggalkan jejak. Benar kata Dion. Dan jejak di perut Rachel bukan hanya sekedar luka yang meninggalkan jejak, tapi juga rasa sakit di hati.


Lucas bangkit dari kursinya, kepalanya di condongkan, ia mengecup dahi Rachel. Kecupan lembut yang di iringi usapan di rambut Rachel. Setelah itu, Lucas beranjak pergi. Di luar ruangan Rachel sudah ada dua orang bodyguard yang mengawasinya. Di ruang


publik seperti ini, rasa khawatir Lucas meningkat berkali kali lipat. Ia belum tau musuhnya. Di apartemennya sendiri, Rachel bisa di culik. Apalagi di rumah sakit seperti ini. Secepatnya. Secepatnya ia harus memindahkan Rachel dari sini.


Lucas berjalan menuju ruangan Damian lagi, wajahnya sudah tak sayu seperti tadi. Terlihat kelegaan di matanya, Rachel baik baik saja. Walaupun tak sepenuhnya baik baik saja. Tapi ia akan mencari cara agar Rachel bahagia. Pasti ada cara.


“ Kamu menolak operasi, dan sekarang ke ruanganku lagi..? berubah pikiran? “


Damian masih duduk di sana, jas dokternya sudah di lepas dan ia sedang duduk santai. Laki laki itu menatap Lucas dengan penuh observasi. Ia tau ada hal lain yang tengah di pikirkan Lucas. Tapi seperti biasa, Lucas takan menceritakan apa masalahnya itu.


Hanya terpendam di dasar hatinya sendiri.


“ Apa setiap perempuan harus punya anak Damian ...? “ Lucas duduk di samping Damian, meluruskan kakinya dan tanpa sadar tangannya menyentuh perban di kakinya. Refleks, rasa sakitnya menyengat begitu saja.


“ Aku tak tau pasti, toh aku laki laki. Aku tak punya peluang melahirkan bukan ...? “


Damian tertawa dengan humornya yang tak di gubris Lucas. Ia berhenti tertwa sesaat, ini bukan saatnya bercanda. “ Eh, perempuan itu berbeda seperti kita. Kita laki laki menginginkan kebebasan. Sedangkan perempuan menginginkan kepastian dan ikatan



Damian menatap Lucas, Lucas tengah mendengarkan dengan serius perkataan Damian itu. manik matanya masih terbuka dan matanya tak sedikitpun berkedip.


“ Lucas, kita kaum laki laki tak mau kerepotan. Tapi bagi seorang perempuan, melahirkan. Walaupun sesakit apapun itu. Mengandung dan membesarkan anak. Membuat mereka sempurna menjadi seorang wanita seutuhnya .... “


Mata Lucas membulat mendengar perkataan Damian, wanita seutuhnya. Semua wanita ingin di anggap sempurna dengan cara yang sama. Kata kata itu terus terngiang di otaknya.


“ Lucas, mempunyai anak bukan hanya menjadikan mereka wanita seutuhnya. Tapi melahirkan itu fitrah perempuan, melahirkan seorang anak membuat seorang perempuan menjadi sempurna ..”


“ Dengan panggilan Ibu, seperti kamu kepada Ibumu saat dia masih hidup. Di hormati oleh anak kandung sendiri, adalah kebahagiaan seorang perempuan “


Dan Rachel tak bisa sempurna menjadi seorang wanita dengan cara seperti itu. Ia mungkin takan merasakan hamil, ataupun merasakan bagaimana rasa sakit melahirkan. Apalagi membesarkan seorang anak. Lucas terus berdebat dengan diri sendiri. Dalam


hatinya, ia juga tak bisa menerima kenyataan ini.


Jangan buat Rachel bersedih. Aku takan buat dia bersedih hanya dengan hal konyol seperti sempurna hanya kerana memiliki anak, dia wantita hebat yang sempurna!!


“ Damian, setelah Rachel sadar dan kondisinya membaik. Siapkan operasi untukku ... “


Damian menatap Lucas dalam dalam. Lucas yang keras kepala, mau melakukan operasi.


“ Kamu harus segera melakukan operasi untuk kaki dan luka di dadamu, jangan menunggu Rachel membaik, mungkin itu butuh waktu lama. Lukamu bisa terinfeksi ...”


Lucas justru beranjak berdiri dan hendak meninggalkan Damian di ruangannya. Ia tak mau melakukan operasi apa apa untuk luka di dadanya. Biarkan lukanya seperti itu.


“ Aku tak mau melakukan operasi untuk luka di dadaku, aku mau melakukan operasi vasektomi ..”


Damian membelalak dengan perkataan Lucas barusan? Apa?! Operasi Vasektomi? Apa Lucas sudah gila.


“ Apa kamu sudah tidak waras..?! kamu gila? Kamu adalah anak satu satunya, tak ada keluarga lain Northwest di silsilah keluargamu, apa kamu tak mau meneruskan garis keturunanmu ...? “


Damian mencekik kerah Lucas erat erat. Setan apa yang telah merasuki Lucas hingga ia ingin membuat dirinya sendiri mandul. Tapi Lucas hanya menatap Damian lekat lekat, pandangannya begitu mantap tanpa ada keraguan sedikitpun. Seolah operasi yang


ia bicarakan bukan hal yang sulit untuk di lakukan.


“ Aku hanya tidak suka anak kecil, aku tak mau punya anak ... “

__ADS_1


Lucas melepaskan tangan Damian, tangan itu terlepas begitu saja. Mendengar jawaban Lucas barusan benar benar membuat Damian gila sendiri.


“ Apa kamu yang harus repot repot mengandung dan melahirkan ...? Entah menyukai anak atau tidak, asalkan itu anakmu. Semua sama saja, apa pikiranmu sudah tidak waras ...? “


Lucas berpaling pergi, ia tak membenci anak kecil. Ia justru menyukai anak anak dengan segala kepolosan mereka. Tapi, ia tak mau anak. Sekarang ia tak mau mendengar kehadiran anak anak dalam hidupnya.


“ Aku tak mau punya anak, itu saja. Mereka merepotkan. Nortwest bisa ku berikan pada anakmu nantinya, katakan kalau itu hadiah dari Paman Lucas ... “


Lucas berjalan keluar, tak ada yang boleh tau kalau kondisi Rachel tak memungkinkan untuk memiliki anak. Persetan dengan wanita sempurna. Rachel sudah sempurna di matanya. Tak perlu memiliki anak untuk menjadi wanita seutuhnya. Lucas hanya


menginginkan wanita sempurna yang bisa membuatkannya dendeng setiap paginya. Biarkan orang orang yang mengira kalau ia yang mandul. Kenyataan itu tak terlalu menyakitkan untuknya. Tapi kenyataan tentang Rachel, itu beribu kali lebih menyakitkan untuk siapapun,


terlebih Rachel. Dan Lucas tak ingin Rachel tersakiti.


“ Satu lagi, aku minta tolong padamu. Carikan dokter yang kamu kenal, dokter dengan profesionalitas tinggi. Biarkan dokter kepercayaanmu yang merawat Rachel ... “ Nafas Lucas memburu, ia teringat kembali tragedi barusan. Penculikan Rachel yang di


lakukan sendiri oleh Philip.


“ Untuk sekarang, aku sendiri tidak percaya dengan orang orang kepercayaanku. Tapi aku bisa mempercayakan ini padamu bukan ...? “


Lucas tersenyum, senyum tipis dengan pantulan rasa getir di mata Lucas. Lucu bukan, orang yang kamu percaya justru meminta apa yang di katakan Philip di lumbung? Meminta nyawamu sendiri. Damian menatap kepergian Lucas, punggung yang terguncang


sedikit, pasti sengatan rasa sakit itu menyerang Lucas barusan. Ia benar benar tak habis pikir dengan Lucas.


.


.


.


.


.


.


Shawn mendekati Lucas yang masih duduk di samping Rachel sepanjang malam. Malam yang panjang dan kelam. Di habiskan Lucas dengan hanya duduk di samping Rachel. Seolah tengah berkomunikasi dengan perempuan di sampingnya itu. Seolah tengah


berbagi kekhawatiran yang sama. Walaupun jawaban Rachel tetap sama, hanya terdiam.


“ Keluarlah Shawn, di bandingkan dengaku. Kau lebih lelah, kenapa juga kau tak tidur dan berisitarah di ruangan .... “


Lucas berbicara dengan Shawn tanpa memalingkan pandangannya dari Rachel. Shawn juga melihat tatapan itu. Entah tatapan apa, entah percakapan apa yang tengah di jalin Lucas dengan Rachel. Tapi sepertinya, Tuannya benar benar ingin berdua dengan


Rachel seorang.


“ Baiklah Tuan, saya undur diri. Saya harap Tuan tak terlalu memaksakan diri dan bisa beristirahat. Masih banyak hal yang harus kita kerjakan besok, terlebih masalah Philip .... “


Lucas mengangguk khidmad, Philip juga berada di dalam pilihan yang sulit. Tapi Lucas bisa memaafkan Philip yang sudah tenang di sana. Ia pun akan melakukan apapun, kalau di posisi Philip. Ia tak mau kehilangan Rachel.


“ Aku akan segera beristirahat setelah berbicara dengan Rachel sebentar, pergilah Shawn, beristirahatlah dengan tenang malam ini ... “


Shawn menanggguk dan dengan tenang meninggalkan Lucas yang tak berkutik dari sisi Rachel. Ia menutup pintu dengan pelan pelan. Meninggalkan pria itu dengan wanitanya.


.


.


.

__ADS_1


.


.


“ Kamu belum bangun juga .. “


Lucas kembali mengusap rambut Rachel, helaian Rambut Rachel menjadi kusut karena di usap Lucas berkali kali. Lucas malah tersenyum geli melihat rambut Rachel yang acak acakan. Itu senyuman pertama yang terlukis di bibir Lucas seharian ini.


“ Kamu harus bangun, atau aku akan semakin khawatir dan rambutmu akan semakin acak acakan karena ku usap terus ... “


Lucas akhirnya berhenti mengusap helaian rambut Rachel, ia kini beralih ke tangan wanita itu. menggenggam tangan itu dengan erat. Menyalurkan kehangatan tangannya ke tangan Rachel.


“ Maafkan aku yang gagal melindungimu dan membuat kamu terluka pada akhirnya ..... “


Kesadaran Rachel pulih, ia mengernyitkan dahinya, merasakan rasa sakit di perutnya. Tapi kernyitannya berubah menjadi kekagetan saat melihat Lucas yang tengah tertunduk dan memegangi tangannya. Seketika itu juga Rachel memilih untuk berpura pura


masih tak sadarkan diri.


“ Jangan sampai terluka lagi, berjanjilah di sisiku terus dan aku yang akan terus melindungimu ... “ Lucas mendongakan kepalanya, melihat wajah Rachel dengan mata yang masih terpejam. Ia masih mengira kalau Rachel belum sadarkan diri. Ia memberanikan


diri mendekatkan wajahnya, sekali lagi. Ia mengecup dahi Rachel, hidung dan akhirnya kecupan lembut di bibir Rachel.


“ Cepat sembuh dan sadarkan diri, aku takut setengah mati kalau aku tak punya kesempatan untuk menyatakan cintaku padamu ..... “


Pernyataan cinta, kata kata itu terngiang di telinga Rachel saat ia mendengarnya. Lucas mencintainya. Mencintainya sebagai seorang wanita. Tapi bagaimana mungkin....? Rachel merasakan tubuh Lucas menjauh dan tak lama setelah itu ia mendengar pintu


yang terbuka dan kemudian tertutup. Laki laki barusan, Lucas Nortwest. Ia bilang, cinta padaku.


Rachel membuka matanya sepenuhnya, pipinya merah dan terasa panas.


.


.


.


.


.


.


.


Ini mungkin jadi chapter terakhir di Mangatoon dan setelah in terbit, beberapa hari kemudian semua chapter akan ku hapus semua. Kenapa? Karena aku udah tanda tangan kontrak dengan platfom lain. Dan yang di Webnovel kemungkinan juga di hapus.


Maaf mengecewakan kalian tapi aku harus ngomong ini supaya kalian engga nanya nanya lagi.


Aku butuh uang untuk sekolah, yup. Tahun lalu aku gap year dan tahun ini aku harus kuliah dengan uangku sendiri. Aku udah di posisi malu buat minta ke orang tua. Aku tulis tiga cerita di sini, tapi dua pindah lapak. Kontrakan cinta aku pindah lapak karena aku mau terbitin buku, dan di Mangatoon engga mendukung itu.


1. Kontrak di Mangatoon 10 tahun\, aku engga mungkin nunggu lama supaya bisa di jadin buku. Keburu tua.


2. Aku bukan pohon  aku engga bisa fotosintesisi dan buat makanan sendiri\, aku butuh uang. Aku selalu becanda kalau aku bisa crazy update kalau 10.000 koin. Dan aku selalu bilang\, kalau kamu pelajar engga usah mikirin koin\, baca aja. Aku soalnya juga pelajar\, aku engga punya uang.


Kalian baca novel di sini gratis kan, kalian pasti sadar itu. Sini aku kasih tau, pendapatan novel yang udah lima juta views. Mereka cuman dapat 1.25 Jt. Tapi bayangin, mereka engga dapet jumlah readers sampe lima juta itu dalam waktu sebulan kan. So pendapatan mereka pasti sebulannya engga nyampe 500 ribu. Apa lagi aku yang engga satu juta aja, makanya aku tanda tangan di platfom lain yang mau menghargai karya lebih. Karena menurutku, Mangatoon engga begitu. Kontrak mereka cuman dapet 2 Jt. Tapi jangka waktunya sepuluh tahun. Kamu bisa hidup 2 juta untuk sepuluh tahun? Engga kan?


Uang di sini juga engga bisa di cairkan kalau belum 1,5 juta. Dan aku engga punya segitu. Kalau di sini kaya gitu, mungkin aku bisa terusin di sini. Tapi aku engga bisa, terlalu merugikan penulis untukku. Intinya kali ini aku pindah platfom karena bener bener terikat kontrak dan itu udah aku tandatangani. Aku minta maaf, buat kalian yang selalu nurut buat ngasih like. Itu bener bener kebahagiaan. Ada dua ratus orang tiap hari yang mau like di chapter terbaru. Kalian lebih nurut di banding pembaca Kontrakan cinta. Tapi ini beda lagi, ini bukan masalah aku menghargai kalian atau engga. Ini kebutuhan yang harus di penuhi, uang gedung itu hampir 25 juta. Dan platfom itu mau ngasih pendapatan lebih ke penulisnya dengan syarat yang lebih masuk akal. Asalkan update tiap minggu, bukan crazy update. Mereka engga ngasih aku 25 juta sih, tapi seenggaknya mereka ngasih uang yang bisa aku gunain buat bayar semesteran dan biaya hidup di kos. Masalah 25 juta, aku bisa mikir itu sambil jalan.


Intinya, see you :*

__ADS_1


__ADS_2