
“kali ini....tidak ada tapi tapi-an.
‟Ah....sial....
Mengelah...hal tulah yang telah kulakukan berkai kali karena mengingat...sebuah titah yang sama sekali tidak dapat ku bantah,dari seseorang...alasan nya pun sangat simpel...sebab...orang tersebut...adalah...
‘’Ibuku....’’
Ha....sial sudah berapa kali aku mengelah....pikirku malas.setelah mendengar sendiri helaan-helaan yang telah ku lontar kan berkali kali.
aku yakin,siapa pun yang mendengar semua helaan ku di hari itu,mereka pasti akan berkata.apa masalah mu anak muda.
Dan dari pada aku harus menjawab dengan jawaban aneh yang berbunyi...aku mengeluh karena tidak ingin jadi batu.
Aku lebih memilih menyendiri,pergi ke sebuah gunung.lalu membaringkan diri ku di bawah rindang nya sebuah pohon besar yang beralaskan karpet rumput hijau .berharap....ketengan beserta alunan nyanyian alam dapat memberikan ku ketenangan dan rasa rileks.walau hanya untuk sesaat....
Seraya kembali mengelah...aku pun menutup mataku...membiarkan segala pikiran serta semua hal yang kuanggap masalah mengalir bersama hembusan angin lembut yang seakan tengah mebelai serta memanjakanku.
kala itu...Guna menghibur diri...aku mencoba mengatakan‟‟tak apa.anggap saja ini semua adalah pegabdian kepada orang yang telah merawat dan memberimu kasih sayang.toh aku yakin titahnya itu juga demi kebaikan serta kebahagian mu‟‟ pada diriku,agar mencoba menerima segala hal yang telah dikatakan ibu ku...namun...mau bagaimana pun...rasa nya cukup sulit...
‟haha...sial....aku tertawa dengan nada mengejek,kepada diri ku sendiri...ayolah diriku...sudah berapa banyak hal yang telah kau lewati hingga sampai ke titik ini...makiku dengan senyuman pahit.apa sulitnya untuk menerima satu per.....-
‟-----!!!!!!!!
Refleks.secara spontan.aku membuka mata ku seraya melompat berdiri dan tampa ragu seraya memasang kuda kuda siaga penuh,baik dalam pertahanan atau pun serangan.dalam proses nya. secepat aku berdiri.aku menggapai salah satu benda yang serdari tadi setia menemaniku berbaring dan tampa ragu mengeluarkan nya dari tas kain hitam tempat nya tersimpan.lalu memegang nya dengan 2 tangan tepat disisi tubuh ku...
Benda itu sendiri.adalah sebuah benda yang cukup umum untuk di ketahui semua kalangan sebab....benda yang saat itu telah siap ku tarik kapan pun dari tempat atau sarung nya saat itu....adalah sebuah katana(pedang).
‟apa tadi.pikir ku,seraya mencengkram gagang katana ku erat.
Bukan tampa alasan kenapa aku tiba-tiba melompat berdiri dan langsung memasang kuda kuda berpedang ku.walau hanya sekilas...sesaat yang lalu.aku...jelas-jelas merasakan sebuah aura yang sangat amat berbahaya.sangking berbahaya nya...saat aku merasakan aura itu.aku.nafas ku sempat tercekal seakan-akan jantungku telah berhenti berdetak selama beberapa detik.
aku tidak tau aura itu milik siapa...namun...walau itu hanya 3 detik...aku benar-benar merasakan ancaman bahaya yang nyata serta kengerian yang benar-benar pekat.
‟siapa....pikir ku.dalam sekejap pandangan mata ku bergerak cepat,mencoba mencari keberadaan,sesuatu atau bahkan seseorang yang mungkin telah mengeluarkan aura membunuh yang sempat ku rasakan beberapa detik yang lalu...dan..
Hasil nya.nihil....
‟astaga...sebenarnya apa tadi.pikirku.setelah aku yakin tidak ada siapapun disana.aku pun mengendorkan kuda-kuda ku.walau pedang ku masih terpegang erat.aura mengerikan barusan jela-jelas hampir ‘’mirip dengani ku’’.
‟Aku pun memandang kesebuah arah.
tepatnya.kearah puncak gunung tempat ku berada.‟ walau sudah samar.sepertinya dari sana yah‟pikirku.
Ada sebuah petua yang mengatakan....
terkadang..rasa penasaran dapat membunuh mu‟....
terdengar simpel,namun bagi orang yang sering terseret suatu masalah karena hal hal sepele...petua ini sangat lah terbukti nyata bagiku...
‟seperti nya pulang aja dah -_-.pikir ku mengingat masalah ku sudah cukup banyak ahir-ahir ini.
Mengelah dengan wajah datar.aku menggapai tas hitam berisi pedang keduaku .lalu menyelempangkan nya di belakang punggung seraya berpikir untuk segera pergi dari sana.mau seindah apa pun itu.alam tetaplah alam.sehijau dan sememanjakan apapun dia.alam tetap lah menyimpan berbagai bahaya di balik segala keindahan nya ya.tentu saja tak terkecuali gunung tempat ku menyendiri saat itu.
Memang.gunung yang ku kunjungi hari itu cukup dekat dengan kota besar dan biasa nya menjadi spot bagi para pendaki dari berbagai tempat untuk melakukan aktifitas mereka.namun kurasa,belakangan ini,karena kemunculan para ‟DISASTER‟ yang lebih sering dari biasa nya.kebanyakan ‘’orang tampa kemampuan’’lebih memilih untuk berada di tempat tempat aman yang dekat dengan selter perlindungan atau para bounty Hunter...
toh kurasa walau gx ada para disaster sekali pun...papan peringatan besar yang bertuliskan.
‘’WARNING BEAR ATTACK’’
Yang tersebar cukup banyak di gunung tersebut,sudah membuat orang-orang biasa akan berpikir 7 kali buat mendaki gunung tampa nama ini.dan...hal inilah yang membuat rasa penasaran ku meledak-ledak...sebab...kalau itu bukan orang terus dari mahluk apa aura yang sempat ku rasakan tadi-!!!!!!!.
‟GAX.GAX TAHAN DIRIMU.DIRIKU.pikir ku geregetan.ingat jangan tambah masalah mu...utang di toko buku saja belum lunas.tolong jangan tambah masalah mu dengan menghancurkan cagar alam ini !!!!!.
__ADS_1
aku pun menarik nafas dalam-dalam,
lalu......
‘’ah ****....i‟m starting again....gumaku dengan wajah datar sebab....
Pada ahirnya...aku malah menemukan sebuah tangga batu yang ternyata tepat berada 500 meter di belakang pohon rindang tempat ku berbaring sebelum nya ...dan...tangga itu mengarah tepat kearah puncak gunung dimana aku berpijak!!!.
''haha.aku tertawa masam...dasar orang aneh kepoan.makiku.mengutuk rasa penasaran ku sendiri.
"Yah sudah kadung basah,sekalian saja berenang.helahku.lalu tampa banyak pikir panjang aku pun melangkah naik menapaki tangga-tangga batu yang kutemukan
Sejauh langkah yang kuambil.hanya ada tiupan angin beserta gemerisik dedaunan yang memenuhi langkah tapakan kaki ku yang terus menapaki tapak demi tapak anak tangga batu yang tengah ku telusuri.makin keatas,aku merasa tiupan angin perlahan berubah,aku mencoba menghirup nafas panjang setalah aku mengelah .aku menyadari bahwa gunung itu memberiku sensasi tekanan udara,yang menurut ku...akan sangat memberatkan pernafasan mereka
‟apa-apaan tekanan udara ini...pikir ku seraya mengatur nafas ku ke pernafasan ‘’tingkat lanjut’’. ku rasa orang biasa benar-benar akan segera tumbang tampa sadar karena tekanan yang ku rasakan saat itu.
dua jam lebih berlalu,hanya dengan suara tapakan kaki.deruan hembusan angin.dan jajaran pepohonan hijau serta semak-semak yang terlihat sama
aku sempat berpikir untuk menyerah dan berbalik.turun dari tangga gunung yang terus membawaku berjalan terus naik kearah puncak.yah.....kurasa memang sebaik nya aku menghindari masalah.namun...seperti kata ku di awall,‟terlanjut basah.sekalian saja berenang‟...walau ada niatan untuk menghindari masalah.aku tetap melangkah menuju ke atas...hingga...pada ahir nya.
‟oke...aku benar-benar merasakan masalah kali ini.gua ku masam disaat pada ahir nya aku mencapai ujung anak tangga yang ku naiki,dan ujung dari anak tangga tersebut...adalah...sebuah gerbang batu besar.yang yang menjadi jalan masuk ke sebuah tembok batu setinggi 8 meteran di sekelilingnya
Walau hanya di lihat sekilas.dari arsitekstur dan tulisan-tulisan segel di permukaan nya.siapa pun pasti akan mengetahui bahwa gerbang batu tersebut adalah gerbang sebuah kuil.tentu saja,siapa pun yang melihat gerbang tersebut.juga akan cukup terpukau dengan arsitektur nya yang terlihat amat kokoh dan di potong dengan begitu rapih.
Namun...yang paling penting adalah....sebagai mana dengan keadaanku saat itu.aku yakin siapapun yang menemukan gerbang tersebut.pasti akan bertanya di benak mereka.dengan pertanyaan...‟kenapa ada kuil di puncak gunung ini?‟.
‘’aku mengusap tembok batu yang ada di depan ku perlahan.di rasa dari permukaan nya.jelas tembok tersebut sudah sangat tua.akan tetapi...bangunan itu...masih sangat kokoh.
Pandangan ku pun teralih pada kertas segel yang ada di gerbang tersebut.kertas segel itu ...jelas-jelas masih baru...memcoba memastikan nya.aku pun menyentuh kertas tersebut. Dan sebagai mana prediksi ku.kertas segel itu.memang baru saja di ganti.dalam artian ,ada seseorang yang mendatangi dan mengurusi kuil tersebut.
Dan itu...secara gx langsung menjadi jawaban kenapa gerbang batu seberat sekitar satu sampai dua ton di depan ku saat itu.terbuka.memberi ruang yang cukup untuk di masuki seorang manusia dewasa
Ada seseorang yang mendatangi serta mengurusi kuil tersebut
Ia sekarang ada di sana.ia...tepat ada di balik tembok di depan ku..
‟setelah menelan udah sesaat.AGGGGRRRRRR.batin ku meraung kesal karena keinginan untuk menghindari masalah ku kalah oleh rasa penasaran.yang benar saja...maki ku dalam hati seraya mengutuk diri ku sendiri.
Dari aura yang ku rasakan sebelum nya,jelas apapun itu bukan lah hal yang memmiliki keberadaan atau kekuatan masuk akal.memang aku juga memiliki termasuk keberadaan yang tidak masuk akal...namun...kalau terjadi bentrok antar 2 keberadaan yang tidak masuk akal di gunung itu....
‟ASTAGA...SUMPAH SELURUH UANG SAKU DAN GAJI KU TIDAK AKAN CUKUP UNTUK GANTI RUGI.raung ku panik.di dalam hati.memikirkan kerusak yang baka timbul saja sudah membuatku mumet
‟satu sisi dari diri ku berkata.udah pergi aja bakal repot lo kalo nemu yang enggak-enggak
‟satu sisi diri ku yang lain berkata.datangi wahai anak muda...ini saat nya kamu menjadi yang terdepan untuk menghadapi masalah yang bisa saja akan membesar tampa kau duga.
‟...(-_-)...
‟sudah pergi saja
‟jangan...ingatlah dengan orang orang yang kamu sayangi
‟tidak masalah.pergi saja.tidak akan ada yang akan menyalahkan mu jika terjadi apa-apa dengan gunung ini.
‟jangan pergi...
‟pergi saja...
‟jangan pergi...
‟pergi saja...
‟jangan...
__ADS_1
‟pergi...
‟jangan...
‟perg----
‟BERHENTI BERTENGKAR DI TELINGAKU !!!!.
‟....maaf....
‟ck...
‟ha~aku pun mengelah....
Apapun itu.Sesuatu yang telah mengeluarkan aura berbahaya yang ku rasakan sebelum nya mungkin memiliki hal berbahaya pada dirinya.yang juga mungkin saja.keberbahayaan nya itu akan menyebar dalam sekala besar
Aku sendiri...bukan lah seorang pahlawan atau pun super hero yang bisa berlari secepat kilat atau menyemprotkan laser dari mata...
aku akui,aku hanya orang buruk yang lebih suka cari aman dan kedamaian.dengan kata lain...bisa di bilang,aku akan cukup egois untuk mendapatkan keinginan ku sendiri...
namun...oleh karena itulah
karena aku egois itulah...
aku...akan menyingkirkan apapun yang akan mengusik kehidupan damai ku...walau pun itu...hanya sekedar sesusatu yang mengancam kedamain ku saja.
“ha...aku pun mengelah.aku benar benar akan dapat masalah jika aku malah ketemu hantu atau sesuatu yang tidak dapat disentuh.pikir ku.namun.selagi itu dapat ku sentuh dan dapat ku tebas-aku mengeratkan kaitan tas pedang ku.lalu.aku yakin,aku bisa menyingkirkan nya tampa masalah.guma ku.dan tampa keraguan serta dengan kedua tangan yang menggenggam gagang pedang ku erat-erat.aku..
Melangkah melewati gerbang batu yang ada di hadapanku...
Setelah memasuki gerbang batu tersebut.
aku...pandangan ku....sama sekali tidak tertuju pada bangunan kuil besar yang ada tepat dibalik gerbang yang ku lewati.saat itu.pandanganku langsung tertuju pada seseorang...seseorang yang tampak berdoa dengan sangat kusyuk di hadapan altar kuil dengan kepala tertuduk penuh kidmat. seseorang dengan rambut perak mengkilap seputih awan yang tampak sangat amat anggun
Saat itu...entah kenapa...aku terdiam menatap sosok berambut perak sepinggang yang ada dii hadapan ku.jelas...siapa pun yang melihat postur dan punggung serta style kimono ala gadis miko sosok di depan ku saat itu.siapa pun pasti akan mengetahui sosok berkimono ala miko itu,adalah seorang gadis miko berambut perak..
Memang bisa di bilang kalau rambut berwarna perak cukup jarang di temukan.bahkan jika itu di kalangan ras lain.dengan warna rambut perak sebersih awan dan seberkilau permata itu,jelas sosok yang tengah membelakangi ku kala itu,akan amat sangat begitu mudah menarik perhatian mata yang ada di sekitar nya...akan tetapi...
Entah kenapa...aku...punya alasan lain...untuk kenapa aku bediri terdiam selama beberapa detik di sana...mungkin...secara singkat nya...bisa di bilang kalau aku
‘’Baru saja terpesona...’’
''setelah aku terdiam selama beberapa puluh detik.a-anu.aku berniat untuk menyapa atau setidaknya memberi taukan keberadaan ku pada si gadis berambut perak yang saat itu masih sangat kusyuk berdoa.akan tetapi...---!...tampa sengaja.kaki ku menendang sebuah batu keci yang entah sejak kapan ada di bawah kaki ku.
pandanganku yang menyadari keberadaan batu kecil tersebut segera teralih.seakan akan waktu tengah melambat...aku...melihat batu kecil tersebut melayang beberapa milimeter dari permukaan tanah...dan...
‟tuk...---!.batu itu kembali terjatuh ke permukaan lantai marmer,menyebabkan sebuah suara halus...yang seharusnya...sama sekali tidak terdengar...
‟aku sendiri hampir tidak mendengar suara di saat-saat terjatuh nya batu tersebut...akan tetapi...tampa ku duga...suara itu...sudah cukup untuk membuat ku terkejut...sebab...
“------!!!!!!!
“sring-----!!!!
‟TANG....!!!!!
tanpa suara atau pun peringatan.dengan kecepatan bagai kedipan...si gadis berambut perak...tiba-tiba muncul tepat di hadapan ku dan menyerang ku dengan 2 buah katana berbilah biru transparan di ke2 tangan nya!!!!.
“OI.OI YANG BENAR SAJA.gumaku dalam hati.seraya menahan ke2 pedang si gadis berambut perak dengan pedang ku yang masih tersarung.
setelah itu...pertarungan diantara ku dan si gadis berambut perak pun tak terelakkan...
To becontinue....
__ADS_1