Segurat Cinta Saudara Tiriku

Segurat Cinta Saudara Tiriku
BAB l (Awal Kisah)


__ADS_3

Cinta...


1 kata yang terdengar tidak asing bukan..??


Tentu saja semua orang pasti pernah mendengar 1 kata yang penuh dengan makna dan arti tersebut..Sehingga setiap orang pasti berbeda pendapat tentang arti dan makna dari sebuah kata Cinta...


Cinta pun hadirnya tidak pernah memandang kepada siapa dia akan singgah..Cinta juga tidak pernah memandang umur dan status..karena Cinta hanya memandang keindahan yang menjadikannya sebab untuk hadir..


Seperti itu lah gambaran dari kisah cinta yang terjadi antara Heleya dan Marvin..sepasang kekasih yang saling mencintai tetapi terhalang oleh status "Saudara Tiri"


Akankah kisah mereka berdua akan berakhir dengan bahagia?


Akankah takdir akan memihak pada mereka berdua???


jangan lupa ikuttin terus ya kisah Heleya dan Marvin..


----Selamat membaca------


"Bayu Laksmono..aku nikah kan dan kawin kan engkau dengan anak ku Dita Pramusti Sastro binti Wijaya Sastro dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar 1 juta di bayar tunai"


"Saya terima nikah dan kawin nya Dita Pramusti Sastro binti Wijaya Sastro dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar 1 juta di bayar tunai"


"Bagaimana para saksi sah?"


"Sah..Sah.."


"Alhamdulilahi robbil alamin.."


Dan dengan terucapnya kalimat ijab kobul tersebut menjadikan lembaran baru bagi kehidupan seorang gadis yang berparas cantik dan manis yang memiliki hati yang sangat baik..


Dia adalah Heleya Wanda Laksmono putri dari seorang pengusaha sukses dan terkenal yang bernama Bayu Laksmono..


Papa Heleya telah lama menyandang status seorang duda semenjak Heleya berumur 5 tahun..Semenjak mama Heleya yang bernama Dian Pramesti meninggal dunia akibat serangan jantung,semenjak itu papa Heleya hanya memikirkan bisnis dan merawat Heleya saja..sehingga dia tidak punya rasa ketertertarikan untuk menikah kembali..


Namun keadaan berubah semenjak papa Heleya bertemu dengan seorang wanita yang mandiri dan baik hatinya yang bernama Dita Pramusti Sastro ..Pak Bayu merasa tertarik dan jatuh cinta kepada sosok wanita yang bernama Dita tersebut..setelah mereka berkenalan dan merasa cocok akhirnya pak Bayu dan bu Dita pun menikah..


Ternyata bu Dita juga sudah memiliki seorang putra laki laki yang umurnya tidak terpaut jauh dari Heleya..mereka hanya berjarak 2 tahun saja..


Marvin Nugroho itulah nama anak dari ibu sambung Heleya yang secara otomatis sekarang telah menjadi kakak sambung bagi Heleya..


Marvin bukan lah seorang cowok yang ramah dan humoris tetapi dia adalah seorang cowok yang mempunyai sifat super cuek dan dingin..Dia adalah cowok yang irit dalam berbicara dan terlihat susah untuk bersosialisasi akan tetapi di balik sifatnya yang cuek dan dingin itu ternyata Marvin adalah seorang anak yang taat pada agamanya,patuh pada ibunya,dan murid yang berprestasi di bidang akademik mau pun non akademik terutama di bidang olah raga Basket dia lah juaranya..


Singkat cerita kini Pak Bayu,Bu Dita,Marvin dan Heleya telah sampai di rumah baru yang akan mereka tempatti ber empat..Rumah 2 lantai yang ber cat kan warna putih tersebut terlihat begitu besar,megah dan mewah,rumah itu pun terlihat luas dan asri karena terlihat ada taman di depan rumah..


Setelah membuka pintu akhirnya mereka ber empat pun memasukki rumah mewah nan megah tersebut


"Kamar ku di mana Ma?"tanya Marvin pada mama nya setelah masuk ke dalam rumah mewah itu


"Kamar kamu di atas nak..di sebelah kamarnya adik kamu"jawab mama nya


"Adik?"tanya Marvin singkat dengan perasaan bingung


"Iya Vin..sekarang kan mama sama papa Bayu sudah menikah,jadi secara otomatis Heleya sekarang sudah menjadi adik kamu"jawab mama nya sambil tersenyum


Marvin yang mendengar jawaban mamanya itu pun hanya menatap Heleya dengan tatapan yang sangat tajam..sampai sampai membuat Heleya menunduk kan kepalanya karena merasa takut dengan tatapan nya Marvin


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun tiba tiba Marvin pergi dari situ dan bergegas menaikki tangga menuju kamar nya


"Vin..Marvin"panggil mama nya


Tapi sepertinya Marvin tidak menggubris panggilan mama nya itu..Dia terus saja menaikki tangga menuju kamarnya tersebut


"Sudah lah Ma..biar rin saja..mungkin Marvin belum bisa menerima keadaan ini dan mungkin saja dia belum menerima Heleya sebagai adik nya..kita harus sabar ma..pelan pelan saja kita bujuk dia agar mengerti dan mulai terbiasa dengan keadaan nya sekarang.."kata pak Bayu menenangkan Istrinya sambil merangkul pundak bu Dita dan mengelus elusnya..


"Iya Tante..bener apa kata papah..mungkin kak Marvin masih belum terbiasa dengan keadaan ini"kata Heleya menimpalli kata kata papanya


Bu Dita hanya mengangguk kan kepalan nya saja mendengar kata kata dari suami dan anak sambungnya yang telah dia anggap sebagai anak kandungnya sendiri..


"Iya Pa,Iya sayang terima kasih banyak ya karena kalian mengerti dan memahammi sifat Marvin"kata bu Dita


"Iya Ma"jawab pak Bayu


"Iya Ma"jawab Heleya juga yang hampir bebarengan dengan papa nya


"Tapi bentar deh tadi mama dengar kamu manggil mama dengan sebutan apa sayang? tante?"tanya Dita pada Heleya


Heleya pun terlihat agak panik mendengar pertanyaan Mama sambungnya itu


"Eeh..iya kah mah..aduh maaf ya ma..maaf banget ya..Soalnya Heleya belum terbiasa ma "jawab Heleya agak gagap sambil menunjuk kan senyum manis nya


Dita pun tersenyum mendengar jawab an Heleya


"Iya gak apa apa sayang..tapi jangan panggil tante lagi ya..panggil mama..karena mama sudah menganggap Heleya itu seperti anak kandung mama sendiri"kata Dita sambil mengusap usap rambut Heleya


"Iya ma"jawab Heleya sambil mengangguk


"Ya sudah sayang sekarang kamu istirahat dulu ya..pasti kamu capek banget..papa bantu bawain koper kamu ke kamar ya"kata papa nya sambil mengangkat koper Heleya


"Iya Pa..Terima kasih ya Pa.."kata Heleya


"Heleya ke kamar dulu ya Ma..Mama juga jangan lupa istirahat ya"kata Heleya ke Dita


"Iya sayang"jawab Dita sambil tersenyum


Setelah beberapa menit menaikki anak tangga akhirnya Heleya dan papanya pun sampai di depan kamar Heleya


"Sampai sini aja deh Pa..nanti Heleya bawa masuk sendiri koper nya ke dalam kamar"kata Heleya


"Iya sudah kalau gitu sayang..papa turun dulu ya,kamu jangan lupa istirahat"jawab papa nya


"Iya Pa..papa juga jangan lupa istirahat ya..jangan hihi huhu mulu"kata Heleya sambil ngeledek papa nya


"Hihi huhu itu apa sayang?"tanya papa nya yang tampak kebingungan dengan perkataan Heleya


"Iih..papa pura pura tidak tahu..ya sudah deh kalau gitu papa istirahat sana gih..papa pasti capek kan"jawab Heleya


"Ya sudah papa turun ni ya..papa mau istirahat dulu..nanti kalau papa tetep di sini kamu ceng in terus lagi"kata papa nya tersenyum sambil meninggal kan Heleya


"Iya pa..hati hati,jangan lupa istirahat ya pa"jawab Heleya sambari menatap papa nya yang menurun ni anak tangga


"Iya sayang,kamu juga ya jangan lupa istirahat"kata papa nya


"Iya"jawab Heleya singkat


Akhirnya papa nya telah sampai di lantai bawah sedangkan Heleya pun bersiap memasukki kamar barunya akan tetapi ketika Heleya ingin membuka pintu kamarnya,tanpa sengaja dia melihat pintu kamar sebelah nya,Ya benar itu adalah kamar dari seseorang yang sekarang sudah menjadi kakak tirinya..kakak tiri yang tadi menatapnya begitu tajam dan kakak tiri yang terlihat cuek dan berhati dingin...


Lama Heleya tertegun menatap ke arah pintu kamar tersebut,tanpa di sadarri tiba tiba saja pintu kamar Marvin itu pun terbuka dan nampak lah seseorang dari balik pintu tersebut yang tak lain adalah Marvin itu sendiri


Dan tanpa di duga Marvin dan Heleya pun saling bertatapan mata yang lumayan lama..


Lama mereka bertatapan mata hingga tiba tiba akhirnya Heleya pun tersadar bahwasanya dari tadi ia dan Marvin saling pandang pandangan..Heleya pun terlihat menjadi kelabakan sendiri ketika membuka pintu kamarnya,Dan dengan tergesa gesa dia pun masuk ke dalam kamar sambil membawa kopernya dan langsung menutup pintu kamarnya dengan cepat,Sedangkan Marvin..Dia segera menutup pintu kamarnya dan berjalan melewatti kamar Heleya lalu menurun ni anak tangga menuju ke dapur karena dia ingin mengambil air putih.


Di dalam kamar Heleya pun tampak menoyor noyor kepalanya karena dia merasa sangat malu mengingat kejadian di depan pintu tadi


"Iih..gak jelas banget sih kamu Hell..ngapain juga tadi kamu pakai acara ngelihattin kamarnya kak Marvin segala..kan jadi di plottin sama kak Marvin"kata Helleya di dalam hatinya


Heleya pun terlihat gelisah mengingat kejadian tadi


Lama Heleya duduk di balik pintu sambil bengong membayangkan kejadian dia dan kakak tirinya tadi akhirnya dia pun tersadar juga dari lamunan nya


"Mandi aja kali ya biar agak segeran pikiran ku..ya sudah deh mandi aja dulu"kata Helleya setelah sadar dari lamunan nya

__ADS_1


Akhirnya Helleya yang terlihat agak malas bangun dari duduk nya itu pun beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju kamar mandi..


-Singkat cerita..sore pun telah berganti malam-


Dan kini terlihat bu Dita mengetuk kamar Marvin dan Heleya untuk menyuruh mereka makan malam bersama


"Vin,ayo sayang kita makan malam dulu Vin"kata bu Dita sambari mengetuk pintu kamarnya Marvin


Tanpa menyahutti kata kata mamanya Marvin pun membuka pintu kamarnya lalu ia keluar kamar berjalan menurunni anak tangga menuju meja makan


Mamanya yang melihat tingkah laku Marvin tersebut hanya menggeleng gelengkan kepalanya saja


Dan kini bu Dita ganti mengetuk pintu kamar Helleya


"Heleya sayang,ayo nak kita makan malam bareng dulu"kata bu Dita sambari mengetuk pintu kamar Helleya


"Iya Ma,sebentar ya Ma"sahut Heleya dengan lembut dari dalam kamar


Dan tidak berselang lama Heleya pun membuka pintu kamarnya


"Ayo sayang..papa dan kak Marvin sudah nunggu kita di meja makan"kata bu Dita sambari merangkul Heleya


"Iya mah"jawab Heleya


Akhirnya mereka pun berjalan menurunni anak tangga tersebut menuju meja makan


Sesampai nya di bawah ternyata pak Bayu dan Marvin sudah makan duluan


"Loh pah kok makan duluan sih?mama lama ya pa?"tanya bu Dita pada pak Bayu


"Enggak kok mah,papa cuma ngerasa sudah laper banget lihat masakan mama jadi papa duluan makan deh..maaf ya ma"kata Bayu


"owh..ya sudah pa gak apa apa"jawab Dita singkat


"Ya sudah sayang ayo kita duduk"ajak Dita pada Heleya


"Iya mah"jawab Heleya


Heleya melihat ada satu bangku kosong di samping Marvin..Heleya merasa canggung ingin duduk di samping Marvin,Hatinya merasa gelisah


Heleya pun terlihat bengong sambil berdiri..Bu Dita yang melihat Helleya yang masih berdiri pun akhirnya menegurnya..


"Sayang,kok malah bengong sih..ayo cepet kamu duduk di samping kakak kamu itu..kita makan malam bareng"kata bu Dita membuyarkan lamunan Heleya


"owh..ii.ii.iya ma"jawab Heleya sedikit gelagapan sambari berjalan menuju kursi di sampingnya Marvin


Akhirnya Heleya pun memberani kan diri duduk di sampingnya Marvin yang sambari tadi tidak menghirau kan kehadirannya dan memilih asyik melahap makanannya


"Ini sayang piring nya"kata bu Dita menyodorkan piring pada Heleya


"Iya ma..terima kasih"jawab Heleya sambari menerima piring tersebut


Setelah beberapa menit suasana pun menjadi hening karena mereka saling menikmatti makanan mereka masing masing tanpa mengobrol sepatah kata pun..


Akhirnya setelah beberapa menit mereka pun telah selesai makan malam


Dan kini terlihat bu Dita membereskan meja makan sedangkan Helleya terlihat sedang mencuci piring piring yang kotor di dapur..


Sedangkan pak Bayu terlihat sedang duduk di sofa ruang keluarga sambari menonoton tv


Ketika Pak Bayu melihat Marvin ingin menaikki anak tangga menuju kamarnya dia pun memanggilnya


"Vin,sini Vin..duduk sama papa sini ada yang ingin papa bicarakan sama kamu"panggil Pak Bayu menghentikan langkah Marvin menaikki tangga


Marvin yang mendengar panggilan dari pak Bayu itu pun tanpa menjawab sepatah kata pun terlihat berjalan menuju ke arah pak Bayu


"Sini Vin..duduk sini"kata pak Bayu menyuruh Marvin duduk di kursi yang berada di ruang keluarga itu


"Loh kok Om sih Vin kalau manggil?saya kan sudah menikah sama mama kamu Vin jadi secara otomatis sekarang kamu sudah jadi anak saya juga Vin"tanya pak Bayu


"Oh iya maaf pah"jawab Marvin singkat


"Ya gitu dong Vin enak di dengarnya jadi tidak canggung gitu lho Vin rasanya"kata pak Bayu sambil tersenyum


"Iya pah maaf"jawab Marvin singkat lagi


"Iya gak apa apa..jadi gini Vin sekarang kan kamu dan mama kamu sudah pindah ke sini dan sudah tinggal di sini juga..jadi papa berpikir bagaimana kalau sekolah kamu juga pindah ke sini?apa kamu setuju Vin?"tanya pak Bayu


"Terserah papa saja"jawab Marvin


"Yakin nih Vin kalau terserah papa?"tanya Pak Bayu meyakinkan Marvin


Marvin hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan pak Bayu


"Owh ya sudah kalau begitu mulai besok kamu akan papa pindahkan sekolah ke sokalahannya Heleya ya..Dan nanti masalah urusan pindah sekolah biar papa sama mama kamu yang urus jadi kamu terima beresnya saja ya Vin"kata Pak Bayu


"Iya pa..ada lagi yang mau di bahas pa?"tanya Marvin


"Iya sementara itu saja yang ingin papa bahas sama kamu"jawab Pak Bayu


"Ya sudah..kalau begitu aku ke kamar dulu ya pa"kata Marvin sambari beranjak dari tempat duduk nya


Pak Bayu yang melihat tingkah laku Marvin pun hanya menggeleng gelengkan kepalanya


Terlihat Bu Dita dan Heleya berjalan berdampingan dari dapur menuju ke ruang keluarga untuk menghampiri pak Bayu


"Eh Ma sudah selesai beberes dapurnya?"tanya pak Bayu setelah bu Dita duduk di sampingnya


"Sudah Pa..kan di bantu sama Heleya cantik jadi cepet selesai nya"jawab bu Dita


Heleya hanya tersenyum mendengar jawaban bu Dita


"Papa ngobrol apa an sih sama Marvin?kox cepet banget?"Tanya bu Dita pada pak Bayu


"Oh itu Ma..Papa cuma menanya kan perihal sekolah nya Marvin..bagaimana kalau sekolahnya di pindahkan ke sekolahan disini"jawab pak Bayu


"Terus jawaban nya Marvin apa Pa?"tanya bu Dita penasaran


"Marvin cuma jawab terserah papa saja"kata pak Bayu


"Emang ya kalau kulkas 10 pintu susah di ajak ngobrol"gerutu bu Dita


"Iih mama gak boleh gitu lho Ma"kata pak Bayu


"iya pa maaf..habis mama kesel aja Pa ternyata si Marvin belum berubah..dia tetep jadi anak yang cuek dan dingin"jawab bu Dita


"Iya gak apa apa Ma..itu memang sifatnya Marvin Ma..Mama gak boleh begitu"kata Pak Bayu


"Iya Pa..maaf ya Pa"jawab bu Dita


"Mama gak perlu minta maaf..mama gak salah kox.."kata pak Bayu


Heleya yang melihat dan mendengar percakapan antara papa dan mamanya pun terlihat diam saja..


Heleya pun jadi berpikir kalau kakak tirinya saja sama mama yang ngurusin dia dari lahir aja cuek apalagi sama dia..


Pagi hari...


"Pagi ma,pagi pa"sapa Heleya pada mama papanya yang sudah berada di meja makan sambari menikmatti sarapan mereka


"Pagi Cantik"jawab Bu Dita sambari merangkul dan mencium kedua pipi Heleya

__ADS_1


"Pagi sayang"jawab pak Bayu sambari tersenyum menjawab sapaan Heleya


Heleya pun duduk di kursi lalu mengambil sepotong roti untuk sarapan


"Kakak mu kok belum turun sayang"tanya Bu Dita pada Heleya


"Gak tahu ma..aku kira kak Marvin sudah turun tadi"jawab Heleya


"Mungkin masih sibuk di kamarnya dia..coba mama samperin Marvin dulu keatas ya"kata mamanya sambil membalik kan badan nya


Tapi belum sempat bu Dita melangkahkan kaki nya..tiba tiba saja terlihat Marvin menurunni anak tangga dan menuju meja makan


"Pagi Vin"sapa mamanya


"Pagi ma"jawab Marvin sambil duduk dan mengambil sepotong roti


"Pagi pa"sapa Marvin pada pak Bayu


"Pagi juga Vin"jawab pak Bayu


Marvin pun menatap Heleya tanpa bekata kata


"Pagi kak"sapa Heleya yang akhirnya menyapa Marvin duluan


Marvin hanya mengangguk lalu menikmatti sepotong rotinya


"Owh ya Vin..bagaimana sudah siap dengan sekolahan baru?temen baru,guru baru,dan suasana baru"tanya pak Bayu memecahkan keheningan di meja makan tersebut


"Sudah pah"jawab Marvin singkat


Mendengar jawaban Marvin yang terdengar singkat itu pun pak Bayu terlihat kebingungan mencari topik pembicaraan lagi..Sedangkan Bu Dita dan Heleya pun hanya terlihat diam saja menikmatti sarapan mereka..Karena mereka terlihat menikmatti sarapan mereka masing masing hingga membuat suasana menjadi hening


Setelah beberapa menit akhirnya mereka pun telah selesai sarapan dan bersiap untuk berangkat ke sekolahanya Heleya


"Ma,Marvin naik motor aja ya berangkatnya ke sekolah"kata Marvin ketika melihat mama nya mengunci pintu rumah


"Loh,kenapa gak bareng kita aja Vin naik mobil?"tanya mamanya


"Gak deh ma..Marvin pengen naik motor saja..nanti Marvin ikuttin mobil kalian dari belakang"jawab Marvin


Bu Dita pun terlihat bingung dengan kenginginan Marvin yang ingin naik motor sendiri


"Ya sudah ma bolehin saja Marvin naik motor..mungkin Marvin pengen lihat lihat sekitar sini sambil naik motor"kata Pak Bayu pada istrinya


Setelah mendengar bujukan dari Suaminya akhirnya bu Dita menyetujui kenginnan Marvin


"Ya sudah deh kalau begitu,tapi kamu hati hati ya Vin"kata Bu Dita pada Marvin


"Iya ma"jawab Marvin


"Ya sudah kalau begitu,Ayo sekarang kita berangkat ke sekolahan..nanti ke buru telat lagi"kata pak Bayu


"Ya sudah ayo"jawab Bu Dita


Akhirnya mereka pun berangkat ke sekolahan..Pak Bayu,Bu Dita,dan Heleya mengendarai mobil menuju ke sekolahan sedangkan Marvin mengendarai sepeda motor sport merah mengikutti di bakang mobil mereka


Setelah beberapa menit di perjalanan akhirnya mereka pun sampai di sekolahan Heleya dan Marvin


-Di dalam kelas Heleya-


"Heleya..aduh selamat ya bebeb ku akhirnya sekarang kamu punya mama baru"kata Niken sambari memeluk Heleya


"Iya Heleya selamat ya..aduh aduh bahagia banget kamu pastinya"timpal Rasti sambari ikut nimbrung meluk Heleya


"Makasih ya sahabat sahabat ku yang baik"jawab Heleya


"Wah..bokap lo dah nikah lagi ya Hel?"Tanya seorang anak laki laki yang duduk di bangku pojok an


"Iya sudah"jawab Heleya sambil tersenyum


"Widih..selamat ya Hel"kata anak laki laki itu yang ternyata benama Toni


"Iya terima kasih"jawab Heleya sambil tersenyum


Akhirnya teman satu kelas Heleya pun mengucapkan selamat pada Heleya atas pernikahan papa nya


-Di Ruang Kepala Sekolah-


"Ya pak Bayu karena surat surat pindah sekolah nak Marvin sudah cukup dan sudah lengkap,sekarang nak Marvin bisa langsung masuk ke kelasnya"kata pak Kepala sekolah


"Owh..iya pak..Alhamdulilah pak kalau begitu pak"jawab pak Bayu


"Ya sudah nak Marvin sekarang sudah waktunya masuk kelas,kamu ikut bu Harti ya..dia adalah wali kelas kamu dan beliau akan menunjuk kan dimana kalas kamu nanti"kata Pak Kepala Sekolah itu menyuruh Marvin mengikutti bu Harti yang sambari tadi berdiri di samping pak Kepala sekolah


"Ayo Marvin saya antar ke kelas kamu"kata bu Harti


Marvin hanya mengangguk kan kepalanya saja lalu Marvin berdiri dari duduknya dan berjalan mengikutti bu Harti


"Ya sudah pak kalau begitu,karena urusan kami sudah selesai kami pamit pulang dulu,terima kasih banyak untuk waktu yang di luangkan"kata pak Bayu berpamitan pada Kepala sekolah


"Owh iya pak Bayu,sama sama,hati hati pak bayu dan ibu"jawab pak kepala sekolah


"iya pak terima kasih..mari pak.."pamit pak Bayu


"Ya mari mari pak"


Akhirnya pak Bayu dan bu Dita meninggalkan ruang kepala sekolah lalu meninggalkan sekolahan tersebut


-Suasana di dalam kelas Marvin-


"Anak anak mohon waktunya sebentar..Hari ini kalian kedatangan teman baru yang bernama Marvin..Dia seorang murid pindahan dari sekolah yang ada di daerah Bandung"kata bu Harti mengenal kan Marvin pada teman teman sekelasnya


"Ayo Marvin perkenalkan dirimu sama teman teman sekalas mu"suruh bu Harti pada Marvin


Marvin hanya menganggukkan kepalanya


"Hai..Nama ku Marvin..aku pindahan dari Bandung"


"Sudah cukup begitu aja Marvin?"tanya bu Harti pada Marvin


"Iya bu"jawab Marvin


"Ya sudah kalau begitu sekarang kamu duduk disampingnya Irfan ya Vin karena cuma bangku di sebelahnya Irfan yang kosong"kata bu Harti menyuruh Marvin duduk di sebelah Irfan


"Iya bu"jawab Marvin singkat


Akhirnya Marvin pun berjalan menuju bangku di samping Irfan itu lalu dia duduk


Setelah Marvin duduk..tiba tiba dari sebrang bangkunya ada seorang cewek memanggilnya..


"Hai Marvin..kenalin aku Prisil,cewek tercantik dan ter hits di sini"kata seorang cewek di seberang Marvin sambari mengulurkan tangan nya


Marvin hanya menatap Prisil tanpa menjawab sapaan Prisil maupun membalas jabat tangan Prisil..Dia malah kembali memperhatikan penjelasan bu Harti yang sedang menjelaskan pelajaran..


Prisil yang mengulurkan tangan nya tanpa di balas jabat tangan oleh Marvin itu pun terlihat kesal karena dia tidak pernah diperlakukan seperti itu dengan cowok..Prisil pun segera meletakkan tangan nya di bangku nya lagi


Di dalam hati Prisil pun merasa kesal dan penasaran akan sosok seorang Marvin yang terkesan cuek itu..Prisil merasa tertantang untuk menakluk kan hati Marvin si cowok cuek itu karena selama ini tidak ada yang bisa bersikap cuek seperti itu ke Prisil


Sekedar info saja Prisil itu adalah cewek terhits dan tercantik yang banyak banget di sukain oleh para cowok di sekolahan itu..Dan sudah banyak banget hati cowok yang patah karena di tolak oleh Prisil,di tambah lagi Prisil adalah anak cheerleader di dalam team basket sekolahnya..


Kini sang Primadona itu sedang tertarik hatinya pada Marvin,si cowok super cuek yang berhati dingin..Akan kah Prisil mampu meluluhkan hati Marvin?

__ADS_1


__ADS_2