Senyum Rindu

Senyum Rindu
Episode.....5


__ADS_3

*


*


*


Rindu, Mila dan Rika. Mereka bertiga berjalan menuju gerbang kampus, karena mereka akan pulang setelah menyelasaikan kuliahnya hari ini. Tapi sebelum mereka benar-benar keluar dari kampus tersebut,tiba-tiba Rika menghentikan langkahnya dan membuat Mila menabraknya, karena memang Mila berjalan di belakang Rika. Sambil asyik mengobrol dengan Rindu.


Bruuukkk ... !


"Duh...apaan sih lo Erika ?! Jalan yang bener,jangan berhenti ngegadak gitu !! kayak tahu bulat aja lo,di goreng dadakan". Omel Mila.


"Yeh,lo aja tuh jalannya ga pake mata jadi nabrak gue kan lo !! pake ngatain gue tahu bulat segala lagi". protes Rika tak mau kalah.


"Hust... kenapa jadi pada berantem sih? emangnya ada apa nyampe lo berhenti ngedadak gitu ?" tanya Rindu penasaran.


"Tuh liat !!",tunjuk Rika dengan telunjuknya.


Rindu dan Mila pun melihat ke arah yang di tunjuk Rika barusan.


"Bukannya itu kakak keren yang kemarin di cafe itu ya ? yang nemuin HP nya Rindu. Ngapain dia kesini Rin...?" ucap Rika dengan sedikit bingung. "Tuh cewek-cewek kampus kita juga pada norak deh,gak pernah liat cowok keren dan ganteng kayak begitu apa? pada heboh banget".


"Ngapain lo tanya gue? lagian mana gue tau,Jemput ceweknya kali atau lagi tebar pesona sama cewek-cewek di kampus kita mungkin"jawab Rindu acuh sambil menggedikkan bahunya.


"Heh !! ya ga usah ngegas gitu dong jawabnya girls,susah emang punya temen jutek,pasti tiap hari di jutekin terus".kesal Rika.


"Ga usah ngedumel,ayok pulang !! Kita nunggu Taxi disana aja yah". Ajak Rindu sambil menarik tangan kedua sahabatnya itu .


Namun dari kejauhan Babas memperhatikan kemana Rindu akan pergi dan dia pun bergegas masuk ke dalam mobil dan melajukannya ke tempat Rindu dan temannya berada,lalu dia pun berhenti disana.


Babas menghentikan laju mobilnya tepat di depan Rindu dan temannya yang sedang menunggu Taxi. Lalu Babas pun membuka kaca jendela mobilnya.


"Hai kalian !! apa kabar ?" tanya Babas basa basi.


"Eh... Kakak yang waktu itu di cafe kan ?" jawab Rika sumringah.


"Tumben Kakak kesini, mau jemput pacarnya ya ?" ledek Mila.


Tapi seperti biasa, Rindu si cewek jutek sama sekali tak memperdulikan makhluk tampan yang ada di depannya.Dia tetap melengos, matanya tetap mencari-cari Taxi yang akan dia naiki.

__ADS_1


"Tadi kebetulan lewat sini, iya nih mau jemput calon pacar". jawab Babas sambil terkekeh.


"Oh...gebetan kakak anak kampus kita? siapa kak?". tanya Rika penasaran.


lelaki tampan itu hanya terkekeh,namun pandangannya tak lepas dari sosok gadis cantik jutek yang dari tadi terus mengacuhkannya.


"Ayo masuk ke mobil !!", ajak Babas pada Rindu dan kedua temannya.


"Kita lagi nunggu Taxi kak, lagian bukannya kakak tadi bilang mau jemput calon pacarnya kakak. Nanti dia marah loh, kalau dia tau kakak ngajak kita pulang bareng". Kilah Mila.


"Dia ga bakalan marah kok sama kalian,Lagian dia sekarang juga bareng kok sama kalian".


Sementara Mila dan Rika kebingungan dengan ucapan Babas, namun Rindu dia langsung memberikan sorotan mata tajam pada lelaki tampan itu.Tapi Babas hanya tersenyum tipis,seolah sedang meledek Rindu.


Akhirnya dengan berbagai rayuan yang babas keluarkan,mereka bertiga pun ikut pulang bersama babas.


"Kak,boleh tanya ga ?, emang siapa sih gebetan kakak,yang kakak tadi bilang bareng sama kita? " tanya Rika yang masih penasaran sekaligus bingung.


Tanpa basa basi, Babas menjawab dengan santainya. "Nih yang duduk di samping gue".


"Hah" jawab Rika dan Mila serempak.


Namun seperti biasa Rindu hanya melirik tajam ke arah Babas tanpa mengucapkan satu kata pun.Sedangkan Babas dia tetap memberikan senyuman manisnya pada Rindu.


Tapi Rindu,dia tetap diam tak ingin menanggapi semua celotehan mereka bertiga.


"Hih,nih anak ditanya malah diam membisu"gerutu Rika.


"Kak, Aku sama Rika turun di perempatan lampu merah di depan ya !!! soalnya kita berdua sama Rindu rumahnya beda Arah". Pinta Mila.


Rindu yang kebetulan duduk di depan, langsung menengokkan kepalanya kebelakang, ke arah di mana kedua temannya duduk.


"Kenapa cuma kalian berdua? gue juga ikut turun,nanti gue lanjut naik ojol".


"oke, nanti gue berhenti di perempatan. Dan buat Rindu,tenang aja nanti gue anter nyampe rumah dengan selamat".


Dengan perdebatan panjang,akhirnya kedua temannya Rindu turun di tempat tujuan mereka.Dan Rindu pun tetap pulang di antar Bastian.Dan kini mereka hanya berdua di dalam mobil.


"Rindu...sory yah buat yang tadi". ucap Babas seraya meminta maaf.

__ADS_1


"Maksudnya ?" tanya Rindu bingung.


"Kata-kata gue tadi yang bilang kalau lo calon pacar gue".


"Oh itu... Hmmmm" jawab Rindu ketus.


Mereka pun sampai di depan rumah Rindu.Setelah turun dari mobil,Rindu hanya mengucapkan terima kasih. Tanpa ada niatan buat mengajak Babas masuk ke rumahnya.


Dan Babas semakin tertantang tuk meluluhkan hati gadis yang super jutek ini.


* * * * * * *


Di Rumah Bastian.


"Den, baru pulang ? keliatan cerah banget nih mukanya ?" tanya mbok Min.


"Masa sih mbok ? , oh iya mbok... menurut mbok Rindu cantik ga? "


Mbok min tersenyum,"Cantik kok den,sepertinya non Rindu beda sama cewek-cewek yang lain.Menurut mbok sih,non Rindu selain cantik, baik juga dan non Rindu ini tipe cewek yang susah di tebak kayaknya".


"Bener banget mbok, dia tuh rumit. Tapi aku suka, dan kayaknya aku jatuh cinta pada pandangan pertama deh. Yah, walaupun sampai saat ini dia masih cuek dan jutek banget sama Babas".


"Mbok baru liat den Babas se'semangat ini nyeritain cewek sama mbok, biasanya den Babas biasa aja. Terus non Tasya gimana tuh den ?".tanya mbok min.


Raut wajah Babas yang semula cerah,kini berubah menjadi datar."Mbok apaan sih ga nyambung deh, kan yang lagi di omongin Rindu bukan Tasya. Lagian Babas sama Tasya dari dulu kan cuma sahabatan."Keluh Babas.


"Maaf den, mbok ga ada maksud begitu. Karna mbo liat sepertinya non Tasya suka sama den Babas deh".


"Itu sih terserah dia,aku ga bisa ngelarang perasaan orang lain buat ga suka sama aku mbok,dan aku juga ga bisa maksain perasaan aku buat orang yang ga aku suka juga mbok.Aku ,Galih sama Tasya udah sahabatan lama. Kita saling sayang sebagai sahabat aja". jelas Babas.


"Iya den, mbok ngerti. Tapi jujur mbok lebih suka dan lebih setuju den Babas sama non Rindu". Ucap mbok min sumringah.


Dan obrolan antara majikan dan ARTnya itu terus berlanjut...Setelah Oma meninggal,dan mamahnya tinggal bersama keluarganya di luar negeri,Babas hanya tinggal bertiga bersama Mbok min dan pak Harun ART nya. Sedangkan Papahnya juga tinggal di luar negeri bersama istri baru dan anaknya. Kebersamaan mbok min dan Babas bukan hanya sebatas majikan dan ART. Tapi Babas udah menganggap mbok min seperti ibunya sendiri, begitu pun mbok min udah menganggap Babas seperti anaknya sendiri. Mbok min dan pak Harun adalah sepasang suami istri,mereka bekerja di keluarganya Babas sudah dari babas masih dalam kandungan mamahnya. Dan kebetulan mbok min dan pak Harun tak mempunyai anak.Dan mereka sangat menyayangi Babas seperti anak sendiri.


*


*


*Bersambung ..............................

__ADS_1


Terimakasih para readers sudah membaca karyaku..Jangan lupa vote,Like&komen nya....Hatur nuhun....🤗🙏


💜💜💜💜💜*


__ADS_2