
Mereka pun masuk ke dalam rumah dalam keadaan yang lelah, Nathan memutuskan untuk naik ke atas yaitu kekamarnya begitupun dengan Jonna dan felicia, ketika Jonna akan naik keatas terdengar suara seorang laki-laki memanggilnya dan ternyata itu adalah ayahnya
"Jonna!" panggil Agaskar dengan nada yang keras
"kenapa paa?" tanya Jonna sambil sedikit merinding melihat ayah nya itu
"sini kamu!!" perintah sang ayah kepada putri nya Jonna
Jonna pun pregi menghampiri ayah nya itu yang sedang berada diruang tv dengan muka yang murka
"ambil kertas ujian kamu tahun kemarin!! papa mau lihat" perintah nya lagi Agaskar kepada Jonna
Jonna sempat merasa bingung karena itu untuk pertama kali nya sang ayah ingin melihat nilai ujian anak nya karena sang ayah tidak pernah melihat nilai ujian anak nya
"ini yahh" bilang Jonna pada ayah nya sembari memberi kertas ujiannya itu
"cuma 80?!!" jawab sang ayah dengan marah dan melempar kertas ujian milik anak nya yaitu Jonna
"kamu tuh harus nya jadi anak yang giat dan genius bukan jadi anak bodoh kayak gini!!!" marah sang ayah kepada anak nya
"ma-maaf pahh" maaf Jonna pada Agaskar
"maaf maaf gak ada maaf maaf" murka sang ayah
Brakkk
Brakk
__ADS_1
Brakkk
terdengar suara pukulan sang ayah yang sedang memukul Jonna dan tidak ada seorang pun yang bisa membela Jonna karena sang ayah tidak bisa di lerai dengan kepala dingin, Nathan sudah berusaha untuk melerai sang ayah Agaskar namun tidak bisa bahkan supir yang ada di rumah juga akan ikut terancam, dan felicia hanya bisa menangis di pelukan sang ibu Putri
"sakit pahh" suara rintihan Jonna yang mengeluh kesakitan itu
"kamu jadi anak gak berguna banget yaa!!!" teriak Agaskar kepada Jonna putri nya
Sang mafia itu pun tidak berhenti untuk memukul Jonna
Yang tak lain tak bukan adalah Agaskar
Brakk
Brakk
Sang ibu pun ikut membantu Nathan yang sedang melerai Agaskar, sang ibu juga merasa sedih melihat sang ada kesakitan dengan wajah yang sudah lebam bekas pukulan itu
Agaskar pun pergi ke kamar dan membanting pintu, sementara itu Putri dan Nathan membantu Jonna yang sedang terbaring lemas di lantai untuk berdiri
Lalu sang adik yaitu felicia pun mengambil kertas ujian yang sudah dilempar oleh papa nya itu dan membawa nya ke kamar kakak nya bersamaan dengan Putri dan Nathan yang sedang memopong Jonna untuk berjalan ke arah kamar nya di lantai atas
"biar mama obatin yaa" ucap Putri kepada Jonna sembari mengambil kotak P3K, Putri tidak tega melihat Jonna kesakitan seperti itu
"sakit mahh" keluh Jonna ke pada Putri yang sedang mengobati nya itu
__ADS_1
pengobatan untuk putri pun selesai Putri, Nathan dan felicia pun kembali ke kamar untuk beristirahat dan meninggalkan Jonna dalam keadaan yang lemas untuk beristirahat
"hikss....hiks" terdengar tangisan merintih kesakitan pada kamar Jonna, yaa pada saat itu Jonna pun menangis sambari menulis kejadian hari ini pada buku Diary nya itu
~kenapa aku harus di lahirin ke dunia ini tuhann, kenapa? Kenapa dulu aku tidak lahir saja? Kenapa engkau ciptakan aku?~ tulis Jonna pada buku Diary nya itu
Beberapa saat kemudian Jonna pun teritidur setelah ma naro
Buku Diary nya itu di tempat yang tersembunyi agar todak dapat di baca oleh siapa pun
~~~~~Dikamar Nathan~~~~~
"kok gua kasihan ya ngeliat Jonna abis di gebukin kaya begitu? Padahal kan biasa nya gua bodo amatan sama dia" tanya Nathan pada batinnya saat itu
Setelah sekian lama ia melamun ia pun melihat jam LED yang ada di dekat nya ternyata waktu telah menunjukkan pukul 00:00 malam
__ADS_1
"anjirr udah jam segini aja mending gua tidur dehh dari pada besoj kesiangan ribet tar jadi nya" bilang Nathan pada diri nya sendiri itu