
"Letakkan dimeja, oh ya. Ini daftar peraturan yang harus kau pahami. Dan ingat, kau adalah sekretaris pribadi ku, jadi selama dua puluh empat jam kau harus ada dan bersedia, saat aku butuhkan."
"Baik pak." ucap Icha
"besok mejamu ada disana " ucap Rey
"Kita satu ruangan pak?"
"Kenapa?"
"Ya, nggak apa apa, tapi..."
"Kau takut padaku? bukankah kita juga pernah tinggal bersama."ucap Rey
"Bu...bukan begitu pak. Apa tidak sebaiknya saya diluar bersama sekretaris bapak yang lain."
"Tidak"
Icha hanya mampu mendesah kecewa mendengar penolakan Rey. Rey tak pernah berubah, selalu seenaknya, dasar menyebalkan.
"Kau memuji ku, sayang!" tanya Rey
"Eh ..tidak, aku tidak bilang apa apa "
"Tapi aku tahu kau memujiku, sekarang kembali ke mejamu. Jam lima tepat, tunggu aku di lobi. Ingat jangan membuatku menunggu, jika kau tidak mau mendapatkan hukuman."
Icha berdiri dan bersiap pergi meninggalkan ruangan Rey. Dia kembali ke meja nya. Sampai di mejanya, Icha membenamkan kepalanya
__ADS_1
"Cha, loe kenapa? sakit?" tanya nindi khawatir
"Aku nggak apa apa nin," ucap Icha tanpa mengangkat kepalanya.
"Kalau nggak pa pa, jadi loe kenapa? jangan bikin aku bingung, sejak kemaren aku perhatikan kau urung uringan. Bilang ma aku Cha." ucap nindi mengusap lembut pundaknya.
iCha mengangkat kepalanya, dia kemudian memeluk Nindy, dan menangis.
"Yuk, kita ngobrol di pantry aja " ucap Nindy
Nindy mengajak Icha ke belakang. Mereka duduk berdua.
"Cerita ma gue Cha "
"Lie tahu cowok yang gue hindari, gue pergi jauh agar bisa melupakan dia, dan jauh dari semua yang berhubungan dengannya " ucap Icha disela tangisnya.
"Iya gue tahu, loe kan pernah cerita. Terus kenapa? loe ketemu ma dia? dimana?"
"loe kan bisa menghindari nya, kenapa loe jadi lemah gini."
"gue nggak bisa, malah sekarang gue terikat kontrak kerja dengannya, gue benci situasi ini, gue benci. loe tahu cowok itu siapa?" tanya Icha...
Nindy menggeleng.
"Cowok itu pak Rey, katakan gue harus gimana nin?"
"Pak Rey??" ucap Nindy tak percaya
__ADS_1
"Ya udah, loe sabar aja ya. Gue yakin loe pasti bisa ngadapin ini semua. lagian, besok juga kita dah selesai magang, dan kita nggak ketemu lagi dengan pak Rey." hibur Nindy
"Dia menjebak ku bin, sekarang aku jadi sekretaris pribadi nya dan aku sudah tanda tangan kontrak, jika aku nggak mau, aku.harus ganti rugi 1 milyar."
"Loh kok bisa?'
"Aku juga nggak tahu, makanya aku bingung."
"Ya udah, mungkin emang kalian tu berjodoh." ucap Nindy
"Sekarang kita balik yuk, ntar di cari pak Devan." ajak Nindy lagi.
Icha dan Nindy kembali ke meja mereka. Icha membereskan barang barangnya,
"Nindy, keruangan saya" Ucap pak Devan
"Ya pak, anda memanggil saya." tanya nindi.
"Duduk," ucap Devan ramah.
"Pak Rey meminta saya mempekerjakan kamu, dengan syarat kau harus selalu mendampingi Icha."
"Maksud bapak?"
"Pak Rey tahu hanya kamu sahabat Icha. Jadi dia mau kau tetap bersahabat dengannya. Agar Icha tidak merasa kesepian." tambah pan Devan.
"Tapi pak, dari mana pak Rey tahu Icha sahabat saya."
__ADS_1
"Itu perkara kecil, yang pasti ingat tugas mu, selalu ada di samping Icha. sekarang kau boleh kembali." ucap Devan
"Makasih pak."